Sunday, December 13, 2015

Romo Franz Magnis Suseno di tukang sepatu... (2)

Penjelasan Romo Magnis tentang kisah di atas...


Baca : Romo Franz Magnis Suseno di tukang sepatu... (1)


Memang kurang lebih demikian. Bahwa itu tukang sepatu, saya lupa. Dia tidak bicara tentang orang kaya. Tetapi maksudnya memang orang kaya. 

Dia mengatakan: sejak gereja saya dibikin baru, saya merasa tak cocok (dan lupa apa ia juga mengatakan, saya tak punya pakaian yang cocok).

Mirip dengan yang ditulis St. Yakobus dalam suratnya tentang orang miskin yang disuruh duduk di belakang (Yak. 2, 2-4).

Tidak cukup menanggapi (oleh mereka yang sudah lumayan) bahwa orang miskin dengan pakaian sederhana welcome dalam gereja-gereja kita, kalau suasana adalah sedemikian rupa sehingga mereka – seperti tukang sepatu itu – tidak kerasan, merasa malu dlsb.

Dan betul, justru itulah yang mau diubah Paus Fransiskus.


Salam saya

Franz Magnis-Suseno 

** Pemakaian huruf ukuran besar dari redaksi

********************************************

Saturday, December 12, 2015

Romo Franz Magnis Suseno di tukang sepatu... (1)

Mohon izin Firda Nurfajrin - Kompasiana

Sekitar 30 tahun lalu. Romo Magnis sedang nongkrong di tukang sepatu seperti gambar di atas ini. Di sekitar Pramuka. Ada seorang lelaki lain di situ. Mungkin juga membetulkan sepatu. Tak lama, terjadi tanya jawab ini:

Pria: "Romo, dulu saya Katolik..."
Romo Magnis: "Oya?... Ke gereja mana?"
Pria: "Saya sudah tidak ke gereja lagi," katanya terus terang, dengan lirih dan nada berat.
Romo Magnis: "Kenapa?"
Pria: "Saya merasa tidak nyaman kalau datang ke gereja... Sepertinya gereja milik orang kaya."

Kurang lebih begitu tanya jawab sekilas yg konon diceritakan oleh Romo Magnis di depan mimbar. Entah apa lanjutan dari kisah romo ini. Entah apa renungan yg dibawakan olehnya di mimbar pada saat itu, 30 tahun lalu. Saya hanya dengar dari kawan yg ikut acara itu (saya percaya 100% tidak bohong)..

Saya ingin mengirim ini ke Romo Magnis untuk mendapat jawaban langsung darinya, dan apa pendapatnya tentang ini...

Tapi waktu saya ceritakan ini di group WA, terdengar umpatan yg tajam dan keras... "Dasar kampungan..." "Minder..." "Apa salahnya kalau kamu datang, tidak ada yg memperhatikan kamu..." dst dll.... Terdengar banyak "hakim" berbicara di group itu...  Kamu salah. Kamu dosa...

Waktu itu, Paus Fransiskus mungkin masih belum diangkat dan "penghakiman" pada saudara2 kita yg berdosa meluas. Setelah Paus sendiri tidak berani menghakimi ("Siapa aku ini sehingga berani menghakimi mereka?") entah bagaimana pendapat teman2 tadi...

Juga, entah bagaimana pendapat teman2 sekalian??? Mohon urun pemdapat...

EDIT: Baca komentar langsung romo Magnis pada post sesudah ini... Penjelasan Romo Magnis Terima kasih...

*******************************

Friday, December 4, 2015

Paus dan Darwin



Teori Darwin dan Paus Fransiskus


Barusan saya baca website Katolik di Indonesia dengan banyak pengikut, dengan pembimbing romo2, yang kurang lebih mengatakan bahwa gereja Katolik tidak percaya teori Darwin. Itu masih hipotesis; belum terbukti. Sedih… Karena masih terbawa pada pola pikir kuno 100 tahun lalu. 

Paus yang sekarang dengan jelas menyatakan, seperti ditulis di gambar, Tuhan bukan tukang sihir. Dan tidak harus jadi tukang sihir; menciptakan manusia dalam 1 detik. Kalau Tuhan dapat menciptakan manusia dalam 1 detik, tidak bolehkan Tuhan menciptakan manusia dalam 100 juta tahun?

Tuhan  menciptakan makhluk dan membiarkan mereka berkembang sesuai dgn hukum yg Dia berikan pada makhluk2 itu masing-masing, sehingga mereka berkembang dan jadi sempurna, kata Paus.

Masih bingung? Baca ini:

Tanya: Apakah teori Darwin masih hipotesis?
Jawab: Bagi dunia ilmu pengetahuan, teori Darwin  bukan hipotesis lagi. Yang tidak percaya teori Darwin sebaiknya tidak kuliah di bidang ilmu2 biologi, termasuk kedokteran. Karena hanya dengan dasar teori ini bisa dijelaskan adanya kuman2 yang dulu bisa dimatikan oleh antibiotik X, dan sekarang tidak mempan lagi.

T: Menurut Darwin, manusia berasal dari kera?
J: Tidak. Manusia dan kera punya leluhur yang sama. Entah seperti apa. Leluhur manusia mestinya mirip menusia.

T:  Apakah tidak hina kalau kita berasal dari hewan yang lebih rendah?
J:  Apakah lebih hebat kalau manusia berasal dari tanah liat?

T: Tapi Kitab Suci mengatakan begitu.
J: Kitab Suci adalah buku ajaran iman, bukan buku sejarah atau ilmu biologi. Boleh saja tidak sesuai sejarah, seperti Kitab Kejadian ini. Tapi intinya benar: manusia diciptakan Tuhan. Juga kisah Nabi Nuh jangan dianggap seperti kitab sejarah modern. Sulit sekali memasukkan semua jenis (spesies dan subspesies) makhluk yang ada di bumi ke dalam suatu kapal. Harimau saja ada 10 subspesies. Kalau  hanya satu pasang yang dimasukkan ke dalam kapal, 9 lainnya ke mana? Atau harus ikut teori Darwin lagi, 9 lainnya ber-evolusi (berkembang dan berubah) dari yang satu pasang. Serangga? Ada 2 - 7 juta jenisnya. Apakah Nabi Nuh harus ke Amerika Selatan dulu untuk mengumpulkan semua serangga itu?  Lalu dia mesti ke Australia untuk kumpulkan hewan2 berkantong seperti kanguru dan lain2? Bagaimana dengan ratusan jenis dinosaurus?

T: Jadi gereja mengikuti ilmu pengetahuan?
J: Ya. Tidak boleh ada ketidakserasian ajaran gereja dengan ilmu pengetahuan. Paus berkata, doktrin gereja bisa diubah sesuai zaman. Sebelum itu, seorang kardinal bilang, doktrin gereja bukan seperti toko yang sudah tutup, yang tidak buka lagi.

T: Apakah Paus percaya ada alien, makhluk luar angkasa?
J:  Kalau memang terbukti ada, ya, Paus akan percaya. Dengan jelas dia bilang begitu… Doktrin gereja yang akan diubah. Tapi sekarang belum terbukti ada. Baca: Paus dan Alien


Demikianlah sekilas pandangan gereja (sekarang) tentang Darwin dan evolusi. Yang penting, manusia bukan tercipta dari “hasil dari kejadian kebetulan,” melainkan hasil kecerdasan ilahi, "kasih Allah yang menciptakan kita.”

Semoga dengan ini tidak terulang dialog antara teman saya yang nakal dan guru agama di SMP dulu:

+ Pak, katanya manusia berasal dari kera?
-         -   Kamu yang berasal dari monyet ! 

***********************************

Wednesday, November 25, 2015

Satu orang bikin revolusi



Selingan: Rosa Parks
Satu orang bisa bikin revolusi


1 Desember  ini adalah peringatan peristiwa besar di AS. 60 tahun lalu, Rosa Parks, berkulit hitam, cantik, ditangkap polisi AS karena melanggar hukum: tidak mau disuruh pindah duduk ke tempat kursi bus untuk orang kulit hitam. “Aku tidak mau pindah,” katanya…  

Heran? 60 tahun lalu AS masih mendiskriminasi, menghina, orang kulit hitam secara luar biasa kejam, tidak manusiawi. Kulit hitam harus duduk di kursi di belakang bus.

Protes dan boikot bus muncul di mana2. Sampai akhirnya pemerintah federal AS mengeluarkan hukum yang menghentikan segregasi, pemisahan, atas dasar ras. Tapi proses tidak mudah. 

Tahun 1963, dua murid kulit hitam tidak boleh daftar di universitas di Alabama karena kulitnya. Gubernur Alabama, George Wallace, menentang pemerintah federal. Pesiden Kennedy, yang Katolik dan tidak suka dengan tindak melawan perikemanusiaan, memerintahkan gubernur untuk tunduk pada hukum. Gubernur tetap melawan; maka Kennedy perintahkan menteri pertahanan untuk memanggil pasukan Alabama. Gubernur akhirnya menyerah… Sejak itu asimilasi orang kulit hitam makin cepat, sampai akhirnya Obama bisa jadi presiden.

Yang perlu ditekankan: semua ini dimulai oleh satu orang. Rosa. Yang bilang, “Tidak, saya tidak mau”.

Renungan:

Anda juga bisa…

********************** 
Rosa Parks, kemudian bisa duduk di depan.

Lelucon Paus: Pilih Orang Miskin



Paus Fransiskus berbicara tentang bahaya kelekatan kita pada barang duniawi. Dia bilang, bila imam atau biarawati lekat pada uang, mereka secara tidak sadar akan lebih memilih orang-orang yang punya uang

Dia menambahkan lelucon; Paus menceritakan kisah suster yang begitu lekat dengan uang sehingga ketika ia pingsan seseorang menyarankan menempelkan uang 100 peso di hidungnya supaya bangun. Kata Paus, mereka yang ditahbiskan dan dikonsekrasikan harus selalu memilih pilihan pilih orang miskin.

Ateis Masuk Surga (2)



Ibu Ateis ini Diterima Tuhan di sisiNya
 

Ini cerita Paus kita: “Si salah satu pertemuan, saya bertemu beberapa orang dan saya bertemu dengan seorang wanita yang berkata pada saya Ketika ibu saya tahu bahwa saya telah dilecehkan (Red. oleh pastor), dia menyumpah2, hilang imannya dan dia meninggal sebagai ateis. Saya memahami wanita itu. Saya mengerti. Dan Tuhan yang lebih baik dari saya, tentu memahaminya. Dan saya yakin wanita itu telah diterima oleh Tuhan. Karena yang dilecehkan, dihancurkan, adalah dagingnya sendiri, daging putrinya…

Sumber sepertinya dapat dipercaya, Vatikan.