Showing posts with label dosa. Show all posts
Showing posts with label dosa. Show all posts
Wednesday, October 28, 2015
Dua Uskup Agung baru, pembela orang miskin
Paus Fransiskus bikin kejutan lagi. Dia menunjuk dua uskup agung baru yang memiliki "bau domba."
Yg satu, Matteo Zuppi, seblm ini uskup pembantu di Roma; yg lain, Corrado Lorefice, 53 th, seblm ini cuma pastor paroki di Keuskupan Noto di Sisilia.
Kedua uskup baru ini rohaniawan sederhana, dikenal krn banyak bekerja untuk orang miskin, org yg terbuang dan dalam kesulitan (Zuppi) dan mereka yang terjebak dalam prostitusi dan migran (Lorefice).
Zuppi, 59, dikenal sangat ramah dan baik. Dia dicintai oleh orang-orang miskin, orang buangan, kaum gipsi, dan orang-orang tua yang telantar; ia menghabiskan hidupnya melayani mereka.
Pengangkatan ini meneguhkan visi Paus, gereja untuk orang miskin. Dulu orang yang kurang setuju dgn paus memelesetkan visi itu dengan "berjiwa miskin" (tidak salah sih). Tapi makin lama paus makin jelas menunjuk ke kemiskinan dunia ini. Orang miskin, kere.... Itulah yang perlu dirangkul gereja... Sudahkah itu menjadi pedoman gereja di paroki Anda ?
Edit: artikel semula menyebut "kardinal". Salah baca..
Pembantu Rumah Tangga orang Katolik (3)
- Pembantu Rumah Tangga di ... Katolik (1) (Klik untuk baca)
- Gaji: Saya tidak bicara mengenai keluarga miskin yang
terpaksa memakai dan menggaji pembantu karena keadaan sangat memerlukan. Keluarga itu dengan amat bersusah payah berusaha menggaji pembantunya dari segala kekurangannya... Hemat sini, irit sana, dan akhirnya mereka bisa.
- Tapi sebagian orang
yang mampu, bahkan amat sangat lebih dari mampu, kadang berpikir, kalau
gaji bisa lebih rendah mengapa tidak? Toh semua ini hukum pasar. Dia
mau, dia senang, aku senang, tanpa paksaan... Maka dicari cara untuk
meminimalkan gaji tadi. Aku ambil contoh saja peraturan di Singapura. Karena di sini belum ada peraturan apapun. Sedang digarap LSM (yang mungkin bukan Katolik)... Di sana ada ketentuan, misalnya PRT harus
digaji 400 dolar. Nah, bagi sebagian orang Katolik, kalau bisa diatur supaya pembantunya mau
menerima 250 dolar, bukankah itu bagus? Dia senang, karena untuk ukuran Indonesia, itu sudah cukup besar. Nyonya majikan juga senang karena ada uang lebih untuk beli parfum Crocodile alias Lacoste atau Elizabeth Arden, tiap bulan. Bukankah kalau kumpul berdoa ke gereja perlu wangi? Juga mungkin uang bisa didermakan ke gereja, karena rumah Tuhan perlu dibuat megah.
Di sini orang Katolik ini lupa pada ajaran gereja yang dituangkan dalam ensiklik Rerum Novarum (lebih dari 100 tahun lalu) dan Quadragesimo Anno. Intinya, jangan serahkan gaji pada mekanisme pasar! "Toh, tidak dipaksa, dia mau." Itu mekanisme pasar. Apalagi, pada kasus di atas, pembantu tadi telah ditipu karena seharusnya minimal dia memperoleh gaji setara yang ditetapkan negara. Sangat menyedihkan kalau ini dilakukan oleh orang Katolik yang rajin ke gereja. Apa ini terjadi? Coba tanya pada komunitas Katolik di sana... - Jadi bagaimana seharusnya orang Katolik menggaji karyawan kecil atau pembantunya? Pertama, ikuti aturan pemerintah (kalau kamu mampu, karena ada yang tidak mampu). Kedua, ingat bahwa pekerja-pekerja terkecil itu adalah perwujudan Kristus di dunia. Yesus sendiri yang bilang, apa yang kau lakukan pada mereka, itu kau lakukan pada Dia. Kalau sabda ini diterima dengan hati terbuka, tak ada keluarga Katolik yang semena2 terhadap pembantu. Pakai "kasih" sebagai dasar utama, maka semua akan gembira (karena "orang Kristen itu gembira," kata Paus)
Jadi, berapa besar kita harus menggaji pembantu rumah tangga (atau karyawan kecil lainnya)? Terserah seberapa besar kasih Anda pada perwujudan Kristus di dunia ini. Tetangga umumnya memberi 500 ribu misalnya. Kalau pakai mekanisme pasar, jawaban kita sebagai majikan mungkin "saya beri 600 ribu saja; bukankah sudah lebih dari cukup?" Tapi untuk yang sudah berlebih kemampuannya, kenapa tidak lebih besar? Sepuluh kali lipat? Kenapa tidak, kalau mampu? Yang utama, jangan lihat pasar. Jangan lihat berapa besar orang lain membayar.
Aku mengenal keluarga2 yang menggaji pembantunya dengan baik dan menyekolahkan anak2 pembantunya sampai lulus. Itulah Kristen sejati.Itu penginjilan yang diinginkan oleh Paus Fransiskus sekarang ini. Anggaplah mereka saudaramu sendiri.
Pembantu Rumah Tangga di Rumah Orang Katolik (2)
Lanjutan dari Kulit hitam: sering dicambuk oleh orang Kristen
- Pembantu Rumah Tangga di Rumah Orang Katolik (1) (Klik untuk baca)
- Tidak boleh istirahat di hari Minggu: Dalam Katekismus
Katolik, dalam Kesepuluh perintah Allah ada perintah "Kuduskanlah Hari
Tuhan"... Mungkin karena terlalu pendek, banyak orang Katolik
mengartikan, hanya orang Kristen yang harus beristirahat pada hari ketujuh, yang sekarang disebut hari
Minggu. Orang lain, pembantu di rumah, yang bukan Kristen, kan tidak terikat oleh
hukum itu? Benar? Salah...
Perintah aslinya, yang berasal dari Kitab Keluaran 20:10, mengatakan:"tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu."
Nah, hewan pun tidak diperkenankan untuk bekerja terus menerus, apalagi manusia. Harus ada istirahat. (Mungkin pada perbaikan naskah katekismus yang akan datang, kalimat ini perlu dicantumkan lagi dan tidak terlalu pendek. Mohon Bapa Uskup mengusulkan ke Vatikan.)
Negara-negara Barat banyak yang punya hukum untuk melindungi pekerja kecil seperti PRT ini. Singapura juga. Ada LSM yang mendorong pemerintah untuk melindungi PRT. Maka akhirnya dibuatlah peraturan bahwa semua PRT di Singapura harus diberi istirahat satu hari seminggu. Sayangnya, kalau tidak salah, ada klausula, pada hari istirahat itu PRT boleh tidak beristirahat kalau ada kompensasi uang. Apa arti uang bagi orang Singapura yang rata2 sangat kaya itu? Mereka negara terkaya ketiga di dunia (dari rata2 kekayaan penduduk). Dengan mudah mereka akan kasih uang, dan PRT tetap "dipenjara" di rumah dengan legal tanpa melawan hukum.
Tadi aku sebut lembaga2 sosial, LSM, di Singapura yang mengusahakan perbaikan nasib para PRT di Singapura. Apakah itu LSM Katolik? Bukan. Adakah yang menulis beberapa di antaranya mewakili umat Katolik? Tidak... Aduh, sedih... ke mana saja saudara2ku orang Katolik Singapura itu? Apakah mereka tidak ada waktu karena sedang berdoa atau berkotbah tentang cinta kasih? Gereja sebagai gereja, tidak boleh ikut politik. Tapi sebagai individu, orang Katolik perlu ikut memperjuangkan. Dan perlu berkata saya memperjuangkan karena saya Katolik. Inilah salah satu bentuk penginjilan (evangelisasi) yang diharapkan Paus Fransiskus. "Aku Katolik. Aku membela orang yang miskin dan menderita."
Aku tidak tinggal di sana, jadi tidak tahu tepat apa yang terjadi. Tapi minimal dari berita koran Straits Times, tidak ada kata "katolik" yang tersisip dalam ulasan2 tentang PRT di sana (karena dulu tinggal di Batam, aku sangat sering ke Singapura, kadang tiap minggu). Dari artikel yang ada, tahun 1987 ada LSM yang aktif membela PRT. Tidak banyak jumlah orangnya; kalau tidak salah cuma 22 orang. Tapi tercatat di situ, dan aku bangga, bahwa sebagian dari mereka mengaku bergerak karena mereka Katolik. Karena pemerintah saat itu sedang sangat keras, mereka ditangkap. bahkan dituduh komunis. Ditahan tidak lama. Tapi tak lama kemudian LSM itu bubar... dan kata "Katolik" tidak tersisip lagi di koran, sampai sekarang (untuk urusan itu).
Entah bagaimana gerakan umat Katolik di sana saat ini. Juga entah apakah pastor di sana sering mengingatkan umatnya soal ini dalam homili.
- Di Indonesia sendiri, dalam 10 tahun ini rasanya aku tidak mendengar ada gerakan umat Katolik untuk membela PRT. Entah ada atau tidak ulasan tentang ini (dan cukup sering kah) di majalah Hidup. Juga 10 tahun ini dalam homili aku tidak mendengar kata PRT kecuali saat perayaan Natal atau Paskah 2 - 3 tahun lalu, di mana Pastor Eddy meminta kita menyayangi orang kecil, termasuk pembantu di rumah kita. Aku sangat menghargai itu... Umat perlu bergerak, tapi pastor bisa berpengaruh besar sekali kalau mau menekankan masalah ini berkali-kali dalam homili. Kristus sering sekali kita temui, dalam bentuk pembantu di rumah, office boy di kantor, satpam di lingkungan rumah (atau gereja), penjaja makanan kecil yang lewat di depan rumah, dst.
Maaf, aku tahu tulisan ini mungkin akan membuat tidak senang sebagian orang, juga saudara2, anak2, menantuku, serta teman2 semua, khususnya ibu2 rumah tangga. Tapi aku harus mengatakan yang seharusnya.
Tuesday, September 1, 2015
Paus Fransiskus: Pastor dapat mengampuni wanita yang pernah melakukan aborsi
Ringkasan dari tulisan
Daniel Burke, CNN, Editor Agama
Daniel Burke, CNN, Editor Agama
September
1, 2015
- Izin dari uskup tidak lagi diperlukan untuk menghindari ekskomunikasi (pengucilan, dikeluarkan dr gereja)
- Perubahan kebijakan ini hanya berlaku di tahun “Kerahiman/Belas Kasihan” kalendar Gereja Katolik, dari 8 Desember tahun ini sampai 20 November 2016
- Paus tidak mengubah pandangan gereja bahwa aborsi adalah "kejahatan moral"
(CNN) Lagi-lagi Paus Fransiskus mengguncang dunia Katolik pada hari Selasa dengan mengumumkan bahwa wanita yg menyesal krn melakukan aborsi dapat meminta pengampunan dari pastor selama "Tahun Kerahiman" mendatang.
Secara tradisional, orang yang
terlibat dalam aborsi, yang dikutuk sebagai dosa besar oleh gereja, dianggap otomatis
di-ekskomunikasikan (dikeluarkan dari gereja), dan hanya seorang uskup bisa mengangkat larangan tersebut. Pengumuman Paus ini datang hanya beberapa minggu sebelum ia
dijadwalkan untuk mengunjungi Amerika Serikat, di tengah perdebatan sengit tentang
aborsi di AS.
Menurut jajak pendapat baru
yang dilakukan oleh Public Religion Research Institute, 51% dari Amerika
Katolik percaya aborsi harus diperbolehkan secara hukum dalam semua kasus, sementara 45% mengatakan itu
harus tidak boleh dalam semua
kasus. Pada
jam-jam setelah pengumuman Francis ini, umat Katolik di kedua kubu perdebatan itu mencari celah untuk memelintir pernyataan Paus yg populer ini.
Kebijakan baru Paus ini tidak mengubah doktrin gereja, dan secara teknis hanya berlaku untuk Tahun Kerahiman ini.
Kebijakan baru Paus ini tidak mengubah doktrin gereja, dan secara teknis hanya berlaku untuk Tahun Kerahiman ini.
"Saya prihatin akan semua wanita yang pernah menjalani aborsi," Paus melanjutkan. "Saya menyadari adanya tekanan yang menyebabkan mereka untuk mengambil keputusan ini."
Tahun khusus gereja ini dimulai pada tanggal 8 Desember ini sampai 20 November 2016. Seorang pejabat Vatikan mengatakan ada kemungkinan Paus akan memungkinkan kebijakan ini berlaku selamanya.
Mendorong rahmat
Dengan kebijakan aborsi baru, Fransiskus tampaknya menunjukkan adanya "jalan ketiga" untuk memerintah gereja. Dia bergerak ke luar dari retorika saja, tetapi tidak cukup mengubah praktek gereja lama.
Pemimpin gereja di Amerika Serikat mengatakan, banyak uskup Amerika (tambahan, juga di Indonesia) sudah mengizinkan imam mengampuni dosa aborsi dalam Sakramen Pengakuan Dosa. "Hal yang baru adalah bahwa Paus Fransiskus ... membuat izin itu universal," kata Pastor James Martin, pastor Yesuit dan editor American Magazine di New York.
Selama bertahun-tahun, Fransiskus, Paus pertama dari Amerika Latin, adalah uskup agung Buenos Aires, kota dengan banyak umat Katolik miskin. Dalam pernyataannya Selasa ini, Paus mengatakan bahwa ia pernah bertemu "begitu banyak wanita" yang terluka oleh keputusan yang "menyiksa dan menyakitkan" untuk melakukan aborsi itu.
"Pengampunan Tuhan tidak boleh ditolak untuk orang yang telah bertobat," kata Paus.
…
Bagaimanapun, keputusan Paus Fransiskus ini 'tidak mengubah ajaran-ajaran Gereja Katolik tentang beratnya dosa aborsi, yang dalam hukum Gereja sebut sebagai "kejahatan moral."
Saturday, August 10, 2013
Paus Fransiskus (4) : Pentungan di kepala kita
Beberapa perkataan Paus Fransiskus menyerupai pentungan yg jatuh ke kepala kita saat sedang bermimpi indah.
Kalimat di atas tadi masih ditambah lagi... Ini diambil dari BBC News. "He urged journalists to get to know the Church with its "virtues and sins" and to share its focus on "truth, goodness and beauty"
Dan memang gereja telah meminta maaf, mengakui kesalahannya pada beberapa kasus. Misalkan saja tentang hukuman gereja untuk Galileo Galilei. Meski kejadiannya telah berlalu lebih dari 350 tahun, pengakuan bahwa gereja bersalah telah menghukum Galileo melegakan hati banyak orang.
Namun, seperti dikatakan juga, marilah kita lebih memusatkan perhatian kita pada "kebenaran, kebaikan, dan keindahan" gereja daripada kesalahannya. Dan juga, seperti kata Bapa Suci, ikutilah para uskupmu. Bantulah mereka.
"The church is a human institution."Gereja adalah badan atau organisasi manusia, katanya ! Jadi, bukan organisasi superhuman atau di atas manusia. Ini serupa dengan pentungan bagi kita yg biasa mengartikan hakikat gereja dari satu sisi saja.
![]() |
Pengadilan Galileo
|
Kalimat di atas tadi masih ditambah lagi... Ini diambil dari BBC News. "He urged journalists to get to know the Church with its "virtues and sins" and to share its focus on "truth, goodness and beauty"
The Church with its "virtues and sins".Terjemahan bebasnya, gereja punya banyak keutamaan atau kebaikan tapi jg ada dosa2nya ! Gereja sebagai institusi bisa bikin dosa. dan dia bilang "sins". Artinya bukan cuma satu saja. Jadi bukan hanya paus, atau uskup, atau pastor, atau umat, yg bisa bikin dosa, tapi juga gereja.
Dan memang gereja telah meminta maaf, mengakui kesalahannya pada beberapa kasus. Misalkan saja tentang hukuman gereja untuk Galileo Galilei. Meski kejadiannya telah berlalu lebih dari 350 tahun, pengakuan bahwa gereja bersalah telah menghukum Galileo melegakan hati banyak orang.
Namun, seperti dikatakan juga, marilah kita lebih memusatkan perhatian kita pada "kebenaran, kebaikan, dan keindahan" gereja daripada kesalahannya. Dan juga, seperti kata Bapa Suci, ikutilah para uskupmu. Bantulah mereka.
Subscribe to:
Posts (Atom)



