Saturday, November 21, 2015

Perubahan Budaya Dunia




Paus Fransiskus meminta adanya perubahan budaya, dan menelanjangi tiga budaya palsu yang telah diciptakan oleh materialisme dalam dunia kita:

  1. “Budaya kenyamanan yang membuat kita hanya memikirkan diri kita sendiri;
  2. Budaya sampah yang merebut sumber2 yang ada hanya untuk menikmatinya sejenak dan kemudian membuangnya; dan
  3. Budaya ketidakpedulian yang membikin kita tidak peka terhadap penderitaan orang lain, tidak peduli seberapa beratnya
Kata2 Paus Fransiskus ini  mirip dengan pengamatan Paus Benediktus dalam ensikliknya "Karitas dalam Kebenaran" (2009): Masyarakat yang semakin global membuat kita banyak tetangga tetapi tidak membuat kita makin bersaudara.

*****************

Renungan: Apakah kita pengikut salah satu dari tiga budaya palsu tadi ? 

*****************

Friday, November 20, 2015

Anda senang bisa menolong orang?

Nietzsche, ahli filsafat Jerman, ateis, yang terkenal dengan ucapannya "God is dead"


Rasa senang dan bahagia
bila kita menolong orang



Ada ucapan lain dari Nietzsche yang menarik utk kita orang Kristen...

"Bukankah seharusnya orang yg memberi bersyukur bahwa ada orang yg mau menerima (sedekahnya)? ... Lalu, bukankah menerima pemberian itu tindakan belas kasihan (pada yg memberi)?"
Setelah beramal, rata2 kita merasa senang, bahagia... Nietzsche bertanya, lalu, bukankah itu sendiri sudah merupakan "hadiah", imbalan, upah, bagimu? Agak berbelit, tapi masuk akal.

Soal beramal, Yesus berkata,
"Tetapi jika engkau memberi sedekah, janganlah diketahui tangan kirimu apa yang diperbuat tangan kananmu. Hendaklah sedekahmu itu diberikan dengan tersembunyi, maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."

Artinya, jangan menyombongkan diri dengan cerita ke teman2. Juga dikatakan
"Dan apabila kamu berdoa, janganlah berdoa seperti orang munafik. Mereka suka mengucapkan doanya dengan berdiri dalam rumah-rumah ibadat dan pada tikungan-tikungan jalan raya, supaya mereka dilihat orang. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya."
Apakah "rasa senang", "rasa bahagia" bila kita memberi sedekah juga sudah merupakan upah kita?

Jangan terlalu pusing... Beramallah dengan kasih. Jangan takut akan rasa senang atau bahagia itu... Tuhan tahu apa yang ada di hatimu, apakah itu kasih, atau kesombongan...

********************


 

Untuk para suami dan isteri



Pasangan Katolik
 

Berdoa dan berusahalah supaya kamu dan pasanganmu dpt tumbuh bersama... Paus minta, 


"Coba selalu berusaha supaya pasanganmu dapat tumbuh. Usahakan ini. Dan bila demikian... saya pikir suatu hari nanti Anda akan berjalan di sepanjang jalan kota Anda dan orang-orang akan berkata: 'Lihat wanita cantik itu, begitu kuat..! Kalau melihat suaminya, itu bisa dimengerti!' Dan Anda juga: ‘Lihatlah bagaimana suaminya..! Dengan istri seperti itu, saya bisa mengerti mengapa begini!"

Tuesday, November 17, 2015

Persatuan dengan saudara kita Kristen Protestan



Saudara Kita, Umat Kristen Protestan
NCR, 16 Nov 2015


Paus berdoa bersama pendeta Protestan

Bolehkah saudara Protestan kita terima komuni di gereja Katolik? Paus menjawab: dahulu Santo Paulus berkata, kita "satu iman, satu baptisan, satu Tuhan … Dari sana, ambil konsekuensinya."
 
“Kita sama2 dibaptis, kita harus berjalan bersama,” kata Paus.

Tapi … "saya tidak akan pernah berani memberikan izin untuk ini (mengajak komuni bersama) karena itu bukan kompetensi saya," katanya. Tapi kita "satu Baptisan, satu Tuhan, satu iman. Berbicaralah dengan Tuhan dan majulah.

Doa

“Tuhan Yesus, kami mengasihi saudara2 Protestan kita; satukan kembali gerejamu, sehingga kita menjadi satu kawanan dengan satu gembala.”

Monday, November 16, 2015

Paus: Tidak Perlu Horoskop, Lihat Yesus saja...



Minggu ini gereja bicara tentang akhir zaman…
 

Ini pesan Paus: “Tujuan akhir dari hidup kita di bumi, adalah pertemuan kita dengan Kristus yang Bangkit. Berapa banyak dari Anda berpikir tentang itu?" Ia bertanya

Masalahnya bukan pada kapan tanda-tanda akhir dunia itu terjadi, katanya, tapi apakah kita siap untuk bertemu Yesus Kristus.

Tapi ingat, Yesus bukan hanya tujuan akhir dari ziarah kita di bumi ini, Dia juga hadir dalam kehidupan kita sekarang ini, untuk menemani dan menyelamatkan kita dari nabi-nabi palsu. 


Lalu Paus tanya, berapa banyak dari kita baca horoskop di majalah2. Paus bilang, jauh lebih baik melihat pada Yesus, yang sabdaNya akan membimbing kita dan tetap menyertai kita.






***********
Doa hari ini


"Ya Yesus... Kuatkan kami, bimbing kami, sehingga kami siap menemuiMu kapan saja... Amin"





Sunday, November 15, 2015

Kaul untuk Miskin

Mereka Pilih Miskin



Berbicara tentang gereja miskin, mau tak mau kita harus melihat orang2 yang pilih hidup miskin untuk gereja: para biarawan, romo, bruder dan suster.

Terima kasih kami sampaikan padamu semua karena telah mengabdikan diri untuk kita semua... Amiiiin.

*******************

Adakah romo, bruder, atau suster yang mengubah hidupmu? Yang memberimu pencerahan? Yang tak kan kau lupakan?  Ceritakan di sini....

******************
# Maaf, karena keterbatasan tempat, hanya 24 romo yang saya tampilkan...

Friday, November 13, 2015

Mahkota untuk Orang Miskin



Mahkota Kepausan, Dijual untuk Orang Miskin

Mahkota kebesaran pada gambar atas itu digunakan untuk penobatan paus Paus Paulus VI pada tahun 1963. Ini merupakan mahkota paus terakhir sampai saat ini. 


Dijual untuk Orang Miskin

Paus Paulus mengenakan tiaranya beberapa kali
. Lalu dalam tindakan dramatis pada bulan November 1963, dia meletakkannya di atas altar Basilika Santo Petrus sebagai tanda kerendahan hati, melambangkan bahwa paus tidak lagi punya klaim apapun atas kekuasaan duniawi. Dia (dan paus sesudahnya) tidak pernah memakainya lagi. 

Lalu diumumkan bahwa tiara itu akan dijual dan hasil penjualan diberikan untuk amal. Namun, Kardinal Uskup Agung New York cepat turun tangan. Mahkota bersejarah itu dibeli oleh Gereja Katolik di Amerika Serikat. Sekarang mahkota itu dipajang secara permanen di Basilika Katolik di Washington, DC.

Pujian dan Kutukan

Keputusan Paus Paulus membuang mahkota itu menuai pujian dan kecaman. Kelompok progresif dalam gereja memuji tindakan itu sebagai langkah yang sesuai dengan "tanda zaman" dan menandai lahirnya kembali kepausan yang lebih informal. Sebaliknya, kaum konservatif mengritik tindakan itu sebagai pengkhianatan pada nilai2 tradisi mulia, dan bilang bahwa hanya anti-paus yang melakukan itu; bahkan ada yang berkata bahwa itu bukti Paus Paulus bukan paus sejati.

Paus Johanes XXIII

Sebelum itu, waktu Paus Johanes XXIII terpilih tahun 1958, belum tersedia mahkota khusus untuk dia. Perancang mahkota berkonsultasi dengan Paus mengenai desainnya. Paus meminta agar mahkota ringan saja, dan batu permata yang ada di situ dibuang separo, hasilnya disumbangkan pada orang miskin. (Paus ini terkenal suka jalan2 keluyuran sendiri ke pasar2).

Diskusi

  • Gerakan  “pilih orang miskin” telah muncul lama sebelum Paus Fransiskus terpilih. Tapi Paus sekaranglah yang paling getol dan gencar meneriakkannya. 
  • Seperti biasa, gerakan kemiskinan tidak mengenakkan banyak orang, maka orang Katolik konservatif  mengecam tindakan tadi.
  • Semoga dengan pendekatan Paus kita sekarang ini, umat makin dekat dengan visi gereja mengenai orang miskin.