Showing posts with label doa. Show all posts
Showing posts with label doa. Show all posts

Tuesday, November 3, 2015

Bangga Menekan Orang Kecil


Mengapa Banyak Orang Bangga Menekan Harga Pada Pedagang Kecil?
Tulisan saya kutip dari kiriman di group WA. Kalau ada penulis aslinya, dengan senang hati akan saya cantumkan nama beliau di sini. Terima kasih...

Beberapa waktu lalu saya mengunjungi Pak Ujang (65 tahun), pemilik kios ikan kecil di bilangan Jakarta Pusat. Saya sering ke sana. Kiosnya sangat sederhana, berupa papan kecil seluas 2,5 x 4 meter. Beliau sudah lebih dari 30 tahun berjualan ikan hias di sana. Di sudut kanan toko terdapat sebuah tangga menuju lantai dua. Lantai yang memiliki tinggi 1 m merupakan tempat tinggal Pak Ujang dan istri.


Tepat saat saya berkunjung, muncullah seorang pembeli yang menggunakan mobil mewah brand Jerman. Awalnya Si Pembeli membeli makanan ikan seharga Rp 5.000,- Ia pun berusaha keras menawar. Akhirnya Pak Ujang sepakat menjual Rp 9.000,- per dua bungkus. Si Pembeli kemudian melihat ikan koi tiga warna berukuran sekitar 30 cm. Pak Ujang menjual dengan harga Rp. 40.000,- per ekor. Terjadilah tawar-menawar.  Si pembeli terus memaksa ingin memiliki ikan tersebut dengan harga Rp 25.000,-. Katanya, ikan begitu tidak layak dihargai Rp 40.000,-

Pak Ujang terlihat sangat keberatan menjual ikan tersebut di bawah Rp 35.000,-. Namun, saya sendiri menyaksikan betapa kerasnya si pembeli menawar dan memaksa. Akhirnya Pak Ujang pun luluh dan menjual empat ekor dengan harga yang diinginkan pembeli. ”Ikan ini sudah hampir 1 bulan tidak laku,” Jawabnya setelah saya menanyakan alasannya menjual. Si Pembeli kembali membeli tanaman air yang harusnya berharga Rp 5.000,- per buah. Begitu gigihnya mendapat 4 buah dengan uang Rp 10.000,-, sampai-sampai Si Pembeli memasukkan sendiri dua tanaman air tambahan ke plastik.
Tidak berhenti sampai di sana, saat hendak membayar, dia pembeli kembali meminta dua ekor ikan kecil seharga Rp 5.000,- per ekor untuk mainan anaknya. Dan Pak Ujang akhirnya memberikan.

Saya merenung. Banyak orang sering sekali berhemat setiap keping rupiah dari si miskin. Mereka sering mengganggap harga barang dari seorang pedagang kecil atau pasar tradisional tidak pantas dan menawar serta puas karena bisa berhemat setidaknya Rp 500,- Kemudian mereka berjalan ke mall dan tidak bertanya kepantasan dari harga secangkir kopi Rp 60.000,- atau semangkok bakso Rp. 40.000,-  Mereka bahkan membeli dengan bangga dan malu bila menawar.

Mereka menawar dari tukang becak yang harus mengayuh sepeda dengan berat, tetapi tidak pernah memprotes argo taksi yang bergerak tak terkendali.

Setelah itu, mereka akan bicara tentang pengentasan kemiskinan. Mereka salahkan pemerintah atas data-data kemiskinan yang tidak pernah turun. Padahal di balik itu, mereka mengeksploitasi Si Miskin.

Mereka berusaha berhemat setiap keping rupiah dari Si Miskin yang bekerja lebih keras, lebih berat, dan panas untuk memberi makan keluarganya. Namun, mereka menghabiskan uang yang jauh lebih banyak di mall tanpa menanyakan kepantasannya.
Dan sadar ataupun tidak... mereka mungkin adalah kita…?

Diskusi
Ada faktor psikologi tersendiri waktu tawar menawar dengan pedagang kecil ini... Sering kali bukan nilai uang yang berperan, melainkan "menang atau kalah", "memeras atau diperas." Kalau beli sedikit mahal, bukankah kita merasa tertipu?

Kalau cara pikir diubah sedikit, akan jauh berbeda transaksi tsb... Bagaimana kalau "Biar, ah. Dia perlu makan. Katanya kita tidak boleh kasih pengemis; ini orang berdagang dengan baik2, perlu dihargai"... 

Tawar dikit, bolehlah. Lalu kasih duitnya dan mungkin tdk perlu ambil kembaliannya kalau mood sedang bagus... Kenapa tidak?

******************
******************

Wednesday, October 28, 2015

Dua Uskup Agung baru, pembela orang miskin



Paus Fransiskus bikin kejutan lagi. Dia menunjuk dua uskup agung baru yang memiliki "bau domba."

Yg satu, Matteo Zuppi, seblm ini uskup pembantu di Roma; yg lain, Corrado Lorefice, 53 th, seblm ini cuma pastor paroki di Keuskupan Noto di Sisilia.

Kedua uskup baru ini rohaniawan sederhana, dikenal krn banyak bekerja untuk orang miskin, org yg terbuang dan dalam kesulitan (Zuppi) dan mereka yang terjebak dalam prostitusi dan migran (Lorefice).

Zuppi, 59, dikenal sangat ramah dan baik. Dia dicintai oleh orang-orang miskin, orang buangan, kaum gipsi, dan orang-orang tua yang telantar; ia menghabiskan hidupnya melayani mereka.

Pengangkatan ini meneguhkan visi Paus, gereja untuk orang miskin. Dulu orang yang kurang setuju dgn paus memelesetkan visi itu dengan "berjiwa miskin" (tidak salah sih). Tapi makin lama paus makin jelas menunjuk ke kemiskinan dunia ini. Orang miskin, kere.... Itulah yang perlu dirangkul gereja... Sudahkah itu menjadi pedoman gereja di paroki Anda ?

Edit: artikel semula menyebut "kardinal". Salah baca..

Pembantu Rumah Tangga orang Katolik (3)

Lanjutan dari   Kulit hitam: sering dicambuk oleh orang Kristen.

  • Gaji: Saya tidak bicara mengenai keluarga miskin yang terpaksa memakai dan menggaji pembantu karena keadaan sangat memerlukan. Keluarga itu dengan amat bersusah payah berusaha menggaji pembantunya dari segala kekurangannya... Hemat sini, irit sana, dan akhirnya mereka bisa.
  • Tapi sebagian orang yang mampu, bahkan amat sangat lebih dari mampu, kadang berpikir, kalau gaji bisa lebih rendah mengapa tidak? Toh semua ini hukum pasar. Dia mau, dia senang, aku senang, tanpa paksaan... Maka dicari cara untuk meminimalkan gaji tadi. Aku ambil contoh saja peraturan di Singapura. Karena di sini belum ada peraturan apapun. Sedang digarap LSM (yang mungkin bukan Katolik)... Di sana ada ketentuan, misalnya PRT harus digaji 400 dolar. Nah, bagi sebagian orang Katolik, kalau bisa diatur supaya pembantunya mau menerima 250 dolar, bukankah itu bagus? Dia senang, karena untuk ukuran Indonesia, itu sudah cukup besar. Nyonya majikan juga senang karena ada uang lebih untuk beli parfum Crocodile alias Lacoste atau Elizabeth Arden, tiap bulan. Bukankah kalau kumpul berdoa ke gereja perlu wangi? Juga mungkin uang bisa didermakan ke gereja, karena rumah Tuhan perlu dibuat megah.

    Di sini orang Katolik ini lupa pada ajaran gereja yang dituangkan dalam ensiklik Rerum Novarum (lebih dari 100 tahun lalu) dan Quadragesimo Anno. Intinya, jangan serahkan gaji pada mekanisme pasar! "Toh, tidak dipaksa, dia mau." Itu mekanisme pasar. Apalagi, pada kasus di atas, pembantu tadi telah ditipu karena seharusnya minimal dia memperoleh gaji setara yang ditetapkan negara. Sangat menyedihkan kalau ini dilakukan oleh orang Katolik yang rajin ke gereja. Apa ini terjadi? Coba tanya pada komunitas Katolik di sana...
  • Jadi bagaimana seharusnya orang Katolik menggaji karyawan kecil atau pembantunya? Pertama, ikuti aturan pemerintah (kalau kamu mampu, karena ada yang tidak mampu). Kedua, ingat bahwa pekerja-pekerja terkecil itu adalah perwujudan Kristus di dunia. Yesus sendiri yang bilang, apa yang kau lakukan pada mereka, itu kau lakukan pada Dia. Kalau sabda ini diterima dengan hati terbuka, tak ada keluarga Katolik yang semena2 terhadap pembantu. Pakai "kasih" sebagai dasar utama, maka semua akan gembira (karena "orang Kristen itu gembira," kata Paus)

    Jadi, berapa besar kita harus menggaji pembantu rumah tangga (atau karyawan kecil lainnya)? Terserah seberapa besar kasih Anda pada perwujudan Kristus di dunia ini. Tetangga umumnya memberi 500 ribu misalnya. Kalau pakai mekanisme pasar, jawaban kita sebagai majikan mungkin "saya beri 600 ribu saja; bukankah sudah lebih dari cukup?" Tapi untuk yang sudah berlebih kemampuannya, kenapa tidak lebih besar? Sepuluh kali lipat? Kenapa tidak, kalau mampu? Yang utama, jangan lihat pasar. Jangan lihat berapa besar orang lain membayar.

    Aku mengenal keluarga2 yang menggaji pembantunya dengan baik dan menyekolahkan anak2 pembantunya sampai lulus. Itulah Kristen sejati.Itu penginjilan yang diinginkan oleh Paus Fransiskus sekarang ini. Anggaplah mereka saudaramu sendiri.

Pembantu Rumah Tangga di Rumah Orang Katolik (1)

Lanjutan dari  Kulit hitam: sering dicambuk oleh orang Kristen
(Klik untuk baca)

 
Kisah sedih tentang pembantu rumah tangga (PRT) sering terdengar: yang dianiaya sampai cacat, yang dihukum mati, dihukum penjara karena menganiaya majikan atau anak majikan, dst. Kisah mengenaskan sebagai subyek. ataupun obyek. Di luar negeri, maupun dalam negeri.

PRT juga yang, dalam bentuk lebih ringan, kadang diperlakukan mirip budak belian pada masa kini, di sini, oleh sebagian orang Katolik. Begini:


  • Tidak boleh keluar rumah sendiri: Mungkin ada sebagian majikan Katolik yang aktif sekali di gereja, aktif berdoa, rajin pelayanan, daaan .... menerapkan peraturan ini. "Kalau dibiarkan keluar sendirian, nanti dia ke tetangga dan diambil oleh tetangga; saya jadi repot." Begitu alasannya... Tega ya! Demi kepentingan pribadi, kita bikin sengsara sesama manusia, mengambil hak asasinya yang sangat dasar, kebebasan. Atau mungkin majikan Katolik itu berpikir, PRT ini gembira tidak keluar rumah? Bukankah seluruh rumah adem, ada AC, banyak pesawat TV? Semua tersedia buat PRT, kecuali satu, kekebasan. (mirip penjara model baru yang sedang dirintis di Eropa?)

    Apakah kita mengetahui ada kasus ini di lingkungan paroki kita? Tidak tahu? Mungkin perlu bertanya2. Terbuka saja. Siapa tahu ada.. Kalau tahu ada, adakah umat atau salah satu kelompok kategorial, yang giat mengingatkan, itu tidak sesuai dengan jiwa Kristen kita? Kalau Yesus hidup pada masa sekarang, mungkin dia akan menambahkan sabdaNya dalam Matius 25:41 "... enyahlah ke dalam api yang kekal... Sebab ketika aku kesepian, kau mengungkung Aku di rumah.".... Aduh Gusti...

    Aku menyayangi kamu semua sebagai saudaraku, sesama umat Katolik. Jangan sampai itu terjadi padamu. Maka sekali lagi aku mengingatkanmu di sini, lewat tulisan ini. Aku telah berbuat; aku menulis ini; Semoga teman2 di paroki masing2 ikut berbuat, membela kaum tertindas ini. Jangan sampai kejadian budak disiksa itu dibiarkan selama 200 tahun lagi oleh kita semua, gereja, dengan menutup mata. Minimal, buka suara lah...

    Aku mengasihi kamu semua. Menyadari sulitnya hidup tanpa pembantu di dalam rumah. Sungguh berat... Susah... Tapi aku juga mau mengingatkan, ingat sabda Yesus. Apa yg kamu lakukan pada saudara kita yang paling kecil ini, kamu telah melakukannya pada Tuhan Yesus (Matius 25:32-42).
Baca lanjutan : Pembantu Rumah Tangga ... (2)

Monday, October 19, 2015

Ekaristi, tata cara dan diskusi (2)

Lanjutan dari :

Mari ber-Ekaristi dengan baik dan benar
Silakan klik untuk melihat.

Diskusi


EN :  Patut dihargai. Tapi at most ini cuma pendapat pribadi si penulis. Dan mungkin bukan pendapat paus...
EN :  Yg paling sering aku ributkan, soal sikap pd saat doa bapak kami. Bebrp thn lalu uskup Jkt sdh meminta spt di atas. Tapi smp saat ini tdk ada perubahan. Dan pastor tdk peduli :((... Pdhal bisa diumumkan seblm doa itu, ckp 4 minggu, pasti berubah

http://dominisumus.myspx.org/2013/10/04/st-francis-assisi/
Patung Fransiskus Asisi sebagai pengemis, telanjang kaki, bersama burung2 di dekatnya. Inilah Fransiskus sejati setelah membuang pakaian kebesarannya.

EN :  Lalu soal pakaian.... Please jangan urus soal duniawi beginian. Pasti akan salah (Red. Gereja pernah salah. Baca di sini)... Soal pakaian yg "pantas", aku baru akan menuruti kalau Santo Fransiskus dinyatakan oleh gereja sbg org ngawur setengah sinting, krn buang pakaian mewahnya dan pakai pakaian rombeng tanpa alas kaki.  Dia tdk menghormati ekaristi, sakristi, maka hrs dicabut gelar Santo nya... Dan memang yg satu ini bikin pusing kepala. Maka tdk ada paus yg suka dengan nama dia (mungkin banyak org Katolik juga tdk suka?); kecuali Paus Fransiskus. :)  Kalau suka, mestinya ada paus yg pake namanya dlm 700 thn ini. (Entahlah, mungkin St Fransiskus dulu juga tidak boleh masuk gereja? Hanya duduk di luar gereja? Tidak tahu…)
KHD: Semua yg ditulis ada dalam buku TPE 2005. Kalau soal pakaian, aku setuju agar umat pakai pakaian yg rapi dan pantas, tidak pakai sandal, apa lagi sandal jepit....... Kita hadir dalam perayaan Ekaristi, suatu perjamuan yg agung, sudah sepantasnya kita menghormati Tuhan yg mengundang kita dengan hadir memakai pakaian yg pantas. Kalau misalnya kita diundang presiden atau gubernur aja kita berusaha pakai pakaian yg pantas dan rapi, pakai jas atau setidaknya baju batik yg terbaik.


EN :  @KHD. Maka aku pengen nulis di gereja, umat harap semua rapi dan pakai sepatu (kecuali St. Fransiskus dan pengikutnya)... :))  St. Fransiskus ini memang bikin anyel, menjengkelkan.
SB: Pengikut St Fransiskus...terutama di Indo..apa juga membakar semua pakaian yg bagus2 dan membuang sepatu merek nya....? kalo memang ini dilakukan ....rasanya boleh lah ke gereja pakai pakaian kay pang (pengemis) dan sandal jepit....hehe

EN :  Tdk sendiri kok. Mestinya, awalnya uskup wkt itu juga anyel (mendongkol) sama Fransiskus. Juga Paus Fransiskus skg bikin bingung banyak org... Tdk suka, tapi sungkan utk teriak... Maka wkt itu dikira akan ada perpecahan di gereja... Ternyata tdk terjadi. Paus Fransiskus lbh bnyk pendukung... Coba, maksudnya apa, bilang "betapa aku mendambakan gereja miskin, utk org miskin"... Bingung, kan... Nyebelin  :)…
S B: Mungkin maksudnya....agar kita yang Katholik ini...jangan jor2an bikin gereja yang mewah2, pakai Ac, proyektor dll. Tapi kalau di Jakarta yang panasnya spt ini kalau tidak pakai AC lalu bagaimana… keringat bercucuran kan… kalau di Eropa gitu, cuaca adem… hehe.
KHD: Yang aku maksud adalah sikap kita sendiri sbg umat dalam menanggapi undangan Tuhan utk mengkuti perayaan Ekaristi Kudus. Aku liat di daerah2 terutama di Sumut, NTT dll. Mereka adalah petani2, tapi hadir di Perayaan Ekaristi dgn pakaian yg terbaik......
S B: Aku setuju sama KHD....kadang sikap ekstrem sudah tidak jamannya untuk kita2 ini....hehe
RH: Klau saya setuju dng pakaian yg rapi dan bersih,nggak usah yg bagus,yg penting diri kita mengikuti perayaan Ekaristi tsb.tahukan kita menghadap kpd raja diatas sgala raja lho.kita2 ini menghadap penggede saja mesti rapi coba klau mau bertemu dng menteri misalnya nih.berani ndak pakai pak sembarangan dan tdk pakai sepatu.

EN :  Kita hrs pake pakaian terbagus, krn kita akan ke rmh Tuhan. Bapak kita... Tapi kalau aku ke rmh ortu ku, smp sana kalau panas buka baju, pakai singlet :)…... Lalu Tuhan ada di mana2 lho. Kalau ketemu Tuhan, hrs baju bagus. Lha kalau mandi, apa kita tdk ketemu Tuhan... Tuhan ada di segala tempat, termasuk di telapak kaki kita... Atau mgkn tdk ada di situ ya :)… :)... Adanya cuma di atas langit,  maka kalau berdoa, mendongak. Tuhan tdk ada di bagian bwh bumi...?
KHD: @EN: hehehe...... tapi ini konteksnya kan bagaimana kita hadir di Rumah Tuhan memenuhi undangan-NYA mengikuti Perayaan Ekaristi Kudus. Memang, kalau di rumah ketika berdoa malam aku juga pakai piyama...... ok, akhirnya kembali pada suara hati kita masing2....
BS: Berpakaian saat ibadah memang bisa lain lain. Ada yg menganjurkan berpakaian rapi dan lengkap. Tapi ada agama yang saat ibadah diperbolehkan pakai sarung tanpa celana dalam. Gak tahu alasannya.

EN :  @BS. (::jempol) Menunjukkan bhw itu semua buatan manusia alias tradisi saja. Dan tradisi bisa diubah. Dulu kita msh kecil, wanita dan pria duduk terpisah kalau di gereja. Inget?  Seblm itu ada "keharusan" bagi cewek utk pake jilbab/penutup kepala/mantila kalau ke gereja... Cewek macam apa, ke gereja tanpa kerudung, kata Santo Paulus di 1 Kor. 11:2-16. Dan "ajaran" itu dibuang, krn org Kristen bisa dan boleh menafsirkan Injil.
SB: Betul tradisi bisa diubah.....sesuai tuntutan jaman nya......contoh...bahasa Latin di misa....bisa jd bahasa indonesia...maupun bahasa jawa....bahasa inggris dsb nya...dulu imam ngak boleh membelakangi tabernakel....sekarang coba bagaimana..
SB: Di Seoul.....ada sekelompok wanita devosi ke St Maria....kalo ke greja pakai kudung putih....
EN :  (::jempol)
EN : Kremasi misalnya, dulu tidak boleh dilakukan (mungkin orang Katolik yang melakukan waktu itu dikutuk oleh tetangganya), sekarang boleh. Dan di AS, tata caranya sekarang masih ketat banget; bikin aku tersenyum. Mengurus hal-hal duniawi, sering menyebabkan gereja salah.

Ekaristi, tata cara dan diskusi (1)

Lewat group WA saya menerima pesan di bawah ini. Konon dari webpage Gereja Katolik facebook, tapi saya tidak berhasil menemukan tautan asalnya. Maka saya mohon izin mengutip di sini:

Mari ber-Ekaristi dengan baik dan benar
Agar diperhatikan:


1. Masuk ke Gereja membuat tanda salib. Jgn buru2, tetapi hayatilah dan syukurilah bahwa karena rahmat Baptis anda bisa bergabung ke dlm persekutuan Gereja. Jgn membiasakan memberi air suci pada orang lain dgn mengulurkan jari anda. Ketika anda dibaptis anda dipanggil dgn nama pribadi anda, berarti sgt personal, maka tanda salib jgn dibuat dgn asal2an

2. Perayaan Ekaristi/ Misa Kudus adalah rangkaian doa. Maka tanda salib hanya dilakukan pada AWAL dan AKHIR MISA KUDUS saja yaitu ketika imam memulai dan mengakhiri misa. Jangan buat tanda salib banyak2. Tanda Salib disini menunjuk pada tanda salib biasa dan bukan penandaan dahi, bibir, dan dada dengan salib yg tetap harus dilakukan saan bacaan injil.

3. Ketika doa pembuka, sampaikanlah ujud pribadi anda dalam hati, singkat saja sambil mengaminkan doa yg dibawakan imam. Tuhan sudah tahu masalah anda jadi tidak perlu bertele-tele. Pada zaman dahulu, kesempatan ini diisi dgn doa spontan oleh umat yg hadir, yg akhirnya ditutup oleh imam.(Kesempatan lain yg bisa dilakukan untuk menyampaikan ujud pribadi adalah ketika doa umat, pada waktu yg disediakan).

4. Tanda salib yg dibuat sebaiknya tanda salib besar, yaitu dgn menyentuh pusar (sebagai lambang inkarnasi Kristus). Tidak membuat tanda salib ketika imam memberi absolusi umum ("...semoga Alah mengasihani kita...dst.."), karena yg kita ikuti adalah Misa Kudus bukan Sakramen Tobat. Tidak salah membuat tanda salib dengan menyentuh dada ketika berkata "Putra".

5. Berlutut sebelum duduk, jgn asal2an, jgn hanya membungkuk, kecuali terpaksa. Yang ada di depan anda adalah Kristus sebenar2nya dalam rupa Hosti di Tabernakel. Ingatlah sejenak juga akan inkarnasi Kristus. Hosti dalam Tabernakel, bisa diasosiasikan dgn Kristus dalam rahim Maria. TENTANG PAKAIAN YANG PANTAS untuk menghadap Pencipta anda sendiri yg ada secara fisik di hadapan anda, anda pasti bisa memilihnya bukan?  SEBERAPA SOPAN ANDA BERPAKAIAN MENCERMINKAN SEBERAPA TINGGI PENGHORMATAN ANDA AKAN KRISTUS DALAM TABERNAKEL

6. Nyanyikanlah Tuhan Kasihanilah kami dan Kemuliaan dengan penuh hormat. Harap diingat bahwa Kemuliaan adalah kidung malaikat di padang Efrata ketika kelahiran Kristus. Jadi, mohon dinyanyikan dengan penuh sukacita dan hormat

7. Bacaan kitab suci yg dibacakan dr ambo (mimbar) adalah waktu Allah berbicara dan kita mendengarkan, yaitu menyimak dengan penuh perhatian. Jika paroki anda menyediakan teks misa, anda lebih baik membaca kutipan bacaan sebelum misa dimulai. TATAP lektor/imamnya karena Allah sedang berbicara pada anda.Komunikasi yg baik dalam percakapan adalah SALING MENATAP bukan? PEMBACAAN INJIL -dan bukannya homili - adalah PUNCAK LITURGI SABDA. Harap diingat, suara yg anda dengar adalah Suara Kristus sendiri karena imam bertindak IN PERSONA CHRISTI (mewakili Kristus sepenuh-penuhnya)

8. Mohon menyanyikan KUDUS dengan sepenuh hati, dengan keagungan, jangan asal2an. Dikarenakan bahwa ketika menyanyikan/mengucapkan KUDUS kita bergabung dengan seluruh penghuni surga yang memuji Allah tak henti.

9. Ketika konsekrasi (Inilah TubuhKU, Inilah DarahKu atau ketika Hosti diangkat dan Piala diangkat) anda boleh mengangkat kedua tangan yg terkatup seperti ritus ibadat di pura Hindu, NAMUN SEBENARNYA berlutut sudah merupakan ungkapan PENYEMBAHAN. Yang terpenting ketika konsekrasi adalah anda harus menatapNya. Harap diingat, Suara yg anda dengar (Inilah TubuhKU, Inilah darahKU, adalah Suara Kristus sendiri. Lagi, hal ini dikarenakan Imam bertindak IN PERSONA CHRISTI. Jadi? Tataplah Hosti dan Piala itu dgn penuh hormat, yakinkan pada diri anda kalau itu adalah Kristus sendiri, bukannya sibuk dengan permohonan dalam hati.

10. Ketika imam mengucapkan/menyanyikan : "Dengan perantaraan Kristus, bersama dia, dan dalam Dia...dst..." IKUTILAH DALAM HATI. TATAPLAH HOSTI DAN PIALA YG DIANGKAT. Ketika "AMIN" dinyanyikan (dlm bahasa inggris disebut THE GREAT AMEN"). Mohon dinyanyikan dengan sepenuh hati, dengan suara terindah yg anda miliki. Dikarenakan bahwa THE GREAT AMEN ini adalah PUNCAK LITURGI EKARISTI.

11. Jangan menadahkan tangan seperti imam, pada waktu berdoa atau menyanyikan Bapa Kami. Dikarenakan imam sedang berdoa atas nama Gereja atau IN PERSONA ECCLESIA. Sikap yg benar adalah mengatupkan tangan, tanda berdoa. Hayatilah doa Bapa Kami. Sadarilah bahwa "rezeki" yg anda minta itu terutama adalah "Roti Hidup" dalam Ekaristi. (dlm bahasa aslinya (Aram), doa Bapa Kami menggunakan kata "roti" bukan rezeki. Pun,dalam bahasa latin digunakan kata "PANEM" yg berarti roti.)

12. TIDAK MENGUCAPKAN DOA PRESIDENSIAL (yg boleh diucapkan oleh imam saja) doa: "..jgn perhitungkan dosa kami tetapi perhatikanlah iman GerejaMu" Jika Imam mengucapkan "marilah kita mohon damai Tuhan" dsb sebelum doa ini, bukan berarti kita harus ikut mengucapkan doa ini. Ucapkan dalam hati saja KEMUDIAN DIAMINKAN DENGAN IMAN.

13. Ketika menerima komuni, TATAPLAH terlebih dahulu hosti yg diangkat sebelum ditaruh di tangan anda. AMIN HARUS DIUCAPKAN DENGAN PENUH IMAN.

14. Tidak perlu ikut menghormat ketika imam menghormati Tabernakel dan altar(juga pada waktu awal misa). Tidak masalah jika anda tetap melakukannya karena merupakan kebiasaaan yg saleh. Namun kalau anda menghadiri misa di luar negeri, jangan kaget kalau di negara tertentu praktik ini tidak dilakukan.

15. Tanda salib pada saat keluar Gereja, sebenarnya tidak perlu dilakukan. Tanda salib sebelum anda masuk sebenarnya kurang lebih berfungsi seperti wudhu, yaitu untuk menyucikan (dan mengingatkan akan Baptis). Ketika anda selesai misa, Kristus yang Maha Suci sudah masuk dalam tubuh anda, tidak diperlukan lagi sarana penyucian lain. Namun demikian, tidak ada salahnya kalau dilakukan, asal jgn karena latah, namun harus disertai kesadaran iman, bahwa anda kini diutus untuk mewartakan karya salib Kristus lewat perkataan dan perbuatan.

Anda harus menjadi contoh bagi orang lain. Jangan takut untuk mensosialisasikan hal2 di atas pada siapa saja yg menghadiri misa bersama anda.

Tambahan :
Info ini BUKAN TPE BARU. TPE yg berlaku tetap TPE 2005. Info ini hanya merupakan hasil olahan setelah penulis mengikuti rekoleksi liturgi di salah satu paroki di KAJ oleh komisi liturgi KWI yg pastinya juga berdasarkan TPE 2005. Coba perhatikan dengan seksama bahwa sama sekali tidak ada yg berubah. Yang ditulis di atas lebih ke arah praktikal, terutama bagaimana sebenarnya menghayati apa yg kita lakukan atau katakan atau nyanyikan setiap kali kita menghadiri Misa.

Sampaikan dengan sopan pada saudara dari persekutuan gerejawi lain (Protestan) agar mereka tidak ikut mengambil komuni, namun boleh menerima berkat seperti katekumen yaitu dengan menyilangkan tangan di depan dada, sehingga yang memberikan komuni tahu bahwa dia bukanlah seorang katolik. Walaupun mereka tergabung dalam semacam persekutuan dengan Gereja Katolik berkat Sakramen Baptis, namun komuni hanya diperuntukkan bagi mereka yg berada dalam persekutuan penuh dengan Uskup Roma (Paus sebagai penerus Petrus), dengan kata lain komuni hanya eksklusif untuk umat Katolik.

Tambahan bagi perempuan katolik: Jangan merasa terhalang menerima komuni jika anda sedang mengalami datang bulan. Tuhan Yesus tidak mempermasalahkan sesuatu yg manusiawi. Konsep terhalang karena datang bulan hanya ada di tetangga seberang.

Salam damai selalu

Saturday, September 26, 2015

Makan Bersama Para Gelandangan, dan Misi Suci Paus Fransiskus


New York Times, 24 Sep 2015
WASHINGTON - Para penghuni panti jompo Harriet Tubman ini bangun pukul 3 pagi Kamis, agar semua orang ada waktu untuk mandi, merapikan rambut dan mengenakan pakaian terbaik mereka setelah bertahun-tahun menggelandang, keluar masuk panti, digusur, dipukuli, dan dipecat dr pekerjaan.

Mereka akan makan siang dengan Paus Fransiskus.

Menjelang tengah hari, para wanita itu duduk di tengah ruang yang tampaknya seperti resepsi pernikahan: hamparan meja bundar terbungkus taplak meja biru muda, dimahkotai dengan vas bunga kuning dan oranye.

Jangan pedulikan bahwa meja2 itu berada di bawah tenda di jalanan pinggir kota, dan bahwa sebagian besar dari 300 tamu itu gelandangan, kriminal, sakit jiwa, korban kekerasan dalam rumah tangga, penyalahguna narkoba atau sejenisnya. Pada tengah hari, Paus Fransiskus muncul, seperti yang dijanjikan.

Pada kunjungan enam hari ke Amerika Serikat ini, Fransiskus memperhatikan peringatan yang dibisikkan kepadanya oleh seorang kardinal Brasil beberapa saat sebelum dia dinyatakan terpilih sebagai Paus: "Jangan lupa kaum miskin"

Setelah berpidato di depan Kongres, paus langsung pergi ke para gelandangan di panti werda Katolik - jadwal yang dirancang untuk memberi pesan bahwa prioritasnya, dan prioritas gereja, adalah orang-orang yang terpinggirkan.

Di setiap kota yg dikunjunginya dalam perjalanan ini, paus menggunakan status selebritasnya untuk memaksa kamera untuk menunjukkan pada bangsa ini gambar yang bagi banyak orang mungkin lebih baik tidak dilihat: Di Washington, ia bertemu para gelandangan, dan di New York ia berencana mengunjungi para imigran . Di Philadelphia, ia akan pergi ke penjara. Sebagai pastor pengajar utama dari gereja, ia bertekat memperjelas bahwa ia punya dua tujuan: membawa harapan dan semangat hidup untuk mereka yang menderita, dan menggerakkan mereka yg hidup nyaman untuk melakukan sesuatu bagi mereka yang membutuhkan.

"Dengan kunjungan ini, Paus berkata, kamu perlu memikirkan orang miskin," kata Mgr. John J. Enzler dari Keuskupan Agung Washington, sementara ia menunggu paus tiba Kamis itu. "Kamu tidak bisa hanya pergi ke gereja dan berkata, saya sudah melakukan tugas saya. Dia berkata, 'Pergi ke pojok2, pergi ke pinggiran,' " kata Monsignor Enzler. "Dia mengatakan kepada semua orang, 'Keluarlah ke jalan-jalan, biarpun kotor, dan jadikan sebuah gereja di jalanan.'"

Tapi, demi Fransiskus, itu semua perlu perencanaan yang cermat. Bagi para pria dan wanita tunawisma di perjamuan yang diselenggarakan oleh badan amal Katolik itu, hari itu dimulai dengan berbaris panjang, lebih dari satu blok perumahan, untuk melalui screening Secret Service.

Edward Gray, dengan topi lebar dan kacamata, sedang menunggu di barisan. Dia dan banyak dari orang yang menghadiri makan siang itu tinggal di tempat yang disebut "801," singkatan untuk alamat penampungan tunawisma itu. Tidak seperti banyak dari mereka yang sedang berbaris itu, Gray beragama Katolik.

Gray mengatakan ia pernah bertemu paus sebelum itu: Ketika ia jadi putra altar di Washington, ia pergi dengan rombongan ke Roma dan bertemu Paus Pius XII. Dia cerita, dia tidak selalu tunawisma. Dia pernah bekerja sebagai kontraktor di Capitol Hill, dan jadi tukang potong rambut dan guru tata rias. Gray, 69 tahun, bilang ia punya enam anak, lima di antaranya lulusan perguruan tinggi, dan terdengar sentuhan skeptis tentang paus ini.

"Dia datang ke sini untuk menemui para gelandangan?" Kata Gray. "Sangat aneh, raja kok menemui gelandangan."

Paus Benediktus XVI dan Paus Yohanes Paulus II pernah mengunjungi Washington, tapi tidak menemui para klien panti Katolik ini, kata Monsignor Enzler. "Ketika paus lain datang, itu lebih untuk para uskup dan para pemimpin negara kita," katanya, atau untuk merayakan Misa Agung untuk umat seperti yang dilakukan Benediktus delapan tahun lalu di Stadion National.

Bagaimanapun, Fransiskus berhasil menginspirasi panitia untuk mengadakan pesta meriah ini yang meski darurat terkesan mewah. Relawan menyajikan piring dengan teriyaki dada ayam, pasta salad Asia dengan kacang polong dan wortel, lebih dari satu jam sebelum kedatangan Paus. Para tamu diberitahu untuk tidak makan sampai paus tiba dan memberi berkat, dan mereka memang tidak makan duluan.

Di meja, beberapa tamu bersosialisasi, dan saling berfoto ria dengan ponsel mereka, beberapa orang duduk diam dan sebagian tertidur. Beberapa pria mengenakan jas; yang lain celana jeans. Seorang wanita terlihat dengan kuku yang dicat kuning yang cocok dengan bunga di atas meja.

Sementara kamera-kamera televisi dan para wartawan sibuk bergerombol, Ms. Hilliard, mantan karyawati department store, mengatakan, dia yakin akan ketulusan Paus dan bahwa ini "bukan pencitraan."

"Paus benar peduli," katanya, "dan itulah yang penting."

Paus tiba sesaat sebelum tengah hari, tapi sebelum itu dia menyelinap ke gereja di dekat situ, St Patrick, di mana ia berbicara kepada sekitar 250 gelandangan tentang masalah tunawisma. Meskipun ia baru saja menyampaikan pidato di Capitol Hill, di St. Patrick ia tidak berbicara mengenai program politik untuk mengatasi tunawisma atau kemiskinan. Untuk mereka yang telah jatuh miskin ini, ia menawarkan iman, solidaritas dan doa.

"Dalam menghadapi situasi yang tidak adil dan menyakitkan ini, iman membawa kita cahaya yang menerangi kegelapan," katanya. "Iman membuat kita terbuka untuk keheningan kehadiran Allah di setiap saat dalam hidup kita, dalam setiap orang dan dalam setiap situasi. Allah hadir dalam Anda semua, pada kita masing-masing."

Beberapa menit kemudian Fransiskus keluar dari pintu gereja disambut dengan sorak-sorai dan tepuk tangan dari para tamu makan siang itu. Dia memberi berkat singkat, lalu berkata "Buen apetito (selamat makan)," yang disambut dengan tawa riuh. Dia sendiri tidak makan, tapi ia berjalan dari meja ke meja, berhenti untuk meletakkan tangannya ke atas kepala anak-anak yang diam berjam-jam menunggu, mewarnai gambar paus yang diberi ke mereka dengan krayon.

Sambil tersenyum dan tampak tidak tergesa-gesa, paus bergerak di antara para tunawisma itu, beberapa orang mengambil selfi dan mengulurkan tangan untuk menyentuh paus dan berbicara dengannya.


"Saya bilang kepadanya semoga tetap diberkati Tuhan dan tidak stres," kata Mark Perrez, 54 tahun, yang mengatakan Paus memegang tangannya dan dengan terkejut menunjuk koleksi eklektik pin yang dikenakan Perrez di seluruh bagian depan blazer dan topi bisbolnya.

Sementara paus naik ke Fiat kecil hitam sebagai "limousinnya", Peter Atkinson berdiri di pinggiran kerumunan, mensyukuri apa yang dia katakan baginya, sebagai seorang Katolik, "momen kasih karunia." Atkinson, 54, seorang insinyur dengan jaket hitam tajam, yang berbahasa Inggris dengan aksen Prancis, sekarang tinggal di salah satu panti Katolik. Ia bercerita, ia jatuh akibat narkoba dan alkohol.

"Saya tidak akan dapat ikut seperti saat ini bertemu paus jika saya tidak jatuh menjadi sampah dalam hidup saya, yang membawa saya ke panti," kata Atkinson. "Jika saya tidak bisa membaca tanda-tanda zaman ini, saya pasti buta."


========================

Renungan : Bagaimana seandainya sebelum mengambil putusan pada setiap rapat, setiap kegiatan paroki, setiap wisata rohani, setiap pembangunan gereja, setiap sekolah, setiap kegiatan rumah sakit, selalu ada pertanyaan, "Apa ini berguna, dan cocok untuk saudara2 kita yang termiskin?" Karena "sesungguhnya segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku"... Tapi Paus sadar dan bilang, penggunaan kata "miskin" sering membuat banyak orang tidak nyaman...

Saturday, August 10, 2013

Paus Fransiskus (5) : Gereja miskin

20 tahun lalu. Diskusi suatu milis Katolik sedang membahas gereja yg kaya dan miskin. Saya berkata, gereja sekarang sudah cukup baik; tapi sebenarnya dapat lebih baik lagi dengan lebih berpihak pada kaum miskin. Misalnya, kalau membangun gereja, buat gereja yg lebih sederhana. Tidak usah megah2. Misalnya terkumpul 20 milyar. Gunakan yang 18 milyar. Ada sisa uang?  Bagikan pada kaum miskin. Segera tentangan dan cemoohan terlontar.

cormac70

http://www.peduligerejakatolik.org
Diskusi yg sama saya ulangi pada kelompok keluarga beberapa bulan lalu. Segera muncul juga bantahan dari saudara. 

Megah bagi Tuhan

"Soal megah itu harus ada kriterianya. Allah tidak membenci kekayaan.. Allah mengizinkan org pilihannya menjadi kaya. Abraham dan Lot itu orang kaya, ternaknya banyak, Yakup juga kaya; Yusuf wakil raja atau firaun. Daud raja kaya, Salomo mendirikan bait Allah yang megah sekali, peralatannya dilapis emas semua. Pada dasarnya semua itu dilakukan karena sangat menghormati kehadiran Allah. Itu dalam Perjanjian Lama. Dalam Perjanjian Baru, waktu Yesus diurapi oleh perempuan yang membawa buli2 penuh minyak wangi yg amat mahal. Dan Yudas protes, karena minyak yg mahal itu kan bisa dijual dan uangnya utk org miskin. Dan Yudas ditegur Yesus.. Kisah lengkapnya baca Kitab Suci :).  "

Saya merenung. Inilah indahnya Katolik. Umat bebas menafsirkan. Ucapanku dapat disejajarkan dengan  pendapat Yudas, tapi juga dapat dianggap sesuai dengan perintah Yesus sendiri (Matius 25:35-36). Membingungkan banyak orang.

Lalu muncullah Paus Fransiskus yang suka kesederhanaan. Dan inilah komentarnya: 
"Saya sakit hati bila melihat pastor atau suster mengendarai mobil model terbaru... Mobil memang dibutuhkan untuk melakukan banyak hal, tetapi tolong pakai yang sederhana saja. Jika Anda menyukai mobil mewah, coba bayangkan berapa banyak anak yang mati kelaparan di dunia ini.” kata paus. (search Google "It hurts me when I see a priest or a nun", "Pope Francis")
Pesan yg tersirat sudah jelas. Kita diharapkan untuk memilih barang yang lebih sederhana. Bila ada kelebihan dana, gunakan untuk membantu orang miskin. Hanya saja paus tidak menyebutkannya secara telak. Tapi ada yang terang2an. Waktu paus terpilih, dia bilang pada orang Argentina; jangan berbondong2 ke Roma, berikan uangnya pada orang miskin.

Bukan cuma Paus Fransiskus yg memberi contoh. Paus Johanes XXIII juga. Sewaktu akan dinobatkan sbg paus, dia diberi hadiah mahkota oleh umat kota kelahirannya, Bergamo. Waktu mahkota akan dibuat, dia meminta jumlah permatanya dikurangi setengahnya, dan diberikan pd org miskin. Mestinya pesan kedua paus ini sudah cukup jelas.

Tapi ya itu... Yang sederhana itu sering menyusahkan. Dari segi estetis, sering bikin sepet mata. Kalau gedung panas, bikin gerah orang yang berdoa di dalamnya. Belum lagi gengsinya kurang :).  Saya sendiri juga merasa nikmat kok, kalau berdoa di gedung gereja yg baru, besar, berinterior mewah, desain elegan, dengan kursi jati yg halus dan licin, dihembus udara sejuk dr AC yg besar. Ini akan membuat saya asyik berdoa, berdoa, dan berdoa, dan berdoa terus, untuk mereka yg miskin dan sengsara di luar sana. 


---------------------------
Catatan : konon dulu 20 tahun lalu, saya dengar di Jakarta ada suster yang punya Mercedes mewah. Entah benar atau tidak. Semoga saja ucapan paus yg sekarang ini didengar.






Thursday, August 8, 2013

Paus Fransiskus (2) : Gereja orang kaya

Tahun lalu saya menerima SMS ini.

"Undangan free misa kebangkitan rohani, penyembuhan oleh Romo xxx tgl. 18 Juli di Balai Samudra, Kelapa Gading, pk 17.30... Please forward ke teman atau sanak saudara yang mungkin membutuhkan. Thx"
Sesawi.net


Saya sungguh berterima kasih atas niat baik dari saudara atau kenalan saya yg kala itu mengirim SMS tsb. Tapi "Free misa", gratis? Artinya selama ini ada misa yg bayar kalau ingin ikut? Tidak ada? Kalau tidak ada, mengapa ditulis "free", gratis? Kita tidak pernah dengar "silakan datang ke pertemuan XXX, gratis hirup udara," karena udara memang selalu gratis pada kehidupan yg normal.

Tampaknya, memang banyak kegiatan gereja yg harus memakai bayaran kalau umat ingin mengikuti. Yg bisa bayar, silakan ikut, yg tidak mampu, yg miskin, berdoa saja sendiri di gereja. Gratis. Tuhan juga dengar, kok.

Apakah ini telah sesuai dengan dambaan Paus Fransiskus untuk gereja miskin? Entahlah. Saya tidak tahu. Bisa diperdebatkan dari pagi sampai malam.

 ****************
Tapi menyambung SMS di atas, saya bilang sama kenalan saya tadi: "Aku menantikan undangan misa yg bayar.... Biar bener doanya. Kalo ndak bayar, nanti dibilang: sudah ndak bayar, minta sembuh. Hahaha :) "