Showing posts with label mewah. Show all posts
Showing posts with label mewah. Show all posts

Friday, November 13, 2015

Mahkota untuk Orang Miskin



Mahkota Kepausan, Dijual untuk Orang Miskin

Mahkota kebesaran pada gambar atas itu digunakan untuk penobatan paus Paus Paulus VI pada tahun 1963. Ini merupakan mahkota paus terakhir sampai saat ini. 


Dijual untuk Orang Miskin

Paus Paulus mengenakan tiaranya beberapa kali
. Lalu dalam tindakan dramatis pada bulan November 1963, dia meletakkannya di atas altar Basilika Santo Petrus sebagai tanda kerendahan hati, melambangkan bahwa paus tidak lagi punya klaim apapun atas kekuasaan duniawi. Dia (dan paus sesudahnya) tidak pernah memakainya lagi. 

Lalu diumumkan bahwa tiara itu akan dijual dan hasil penjualan diberikan untuk amal. Namun, Kardinal Uskup Agung New York cepat turun tangan. Mahkota bersejarah itu dibeli oleh Gereja Katolik di Amerika Serikat. Sekarang mahkota itu dipajang secara permanen di Basilika Katolik di Washington, DC.

Pujian dan Kutukan

Keputusan Paus Paulus membuang mahkota itu menuai pujian dan kecaman. Kelompok progresif dalam gereja memuji tindakan itu sebagai langkah yang sesuai dengan "tanda zaman" dan menandai lahirnya kembali kepausan yang lebih informal. Sebaliknya, kaum konservatif mengritik tindakan itu sebagai pengkhianatan pada nilai2 tradisi mulia, dan bilang bahwa hanya anti-paus yang melakukan itu; bahkan ada yang berkata bahwa itu bukti Paus Paulus bukan paus sejati.

Paus Johanes XXIII

Sebelum itu, waktu Paus Johanes XXIII terpilih tahun 1958, belum tersedia mahkota khusus untuk dia. Perancang mahkota berkonsultasi dengan Paus mengenai desainnya. Paus meminta agar mahkota ringan saja, dan batu permata yang ada di situ dibuang separo, hasilnya disumbangkan pada orang miskin. (Paus ini terkenal suka jalan2 keluyuran sendiri ke pasar2).

Diskusi

  • Gerakan  “pilih orang miskin” telah muncul lama sebelum Paus Fransiskus terpilih. Tapi Paus sekaranglah yang paling getol dan gencar meneriakkannya. 
  • Seperti biasa, gerakan kemiskinan tidak mengenakkan banyak orang, maka orang Katolik konservatif  mengecam tindakan tadi.
  • Semoga dengan pendekatan Paus kita sekarang ini, umat makin dekat dengan visi gereja mengenai orang miskin.

Thursday, November 12, 2015

Pembangunan Gereja Baru: Voting...


Pilih mana? Nomor 1, atau 2 ?

  • Tidak perlu cari ayat di Kitab Suci.   Ada ayat2 yang mendukung nomor 1, ada ayat yang mendukung nomor 2.
  • Semua cuma selera... Pilih 1 Anda benar... Pilih 2 Anda benar....
  • Eh, bukankah  kita SUDAH bantu orang miskin?
  • SUDAH cukupkah? Kalau jatah bisa dikurangi untuk mereka yang menderita, bukankah lebih baik?
  • Tapi saya ingin kemegahan untuk Tuhan
  • Tapi "Tuhan telah memakai wajah mereka (Red. orang miskin). Dan wajah itu memandang pada kita.... Jika kita tidak merendahkan diri kita, kita tidak akan melihat wajahNya," kata Paus.
  • Bukankah gereja yang megah demi kemuliaan Tuhan? Sudahlah. Saya senang dengan itu...

****************



Orang yang Komuni tidak boleh Tidak Peduli



Pesan Paus pada Kongres Ekaristi India

Manusia di seluruh dunia hari ini butuh makanan. Dan makanan ini tidak hanya untuk memuaskan rasa lapar badani. Ada rasa lapar lain – lapar cinta, keabadian, lapar kasih sayang, rawatan, pengampunan, belas kasih. Lapar ini dapat dipenuhi hanya oleh Roti yang datang dari atas ....

Tapi Ekaristi tidak berakhir dengan ambil bagian dari Tubuh dan Darah Tuhan.
Ekaristi membawa kita pada solidaritas dengan orang lain. Persekutuan (Red. komuni) dengan Tuhan selalu juga persekutuan dengan sesama saudara kita. Dan, oleh karena itu, orang yang diberi makan dan dipelihara oleh Tubuh dan Darah Kristus tidak boleh tetap tidak peduli ketika ia melihat saudara-saudaranya menderita karena kekurangan dan lapar…

(Radio Vatican)

**************
Paus Fransiskus, semoga doamu menyertai kita semua…

**************

Saturday, November 7, 2015

Paus Fransiskus: Saya ingin dunia tanpa kemiskinan



(Radio Vatikan, 06/11/2015) 

Paus Fransiskus diwawancarai oleh koran Belanda, Straatnieuws, yang diterbitkan oleh “Tunawisma kota Utrecht”. Dalam percakapan itu, Paus Fransiskus menyentuh topik yang menarik, baik pribadi ataupun soal gereja…  Di bawah ini beberapa petikannya.

Wawancara dimulai dengan kenangan Paus tentang rumah masa kecilnya di Buenos Aires, "jalan di mana ia dibesarkan." Dia ingat bagaimana dia waktu kecil bermain sepak bola, dan bagaimana segala sesuatu di lingkungannya berada dalam jarak berjalan kaki.

Kenangan dari tetangga2 di Buenos Aires merupakan sumber kedekatan pribadinya pada orang miskin. Ditanya tentang tanggapan Gereja terhadap kemiskinan, Paus Fransiskus mengatakan, "Yesus datang ke dunia sebagai tunawisma (Red. Lahir di kandang) dan miskin. Kemudian Gereja ingin merangkul semua orang, dan mengatakan bahwa setiap orang memiliki hak untuk memiliki atap 'di atas kepala Anda’…”. 

Bapa Suci juga berbicara tentang perlunya melawan "dua godaan" yang dihadapi Gereja saat dia mencoba untuk berbicara bagi masyarakat miskin tanpa dimanfaatkan oleh kubu politik yang berbeda. "Gereja harus berbicara tentang kebenaran dan juga lewat kesaksian: kesaksian orang miskin. Jika seorang beriman berbicara tentang kemiskinan atau tentang tunawisma, dan hidup seperti firaun: ini tidak boleh."

Godaan kedua, katanya, "adalah membuat perjanjian dengan pemimpin pemerintahan. Perjanjian dapat dibuat, tetapi perjanjian harus jelas, transparan. . . karena selalu ada godaan untuk korupsi dalam kehidupan publik - baik secara politik ataupun agama. . . . Selalu ada bahaya korupsi."
Paus Fransiskus mengatakan ia ingin dunia tanpa kemiskinan: "Kita harus terus berjuang untuk ini." 

Tapi, katanya, "Saya percaya dan saya tahu bahwa dosa selalu ada dalam diri kita. Dan selalu ada keserakahan manusia, kurangnya solidaritas, egoisme, yang menyebabkan kemiskinan. Karena alasan ini, menurut saya agak sulit membayangkan dunia tanpa kemiskinan. . . . Tapi kita harus terus berjuang, terus, terus."

========================

Diskusi

Pernyataan Paus di atas menjawab pertanyaan2 dalam diskusi sebelum ini. Apa memang benar Paus ingin kita semua miskin? Kenapa dia bilang "betapa aku merindukan gereja miskin untuk orang miskin."? Baca diskusi ini: Kemiskinan - Kata yang Tidak Nyaman, kata Paus.

Tidak. Jawab Paus dengan sangat jelas. Dia ingin tidak ada kemiskinan di dunia ini. Tapi, faktanya, karena keserakahan manusia, kemiskinan akan selalu ada. Pada si miskin itulah gereja perlu solider, berbela rasa. Coba kita lihat semua kegiatan gereja dari sudut pandang si miskin, karena Yesus lah yang seharusnya kita lihat kalau kita melihat si miskin.

Lalu Paus bicara soal "firaun". Yang dimaksud dia bukan 'raja', atau orang kaya; titik. Yang dimaksud adalah orang kaya yang berbuat sewenang2 pada bawahan, khususnya pegawai yang paling kecil, pada orang miskin, seperti firaun yang menganiaya orang Israel... Baca ini juga: Orang Kulit Hitam Sering Dicambuk Orang Kristen.

**************

Sunday, November 1, 2015

Kemiskinan - kata yang tidak nyaman (kata Paus)

Kardinal Jaime Ortega Alamino dari Havana memperkenalkan umatnya pd Paus, dan berkata, "Gereja di Kuba adalah gereja miskin," ... Menanggapi ini, Paus berkata, kardinal "menggunakan kata yang tidak nyaman: kemiskinan. Semangat dunia (skg ini-Red) tidak mengenal kata itu, tidak mencarinya, dan menyembunyikannya."

Kemiskinan, kata dia, bisa menjadi kekayaan terbesar seseorang, tetapi mencari kekayaan dapat juga menghancurkan kehidupan seseorang.

Mengutip pendiri Jesuit, St Ignatius Loyola, Paus mengatakan dia menemukan kebijaksanaan dalam ajaran St Ignatius bahwa kemiskinan "adalah dinding dan ibu" dari hidup suci.

"Cintailah kemiskinan spt kamu mencintai ibumu," katanya.


* Catatan: Selama ini banyak orang Katolik yang bingung dengan kata2 Paus tentang kemiskinan. "Betapa aku merindukan gereja miskin, untuk orang miskin". Banyak sekali yang menerjemahkannya (memelesetkan) menjadi "berjiwa miskin" seperti dalam Kotbah di Bukit. Tentu itu bagus saja; itu kalimat Yesus sendiri. Tapi kalau melihat konteksnya, serta rangkaian kata2 Paus, jelas paus meminta gereja menjadi miskin secara duniawi. Secara fisik... Dan merangkul orang miskin. Paus sadar sekali banyak umat yang tidak merasa "nyaman" dengan kata miskin. Maka dia ulangi dan ulangi lagi.


Diskusi
IMA: Sorry mau tanya, apa bnr Pope Francis tdk menghendaki / tdk memperbolehkan kita utk menjd kaya secara jasmani..? Kl memang bnr bgtu, aku kok krg setuju ya, krn apa jdnya dunia ini kl semua org di dunia ini miskin smuanya?? Bgmn mungkin kita bs membantu sesama kita yang membutuhkan bantuan secara materi, kl kitanya sdiri jg miskin n perlu bantuan..? :) :).„dan bgmn mungkin kehidupan di dunia ini akan menjd maju n berkembang, kota2 bs menjd bgs n indah gemerlapan kl smua penduduknya miskin adanya? Dan bgmn mungkin jg dunia kedokteran n kesehatan akan menjd lbh maju dgn kemiskinan? Apakah manusia bs menjd lbh pintar dgn kemiskinan? Dan apakah Tuhan kita bnr tdk menghendaki umatnya menjd kaya?
Apakah menjd kaya itu adalah suatu dosa? Kl menurutku sih gak ada slhnya org menjd kaya secara jasmani, asalkan dia mendptkan kekayaannya dgn cara yang bnr, n dia bs menggunakan kekayaan yg dimilikinya dgn cara yg bnr n bijaksana, bukan hanya utk kesenangannya sdiri n keluarganya, tp jg utk kebaikan sesama n smua makluk hidup yg ada di dunia ini, n trutama utk kemuliaan Tuhan. Bukankah Tuhan menghendaki umatnya utk saling tolong menolong ? Yg kaya menolong yg miskin? :))
TK : Hebat,,, keren bnget ulasannya n sangat setuju, bahkan Tuhan Yesus sendiri pun tdk miskin, bukti  nya pny kasir yaitu Yudas, kalau sama rata miskin itu paham komunis, sdng kn kenyataannya yg memakai paham komunis itupun para pemimpinnya tetap kaya malah berfoya2, yg miskin hny rakyatnya aja
IMA: Kita smua tahu bhw miskin itu tdk jauh dr penderitaan, lalu apakah bnr bhw Tuhan itu menginginkan manusia utk menderita trs seumur hdpnya? Bukankah Tuhan menginginkan kita smua utk hdp bahagia sejahtera jasmani n rohani, slmt dunia n akhirat ? Dgn catatan asalkan kita mau sll ingat kpd Tuhan n mau menjlnkan perintahNya. Jd aku rasa gak ada yg slh dgn menjd 'kaya', yg penting semangatnya/ jiwanya yg sederhana / bersahaja, artinya walaupun kaya tp ttp sederhana hdpnya, tdk trlalu ber foya2, n mau sll ingat pd sesamanya yg kekurangan n membutuhkan bantuan. Krn utk itulah kita hidup, saling mengasihi n saling berbagi / saling memberi.
IMA: "Kemiskinan, kata dia, bisa menjadi kekayaan terbesar seseorang, tetapi mencari kekayaan dapat juga menghancurkan kehidupan seseorang.". Kl menurutku mungkin itu artinya walaupun kita miskin, tp berjiwa 'kaya', n tetap bs menjlni hidup dgn cara yg baik n bermartabat, n sll ingat kpd Tuhan n menjlnkan sgala perintaahNya, mk hidupnya akan diberkati Tuhan n akan mendptkan kebahagiaan surgawi/ keselamatan yg kekal. Sdgkan org yg mencari kekayaan dgn cara yg tidak bnr (korupsi, serakah dll), n menggunakan kekayaannya dg se-mena2 n tidak brtg jwb, mk dia akan hancur oleh kekayaannya / ketamakannya. Sorry kl slh...
EN: "Apa bener Paus Fransiskus tdk menghendaki /tdk memperbolehkan kita utk menjadi kaya secara jasmani..?" Tinggal baca aja, tertulis begitu atau tdk..  Paus tidak pernah berkata begitu.
Paus melihatnya dari sudut pandang keadaan kota tempat tinggalnya, ibukota Argentina, yang seperti Jakarta, penuh dengan kemewahan tapi terbalut oleh kemiskinan. Sebagian (kecil) kaya raya, sisanya, mayoritas, miskin. Kalau Paus hidup di pedalaman Papua atau Kalimantan, atau di ujung Gunung Semeru, di tengah gereja yang semua miskin, mungkin perkataannya akan berbeda. Paus ingin gereja miskin sebagai solidaritas, ikut bela rasa pada orang miskin. Supaya mereka tidak tersingkir dari gereja...

=====================
** Semoga semangat Paus Fransiskus hidup di hati kita. Apakah kita telah mencari mereka? Atau menyembunyikannya, seolah2 tidak ada, seperti kata Paus?

=====================

Seminar dan KKR. Tiket Rp 25 000,-



Beberapa minggu lalu saya dapat selebaran ini lewat group WA. Ada sesuatu yang bikin saya sedih. 



Seminar dan Kebangkitan Rohani Katolik:
Catholic Family is Beautiful
Kerjasama antara BPK PKK KAJ, Pertemuan Mitra Kategorial KAJ, dan Lumen Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2015 di Istora Senayan, Jakarta
Waktu:
Seminar untuk Orang Muda Katolik bersama Fr Cantalamessa "Beautiful Youth in the Catholic Faily"
Ruang Kenanga, Istora Senayan dari jam 10.00 - 12.00
Seminar - Seminar dari Pemikat KAJ (Pertemuan Mitra Kategorial KAJ) - Semua dimulai dari jam 13.00 - 15.00 di ruang Kenanga 1-5
1. Merciful in Catholic Family oleh RD Julius Salettia, Komunitas John Paul II for Youth Indonesia
2. Jangan Takut Berlayar di Lautan Digital oleh Bpk Stefanus Tay dan Ibu Inggrid Tay dari Katolisitas.org, Komunitas The Indonesian Pilgrims
3. Work Life Balance oleh Haryo Ardito, Komunitas KKMK (Kelompok Karyawan Muda Katolik)
4. Catholic Parenting oleh Anne Gracia dan Pasutri CHOICE, Komunitas CHOICE
5. Pernikahan Katolik oleh Komunitas Tritunggal Mahakudus
Kebangkitan Rohani Katolik bersama Fr Cantalamessa "Catholic Family is Beautiful"
Di Main Hall, Istora Senayan dimulai jam 16.00 - Selesai
Tiket Available @Rp 25.000 dan berlaku untuk seluruh kegiatan tersebut (Seminar dan KRK). Hubungi xxxx (Whatsapp/SMS di 0812 1181 xxx)


Diskusi
Semuanya indah. Dilakukan dengan tujuan mulia: Memuliakan Tuhan.  Tapi.... tiket @Rp. 25.000.  Artinya  orang yang tidak punya uang sebanyak itu tidak bisa ikut dalam kegiatan gereja ini.
Dengan cepat terjadi diskusi ini:
+ Sebenarnya aku tidak mau bilang, tapi aku beli banyak tiket untuk orang2 yang tidak mampu. 
Masalahnya, bukankah orang harus mengaku miskin, tidak punya uang, baru diberi tiket? Menyuruh orang mengaku miskin itu tidak bagus .Itu sama saja dengan menyuruh mengemis. Dan aku tahu betul rasa hati orang yang terpaksa mengemis, karena dulu aku pernah sekali mengemis pada orang yang tidak aku kenal.
 

+ Tidak juga. Kan kita tahu siapa2 yang tidak mampu
Mungkin tidak semua orang miskin giat di lingkungan atau gereja. Mungkin juga ada pendatang dari luar kota. Lalu mungkin tidak semua lingkungan menyediakan tiket gratis untuk umat yang tidak punya uang tadi. Alangkah indahnya kalau kita punya pedoman seperti di bawah ini:

Mungkin inilah yang dimaksud Paus Fransiskus dengan Gereja Miskin. Gereja yang dalam kegiatannya tidak pernah menyingkirkan orang yang tidak punya uang.

Coba mari kita pikirkan bersama di lain kesempatan.
Entah bagaimana, tapi kita bisa kalau mau...

  • Mungkin lebih baik kalau selebaran undangan kegiatan gereja, apalagi memakai upacara ekaristi, tidak mencantumkan istilah FREE, Gratis... Karena ini berarti ada kegiatan ekaristi yang dengan sadar menyingkirkan umat miskin.
 Baca : Gereja Miskin

*** Maaf kalau ada kata2 yang menyinggung.
*** Pesan Paus Fransiskus : "Lord, help us always to be more generous and closer to poor families." (Agustus 2015)





Wednesday, October 28, 2015

Pembantu Rumah Tangga orang Katolik (3)

Lanjutan dari   Kulit hitam: sering dicambuk oleh orang Kristen.

  • Gaji: Saya tidak bicara mengenai keluarga miskin yang terpaksa memakai dan menggaji pembantu karena keadaan sangat memerlukan. Keluarga itu dengan amat bersusah payah berusaha menggaji pembantunya dari segala kekurangannya... Hemat sini, irit sana, dan akhirnya mereka bisa.
  • Tapi sebagian orang yang mampu, bahkan amat sangat lebih dari mampu, kadang berpikir, kalau gaji bisa lebih rendah mengapa tidak? Toh semua ini hukum pasar. Dia mau, dia senang, aku senang, tanpa paksaan... Maka dicari cara untuk meminimalkan gaji tadi. Aku ambil contoh saja peraturan di Singapura. Karena di sini belum ada peraturan apapun. Sedang digarap LSM (yang mungkin bukan Katolik)... Di sana ada ketentuan, misalnya PRT harus digaji 400 dolar. Nah, bagi sebagian orang Katolik, kalau bisa diatur supaya pembantunya mau menerima 250 dolar, bukankah itu bagus? Dia senang, karena untuk ukuran Indonesia, itu sudah cukup besar. Nyonya majikan juga senang karena ada uang lebih untuk beli parfum Crocodile alias Lacoste atau Elizabeth Arden, tiap bulan. Bukankah kalau kumpul berdoa ke gereja perlu wangi? Juga mungkin uang bisa didermakan ke gereja, karena rumah Tuhan perlu dibuat megah.

    Di sini orang Katolik ini lupa pada ajaran gereja yang dituangkan dalam ensiklik Rerum Novarum (lebih dari 100 tahun lalu) dan Quadragesimo Anno. Intinya, jangan serahkan gaji pada mekanisme pasar! "Toh, tidak dipaksa, dia mau." Itu mekanisme pasar. Apalagi, pada kasus di atas, pembantu tadi telah ditipu karena seharusnya minimal dia memperoleh gaji setara yang ditetapkan negara. Sangat menyedihkan kalau ini dilakukan oleh orang Katolik yang rajin ke gereja. Apa ini terjadi? Coba tanya pada komunitas Katolik di sana...
  • Jadi bagaimana seharusnya orang Katolik menggaji karyawan kecil atau pembantunya? Pertama, ikuti aturan pemerintah (kalau kamu mampu, karena ada yang tidak mampu). Kedua, ingat bahwa pekerja-pekerja terkecil itu adalah perwujudan Kristus di dunia. Yesus sendiri yang bilang, apa yang kau lakukan pada mereka, itu kau lakukan pada Dia. Kalau sabda ini diterima dengan hati terbuka, tak ada keluarga Katolik yang semena2 terhadap pembantu. Pakai "kasih" sebagai dasar utama, maka semua akan gembira (karena "orang Kristen itu gembira," kata Paus)

    Jadi, berapa besar kita harus menggaji pembantu rumah tangga (atau karyawan kecil lainnya)? Terserah seberapa besar kasih Anda pada perwujudan Kristus di dunia ini. Tetangga umumnya memberi 500 ribu misalnya. Kalau pakai mekanisme pasar, jawaban kita sebagai majikan mungkin "saya beri 600 ribu saja; bukankah sudah lebih dari cukup?" Tapi untuk yang sudah berlebih kemampuannya, kenapa tidak lebih besar? Sepuluh kali lipat? Kenapa tidak, kalau mampu? Yang utama, jangan lihat pasar. Jangan lihat berapa besar orang lain membayar.

    Aku mengenal keluarga2 yang menggaji pembantunya dengan baik dan menyekolahkan anak2 pembantunya sampai lulus. Itulah Kristen sejati.Itu penginjilan yang diinginkan oleh Paus Fransiskus sekarang ini. Anggaplah mereka saudaramu sendiri.

Pembantu Rumah Tangga di Rumah Orang Katolik (2)

Lanjutan dari   Kulit hitam: sering dicambuk oleh orang Kristen


  • Tidak boleh istirahat di hari Minggu: Dalam Katekismus Katolik, dalam Kesepuluh perintah Allah ada perintah "Kuduskanlah Hari Tuhan"... Mungkin karena terlalu pendek, banyak orang Katolik mengartikan, hanya orang Kristen yang harus beristirahat pada hari ketujuh, yang sekarang disebut hari Minggu. Orang lain, pembantu di rumah, yang bukan Kristen, kan tidak terikat oleh hukum itu? Benar? Salah...

    Perintah aslinya, yang berasal dari Kitab Keluaran 20:10, mengatakan:
    "tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu."
    Nah, hewan pun tidak diperkenankan untuk bekerja terus menerus, apalagi manusia. Harus ada istirahat. (Mungkin pada perbaikan naskah katekismus yang akan datang, kalimat ini perlu dicantumkan lagi dan tidak terlalu pendek. Mohon Bapa Uskup mengusulkan ke Vatikan.)

    Negara-negara Barat banyak yang punya hukum untuk melindungi pekerja kecil seperti PRT ini. Singapura juga. Ada LSM yang mendorong pemerintah untuk melindungi PRT. Maka akhirnya dibuatlah peraturan bahwa semua PRT di Singapura harus diberi istirahat satu hari seminggu. Sayangnya, kalau tidak salah, ada klausula, pada hari istirahat itu PRT boleh tidak beristirahat kalau ada kompensasi uang. Apa arti uang bagi orang Singapura yang rata2 sangat kaya itu? Mereka negara terkaya ketiga di dunia (dari rata2 kekayaan penduduk). Dengan mudah mereka akan kasih uang, dan PRT tetap "dipenjara" di rumah dengan legal tanpa melawan hukum.

    Tadi aku sebut lembaga2 sosial, LSM, di Singapura yang mengusahakan perbaikan nasib para PRT di Singapura. Apakah itu LSM Katolik? Bukan. Adakah yang menulis beberapa di antaranya mewakili umat Katolik? Tidak... Aduh, sedih... ke mana saja saudara2ku orang Katolik Singapura itu? Apakah mereka tidak ada waktu karena sedang berdoa atau berkotbah tentang cinta kasih?  Gereja sebagai gereja, tidak boleh ikut politik. Tapi sebagai individu, orang Katolik perlu ikut memperjuangkan. Dan perlu berkata saya memperjuangkan karena saya Katolik. Inilah salah satu bentuk penginjilan (evangelisasi) yang diharapkan Paus Fransiskus. "Aku Katolik. Aku membela orang yang miskin dan menderita."

    Aku tidak tinggal di sana, jadi tidak tahu tepat apa yang terjadi. Tapi minimal dari berita koran Straits Times, tidak ada kata "katolik" yang tersisip dalam ulasan2 tentang PRT di sana (karena dulu tinggal di Batam, aku sangat sering ke Singapura, kadang tiap minggu). Dari artikel yang ada, tahun 1987 ada LSM yang aktif membela PRT. Tidak banyak jumlah orangnya; kalau tidak salah cuma 22 orang. Tapi tercatat di situ, dan aku bangga, bahwa sebagian dari mereka mengaku bergerak karena mereka Katolik. Karena pemerintah saat itu sedang sangat keras, mereka ditangkap. bahkan dituduh komunis. Ditahan tidak lama. Tapi tak lama kemudian LSM itu bubar... dan kata "Katolik" tidak tersisip lagi di koran, sampai sekarang (untuk urusan itu).

    Entah bagaimana gerakan umat Katolik di sana saat ini. Juga entah apakah pastor di sana sering mengingatkan umatnya soal ini dalam homili.
  • Di Indonesia sendiri, dalam 10 tahun ini rasanya aku tidak mendengar ada gerakan umat Katolik untuk membela PRT. Entah ada atau tidak ulasan tentang ini (dan cukup sering kah) di majalah Hidup. Juga 10 tahun ini dalam homili aku tidak mendengar kata PRT kecuali saat perayaan Natal atau Paskah 2 - 3 tahun lalu, di mana Pastor Eddy meminta kita menyayangi orang kecil, termasuk pembantu di rumah kita. Aku sangat menghargai itu... Umat perlu bergerak, tapi pastor bisa berpengaruh besar sekali kalau mau menekankan masalah ini berkali-kali dalam homili. Kristus sering sekali kita temui, dalam bentuk pembantu di rumah, office boy di kantor, satpam di lingkungan rumah (atau gereja), penjaja makanan kecil yang lewat di depan rumah, dst.

    Maaf, aku tahu tulisan ini mungkin akan membuat tidak senang sebagian orang, juga saudara2, anak2, menantuku, serta teman2 semua, khususnya ibu2 rumah tangga. Tapi aku harus mengatakan yang seharusnya. 
 Lanjutan: Pembantu Rumah Tangga ... (3)

Pembantu Rumah Tangga di Rumah Orang Katolik (1)

Lanjutan dari  Kulit hitam: sering dicambuk oleh orang Kristen
(Klik untuk baca)

 
Kisah sedih tentang pembantu rumah tangga (PRT) sering terdengar: yang dianiaya sampai cacat, yang dihukum mati, dihukum penjara karena menganiaya majikan atau anak majikan, dst. Kisah mengenaskan sebagai subyek. ataupun obyek. Di luar negeri, maupun dalam negeri.

PRT juga yang, dalam bentuk lebih ringan, kadang diperlakukan mirip budak belian pada masa kini, di sini, oleh sebagian orang Katolik. Begini:


  • Tidak boleh keluar rumah sendiri: Mungkin ada sebagian majikan Katolik yang aktif sekali di gereja, aktif berdoa, rajin pelayanan, daaan .... menerapkan peraturan ini. "Kalau dibiarkan keluar sendirian, nanti dia ke tetangga dan diambil oleh tetangga; saya jadi repot." Begitu alasannya... Tega ya! Demi kepentingan pribadi, kita bikin sengsara sesama manusia, mengambil hak asasinya yang sangat dasar, kebebasan. Atau mungkin majikan Katolik itu berpikir, PRT ini gembira tidak keluar rumah? Bukankah seluruh rumah adem, ada AC, banyak pesawat TV? Semua tersedia buat PRT, kecuali satu, kekebasan. (mirip penjara model baru yang sedang dirintis di Eropa?)

    Apakah kita mengetahui ada kasus ini di lingkungan paroki kita? Tidak tahu? Mungkin perlu bertanya2. Terbuka saja. Siapa tahu ada.. Kalau tahu ada, adakah umat atau salah satu kelompok kategorial, yang giat mengingatkan, itu tidak sesuai dengan jiwa Kristen kita? Kalau Yesus hidup pada masa sekarang, mungkin dia akan menambahkan sabdaNya dalam Matius 25:41 "... enyahlah ke dalam api yang kekal... Sebab ketika aku kesepian, kau mengungkung Aku di rumah.".... Aduh Gusti...

    Aku menyayangi kamu semua sebagai saudaraku, sesama umat Katolik. Jangan sampai itu terjadi padamu. Maka sekali lagi aku mengingatkanmu di sini, lewat tulisan ini. Aku telah berbuat; aku menulis ini; Semoga teman2 di paroki masing2 ikut berbuat, membela kaum tertindas ini. Jangan sampai kejadian budak disiksa itu dibiarkan selama 200 tahun lagi oleh kita semua, gereja, dengan menutup mata. Minimal, buka suara lah...

    Aku mengasihi kamu semua. Menyadari sulitnya hidup tanpa pembantu di dalam rumah. Sungguh berat... Susah... Tapi aku juga mau mengingatkan, ingat sabda Yesus. Apa yg kamu lakukan pada saudara kita yang paling kecil ini, kamu telah melakukannya pada Tuhan Yesus (Matius 25:32-42).
Baca lanjutan : Pembantu Rumah Tangga ... (2)