Showing posts with label Fransiskus. Show all posts
Showing posts with label Fransiskus. Show all posts

Sunday, November 15, 2015

Kaul untuk Miskin

Mereka Pilih Miskin



Berbicara tentang gereja miskin, mau tak mau kita harus melihat orang2 yang pilih hidup miskin untuk gereja: para biarawan, romo, bruder dan suster.

Terima kasih kami sampaikan padamu semua karena telah mengabdikan diri untuk kita semua... Amiiiin.

*******************

Adakah romo, bruder, atau suster yang mengubah hidupmu? Yang memberimu pencerahan? Yang tak kan kau lupakan?  Ceritakan di sini....

******************
# Maaf, karena keterbatasan tempat, hanya 24 romo yang saya tampilkan...

Friday, November 13, 2015

Mahkota untuk Orang Miskin



Mahkota Kepausan, Dijual untuk Orang Miskin

Mahkota kebesaran pada gambar atas itu digunakan untuk penobatan paus Paus Paulus VI pada tahun 1963. Ini merupakan mahkota paus terakhir sampai saat ini. 


Dijual untuk Orang Miskin

Paus Paulus mengenakan tiaranya beberapa kali
. Lalu dalam tindakan dramatis pada bulan November 1963, dia meletakkannya di atas altar Basilika Santo Petrus sebagai tanda kerendahan hati, melambangkan bahwa paus tidak lagi punya klaim apapun atas kekuasaan duniawi. Dia (dan paus sesudahnya) tidak pernah memakainya lagi. 

Lalu diumumkan bahwa tiara itu akan dijual dan hasil penjualan diberikan untuk amal. Namun, Kardinal Uskup Agung New York cepat turun tangan. Mahkota bersejarah itu dibeli oleh Gereja Katolik di Amerika Serikat. Sekarang mahkota itu dipajang secara permanen di Basilika Katolik di Washington, DC.

Pujian dan Kutukan

Keputusan Paus Paulus membuang mahkota itu menuai pujian dan kecaman. Kelompok progresif dalam gereja memuji tindakan itu sebagai langkah yang sesuai dengan "tanda zaman" dan menandai lahirnya kembali kepausan yang lebih informal. Sebaliknya, kaum konservatif mengritik tindakan itu sebagai pengkhianatan pada nilai2 tradisi mulia, dan bilang bahwa hanya anti-paus yang melakukan itu; bahkan ada yang berkata bahwa itu bukti Paus Paulus bukan paus sejati.

Paus Johanes XXIII

Sebelum itu, waktu Paus Johanes XXIII terpilih tahun 1958, belum tersedia mahkota khusus untuk dia. Perancang mahkota berkonsultasi dengan Paus mengenai desainnya. Paus meminta agar mahkota ringan saja, dan batu permata yang ada di situ dibuang separo, hasilnya disumbangkan pada orang miskin. (Paus ini terkenal suka jalan2 keluyuran sendiri ke pasar2).

Diskusi

  • Gerakan  “pilih orang miskin” telah muncul lama sebelum Paus Fransiskus terpilih. Tapi Paus sekaranglah yang paling getol dan gencar meneriakkannya. 
  • Seperti biasa, gerakan kemiskinan tidak mengenakkan banyak orang, maka orang Katolik konservatif  mengecam tindakan tadi.
  • Semoga dengan pendekatan Paus kita sekarang ini, umat makin dekat dengan visi gereja mengenai orang miskin.

Thursday, November 12, 2015

Jual Harta Vatikan?



Mengapa Paus Fransiskus Tidak Menjual 'Harta' Gereja Vatikan?


Vatican City, Nov 6, 2015  (CNA) - Dalam sebuah wawancara Paus menjelaskan bahwa meskipun sangat peduli pada masyarakat miskin, ia tidak akan menjual "kekayaan Gereja" (Red. Vatikan).

Ditanya apakah ia pernah merasa tekanan untuk menjual "harta Gereja," Paus menjawab, "Jawabnya mudah. Barang2 itu bukan harta Gereja, (tapi) harta kemanusiaan. "

"Misalnya, kalau besok saya bilang bahwa patung Pieta-nya Michelangelo akan dilelang, itu tidak bisa dilakukan, karena itu bukan milik Gereja. Dia berada dalam Gereja, tetapi milik umat manusia," katanya.

Uniknya, wawancara itu dilakukan oleh surat kabar "Straatnieuws," yang diterbitkan oleh tunawisma kota Utrecht di Belanda…

Membahas pendapat umum bahwa Vatikan kaya, Bapa Suci mengakui bahwa jika dibuat katalog dari semua barang Gereja, mungkin sepertinya "Gereja sangat kaya."  Namun, banyak dari "kekayaan" Gereja sebenarnya harta milik kemanusiaan, jelasnya.

Dia menambahkan bahwa sementara barang-barang ini untuk dinikmati semua orang, ada beberapa yang ia jual, seperti hadiah2 unik yang ia terima. Di antaranya sepeda motor dan mobil yang telah disumbangkannya atau dijual melalui lelang. Hasil penjualan kemudian digunakan untuk kebutuhan masyarakat miskin.

Gereja memang memiliki banyak harta real estate, lanjutnya, tapi uang tersebut digunakan "untuk perawatan Gereja dan mendanai banyak karya Gereja di negara-negara yang membutuhkan: rumah2 sakit, sekolah2"…


Diskusi

Dalam diskusi2 dengan orang di luar gereja, harta Vatikan merupakan sasaran empuk untuk serangan. Kalau harta Vatikan dijual, bukankah dapat menghidupi sekian ribu orang miskin. Tapi di sini Paus sudah memberi jawabnya. Tidak bisa. Karena gedung gereja Vatikan seperti museum kemanusiaan. Hartanya milik semua umat manusia. Untuk dinikmati bersama.

Tapi bagaimana dengan gereja lain? Itu yang belum dijawab oleh Paus. Saya percaya, suatu hari dia akan menjawabnya, untuk menghentikan debat yang tiada akhir.

Tapi paus2 sebelum ini telah memberi contoh. Paus Paulus VI misalnya, menjual mahkota kepausan untuk orang miskin (ceritanya lain kali, ya).

******** 

Ada kutipan yang belum saya tulis di atas: Paus Fransiskus bilang bahwa ketika harus bicara tentang topik yang  "tidak bagus," (Red. tidak enak, kemiskinan) kadang muncul godaan untuk mengatakan "cukuplah." Untuk apa bicara ini terus.

Tapi meskipun telinga beberapa orang sudah lelah, Paus mengatakan ia tidak akan berhenti. “Saya harus terus bicara tentang kebenaran dan menjelaskan hal-hal itu ... itu tugas saya..."

Maka Facebook Gereja Miskin ini juga akan terus menyuarakan suara Paus…

********


Pembangunan Gereja Baru: Voting...


Pilih mana? Nomor 1, atau 2 ?

  • Tidak perlu cari ayat di Kitab Suci.   Ada ayat2 yang mendukung nomor 1, ada ayat yang mendukung nomor 2.
  • Semua cuma selera... Pilih 1 Anda benar... Pilih 2 Anda benar....
  • Eh, bukankah  kita SUDAH bantu orang miskin?
  • SUDAH cukupkah? Kalau jatah bisa dikurangi untuk mereka yang menderita, bukankah lebih baik?
  • Tapi saya ingin kemegahan untuk Tuhan
  • Tapi "Tuhan telah memakai wajah mereka (Red. orang miskin). Dan wajah itu memandang pada kita.... Jika kita tidak merendahkan diri kita, kita tidak akan melihat wajahNya," kata Paus.
  • Bukankah gereja yang megah demi kemuliaan Tuhan? Sudahlah. Saya senang dengan itu...

****************



Orang yang Komuni tidak boleh Tidak Peduli



Pesan Paus pada Kongres Ekaristi India

Manusia di seluruh dunia hari ini butuh makanan. Dan makanan ini tidak hanya untuk memuaskan rasa lapar badani. Ada rasa lapar lain – lapar cinta, keabadian, lapar kasih sayang, rawatan, pengampunan, belas kasih. Lapar ini dapat dipenuhi hanya oleh Roti yang datang dari atas ....

Tapi Ekaristi tidak berakhir dengan ambil bagian dari Tubuh dan Darah Tuhan.
Ekaristi membawa kita pada solidaritas dengan orang lain. Persekutuan (Red. komuni) dengan Tuhan selalu juga persekutuan dengan sesama saudara kita. Dan, oleh karena itu, orang yang diberi makan dan dipelihara oleh Tubuh dan Darah Kristus tidak boleh tetap tidak peduli ketika ia melihat saudara-saudaranya menderita karena kekurangan dan lapar…

(Radio Vatican)

**************
Paus Fransiskus, semoga doamu menyertai kita semua…

**************

Kebersamaan Keluarga



2015/11/11 Radio Vatikan

Dalam Audiensi Umumnya, Paus Fransiskus melanjutkan ajaran katekese tentang keluarga; minggu ini fokusnya adalah pentingnya kebersamaan.

“Saudara-saudaraku: Dalam lanjutan katekese kita tentang keluarga, hari ini kita merenungkan pentingnya kebersamaan. Duduk di meja untuk makan malam bersama keluarga, berbagi makanan dan pengalaman2 kita hari ini, adalah gambaran dasar kebersamaan dan solidaritas. Karena Yesus memberi kita Ekaristi sebagai makanan, ada hubungan erat antara keluarga dan Misa. Kebersamaan yang kita alami dalam keluarga dimaksudkan, dalam keluarga Gereja, untuk memperluasnya ke semua orang sebagai tanda kasih Tuhan yang universal.

Dengan cara ini Ekaristi menjadi sekolah untuk inklusi (Red. menyertakan orang lain), di mana kita belajar memperhatikan kebutuhan semua orang. Sayangnya, makan bersama keluarga, suatu simbol besar kebersamaan, menghilang pada beberapa masyarakat. Makanan itu sendiri, suatu tanda berbagi dengan saudara lainnya, dengan sembarang dibuang di beberapa tempat, sementara saudara-saudara kita yang lain kelaparan. Ekaristi mengingatkan kita bahwa roti dimaksudkan untuk dibagi dengan semua orang. Semoga keluarga kita, dan seluruh Gereja, menjadi tanda kebersamaan dan solidaritas untuk kebaikan seluruh keluarga manusia, terutama selama Tahun Kerahiman mendatang.”