Tuesday, June 9, 2026

Anna, Nenek Yesus

Berikut ini adalah cerita indah Kahlil Gibran tentang masa kecil Yesus. Sekali lagi... cerita.

Memetik buah

ANNA,  NENEK  YESUS

Terjemahan dari Anna, The Mother of Mary._
 Dalam buku Jesus, The Son of Man

Karya Kahlil Gibran

YESUS, buah hati putriku, lahir di sini, di Nazaret, pada bulan Januari. Di malam kelahirannya, kami didatangi oleh para lelaki dari ufuk Timur. Mereka orang-orang Persia yang tiba di Esdraelon menyusuri kafilah Midian dalam perjalanan menuju Mesir. Karena tak menemukan ruang di penginapan, mereka pun mencari naungan di rumah kami.

Kusambut mereka, lalu kukatakan, "Putriku telah melahirkan seorang putra malam ini. Sungguh, kuharap kalian memaafkan jika layananku tak sehangat semestinya seorang nyonya rumah."

Mereka berterima kasih atas naungan yang kuberi. Dan setelah bersantap, mereka berkata kepadaku, "Kami ingin melihat sang bayi yang baru lahir."

Sungguh, Putra Maria itu memikat mata, dan ibunya pun memancarkan keanggunan.

Tatkala orang-orang Persia itu memandang Maria dan bayinya, mereka mengeluarkan emas dan perak dari pundi-pundi mereka, beserta mur dan kemenyan, lalu meletakkan semuanya di kaki sang bayi.

Lalu mereka bersimpuh dan berdoa dalam bahasa asing yang tak kami pahami.

Dan ketika kutuntun mereka ke bilik tidur yang telah kusediakan, langkah mereka seolah terhanyut dalam kekaguman atas apa yang baru saja mereka saksikan.

Saat fajar menyingsing, mereka meninggalkan kami dan menyusuri jalan menuju Mesir.

Namun, di saat perpisahan, mereka berbisik kepadaku, "Sang bayi baru berumur sehari, namun kami telah melihat cahaya Tuhan kami di dalam matanya, dan senyum Tuhan kami terukir di bibirnya. Kami memintamu menjaganya, agar ia kelak dapat melindungi kalian semua."

Selepas berkata demikian, mereka menunggangi unta-unta mereka, dan kami tak pernah lagi melihat mereka.

Adapun Maria, ia tak terlalu tampak girang atas buah hati pertamanya, melainkan dipenuhi oleh ketakjuban dan kekaguman.

Ia akan menatap bayinya, lalu memalingkan wajah ke jendela, menatap jauh ke langit seakan-akan ia tengah menyaksikan wahyu.

Dan terbentanglah lembah-lembah sunyi di antara hatinya dan hatiku.

Sang anak pun tumbuh, baik raga maupun jiwanya, dan ia berbeda dari anak-anak lain. Ia menyendiri dan sulit dikekang, hingga tanganku tak kuasa menahannya.

Namun, ia dicintai oleh semua orang di Nazaret, dan di dalam hatiku, aku tahu alasannya.

Seringkali ia mengambil makanan kami untuk diberikan kepada orang yang lewat. Dan ia akan memberikan permen yang kuberikan kepadanya kepada anak-anak lain, sebelum sempat menyentuhnya dengan mulutnya sendiri.

Ia memanjat pohon-pohon di kebun buahku untuk memetik buahnya, namun tak pernah memakannya sendiri.

Ia pun berlomba lari dengan anak-anak lelaki lain, dan terkadang, karena kakinya lebih lincah, ia sengaja memperlambat langkah agar mereka dapat melewati garis finis sebelum ia mencapainya.

Dan terkadang, ketika kutuntun ia ke tempat tidurnya, ia akan berkata, "Katakan kepada ibuku dan yang lainnya, bahwa hanya ragaku yang akan terlelap. Pikiranku akan tetap bersama mereka, hingga pikiran mereka tiba di fajar pagiku."

Banyak kata-kata ajaib lain yang ia ucapkan semasa kecil, namun usiaku telah terlalu renta untuk mengingatnya.

------------------------------

KINI, mereka berkata kepadaku bahwa aku tak akan pernah melihatnya lagi. Namun, bagaimana mungkin aku mempercayai ucapan mereka?

Aku masih mendengar tawanya, dan denting langkah kakinya berlarian di rumahku. Dan setiap kali kucium pipi putriku, keharuman-Nya kembali menyergap hatiku, dan tubuh-Nya seakan-akan memenuhi lenganku.

Namun, bukankah sangat ganjil bahwa putriku tak pernah berbicara tentang buah hati pertamanya kepadaku?

Terkadang rasanya kerinduanku kepada-Nya lebih besar daripada kerinduannya. Ia berdiri tegar menghadapi hari, seakan-akan ia adalah patung perunggu, sementara hatiku meleleh dan mengalir menjadi sungai-sungai air mata.

Mungkin ia mengetahui sesuatu yang tak kuketahui. Alangkah baiknya jika ia sudi menceritakannya kepadaku juga.
EN

*** Catatan:  6 - 7 Januari adalah hari pesta kelahiran Yesus bagi gereja Apostolik Armenia dan  Gereja2 Ortodoks. 
Kahlil Katolik... Gereja Katolik Maronit berada dalam persatuan dengan Roma. Maka Natal adalah tanggal 25 Desember.  Demi solidaritas dengan saudara2 gereja lain, Kahlil menulis Januari. 
Perhatikan bagaimana Kahlil menekankan bagaimana Maria "menjaga segala sesuatu dalam hatinya."  Menyimpan rahasianya.