Mengapa
Paus Fransiskus Tidak
Menjual 'Harta' Gereja
Vatikan?
Vatican City, Nov
6, 2015 (CNA) - Dalam sebuah wawancara Paus menjelaskan
bahwa meskipun sangat peduli pada masyarakat miskin, ia tidak akan menjual "kekayaan Gereja"
(Red. Vatikan).
Ditanya
apakah ia pernah merasa tekanan untuk menjual "harta Gereja," Paus
menjawab, "Jawabnya mudah. Barang2
itu bukan harta Gereja, (tapi) harta
kemanusiaan. "
"Misalnya,
kalau besok saya bilang bahwa
patung Pieta-nya Michelangelo akan dilelang, itu tidak
bisa dilakukan, karena itu bukan milik Gereja. Dia
berada dalam Gereja, tetapi milik
umat manusia," katanya.
Uniknya, wawancara
itu dilakukan oleh surat
kabar "Straatnieuws,"
yang diterbitkan oleh tunawisma kota
Utrecht di Belanda…
Membahas
pendapat umum bahwa Vatikan
kaya, Bapa Suci mengakui bahwa jika dibuat katalog dari semua barang Gereja, mungkin sepertinya "Gereja sangat kaya." Namun,
banyak dari "kekayaan" Gereja sebenarnya harta milik kemanusiaan, jelasnya.
Dia
menambahkan bahwa sementara barang-barang ini untuk dinikmati semua orang, ada beberapa yang ia jual, seperti hadiah2 unik yang ia terima. Di antaranya sepeda
motor dan mobil yang telah disumbangkannya atau dijual melalui lelang. Hasil penjualan kemudian digunakan untuk
kebutuhan masyarakat miskin.
Gereja
memang memiliki banyak harta real estate, lanjutnya, tapi uang tersebut digunakan "untuk perawatan Gereja dan mendanai banyak karya Gereja di negara-negara yang membutuhkan: rumah2 sakit, sekolah2"…
Dalam diskusi2 dengan orang di luar gereja, harta Vatikan
merupakan sasaran empuk untuk serangan. Kalau harta Vatikan dijual, bukankah
dapat menghidupi sekian ribu orang miskin. Tapi di sini Paus sudah memberi
jawabnya. Tidak bisa. Karena gedung gereja Vatikan seperti museum kemanusiaan.
Hartanya milik semua umat manusia. Untuk dinikmati bersama.
Tapi bagaimana dengan
gereja lain? Itu yang belum dijawab oleh Paus. Saya percaya, suatu hari dia
akan menjawabnya, untuk menghentikan debat yang tiada akhir.
Tapi paus2 sebelum ini telah memberi contoh. Paus Paulus VI misalnya,
menjual mahkota kepausan untuk orang miskin (ceritanya lain kali, ya).
********
Ada kutipan yang belum saya tulis di atas: Paus Fransiskus bilang bahwa ketika harus bicara tentang topik yang "tidak bagus," (Red. tidak enak,
kemiskinan) kadang muncul godaan untuk
mengatakan "cukuplah." Untuk apa bicara ini terus.
Tapi
meskipun telinga beberapa orang sudah lelah, Paus mengatakan ia tidak akan berhenti. “Saya harus terus bicara tentang kebenaran dan menjelaskan hal-hal itu ... itu tugas saya..."
Maka Facebook Gereja Miskin ini juga akan terus menyuarakan
suara Paus…
********