Showing posts with label vatikan. Show all posts
Showing posts with label vatikan. Show all posts

Friday, November 13, 2015

Mahkota untuk Orang Miskin



Mahkota Kepausan, Dijual untuk Orang Miskin

Mahkota kebesaran pada gambar atas itu digunakan untuk penobatan paus Paus Paulus VI pada tahun 1963. Ini merupakan mahkota paus terakhir sampai saat ini. 


Dijual untuk Orang Miskin

Paus Paulus mengenakan tiaranya beberapa kali
. Lalu dalam tindakan dramatis pada bulan November 1963, dia meletakkannya di atas altar Basilika Santo Petrus sebagai tanda kerendahan hati, melambangkan bahwa paus tidak lagi punya klaim apapun atas kekuasaan duniawi. Dia (dan paus sesudahnya) tidak pernah memakainya lagi. 

Lalu diumumkan bahwa tiara itu akan dijual dan hasil penjualan diberikan untuk amal. Namun, Kardinal Uskup Agung New York cepat turun tangan. Mahkota bersejarah itu dibeli oleh Gereja Katolik di Amerika Serikat. Sekarang mahkota itu dipajang secara permanen di Basilika Katolik di Washington, DC.

Pujian dan Kutukan

Keputusan Paus Paulus membuang mahkota itu menuai pujian dan kecaman. Kelompok progresif dalam gereja memuji tindakan itu sebagai langkah yang sesuai dengan "tanda zaman" dan menandai lahirnya kembali kepausan yang lebih informal. Sebaliknya, kaum konservatif mengritik tindakan itu sebagai pengkhianatan pada nilai2 tradisi mulia, dan bilang bahwa hanya anti-paus yang melakukan itu; bahkan ada yang berkata bahwa itu bukti Paus Paulus bukan paus sejati.

Paus Johanes XXIII

Sebelum itu, waktu Paus Johanes XXIII terpilih tahun 1958, belum tersedia mahkota khusus untuk dia. Perancang mahkota berkonsultasi dengan Paus mengenai desainnya. Paus meminta agar mahkota ringan saja, dan batu permata yang ada di situ dibuang separo, hasilnya disumbangkan pada orang miskin. (Paus ini terkenal suka jalan2 keluyuran sendiri ke pasar2).

Diskusi

  • Gerakan  “pilih orang miskin” telah muncul lama sebelum Paus Fransiskus terpilih. Tapi Paus sekaranglah yang paling getol dan gencar meneriakkannya. 
  • Seperti biasa, gerakan kemiskinan tidak mengenakkan banyak orang, maka orang Katolik konservatif  mengecam tindakan tadi.
  • Semoga dengan pendekatan Paus kita sekarang ini, umat makin dekat dengan visi gereja mengenai orang miskin.

Thursday, November 12, 2015

Jual Harta Vatikan?



Mengapa Paus Fransiskus Tidak Menjual 'Harta' Gereja Vatikan?


Vatican City, Nov 6, 2015  (CNA) - Dalam sebuah wawancara Paus menjelaskan bahwa meskipun sangat peduli pada masyarakat miskin, ia tidak akan menjual "kekayaan Gereja" (Red. Vatikan).

Ditanya apakah ia pernah merasa tekanan untuk menjual "harta Gereja," Paus menjawab, "Jawabnya mudah. Barang2 itu bukan harta Gereja, (tapi) harta kemanusiaan. "

"Misalnya, kalau besok saya bilang bahwa patung Pieta-nya Michelangelo akan dilelang, itu tidak bisa dilakukan, karena itu bukan milik Gereja. Dia berada dalam Gereja, tetapi milik umat manusia," katanya.

Uniknya, wawancara itu dilakukan oleh surat kabar "Straatnieuws," yang diterbitkan oleh tunawisma kota Utrecht di Belanda

Membahas pendapat umum bahwa Vatikan kaya, Bapa Suci mengakui bahwa jika dibuat katalog dari semua barang Gereja, mungkin sepertinya "Gereja sangat kaya."  Namun, banyak dari "kekayaan" Gereja sebenarnya harta milik kemanusiaan, jelasnya.

Dia menambahkan bahwa sementara barang-barang ini untuk dinikmati semua orang, ada beberapa yang ia jual, seperti hadiah2 unik yang ia terima. Di antaranya sepeda motor dan mobil yang telah disumbangkannya atau dijual melalui lelang. Hasil penjualan kemudian digunakan untuk kebutuhan masyarakat miskin.

Gereja memang memiliki banyak harta real estate, lanjutnya, tapi uang tersebut digunakan "untuk perawatan Gereja dan mendanai banyak karya Gereja di negara-negara yang membutuhkan: rumah2 sakit, sekolah2"


Diskusi

Dalam diskusi2 dengan orang di luar gereja, harta Vatikan merupakan sasaran empuk untuk serangan. Kalau harta Vatikan dijual, bukankah dapat menghidupi sekian ribu orang miskin. Tapi di sini Paus sudah memberi jawabnya. Tidak bisa. Karena gedung gereja Vatikan seperti museum kemanusiaan. Hartanya milik semua umat manusia. Untuk dinikmati bersama.

Tapi bagaimana dengan gereja lain? Itu yang belum dijawab oleh Paus. Saya percaya, suatu hari dia akan menjawabnya, untuk menghentikan debat yang tiada akhir.

Tapi paus2 sebelum ini telah memberi contoh. Paus Paulus VI misalnya, menjual mahkota kepausan untuk orang miskin (ceritanya lain kali, ya).

******** 

Ada kutipan yang belum saya tulis di atas: Paus Fransiskus bilang bahwa ketika harus bicara tentang topik yang  "tidak bagus," (Red. tidak enak, kemiskinan) kadang muncul godaan untuk mengatakan "cukuplah." Untuk apa bicara ini terus.

Tapi meskipun telinga beberapa orang sudah lelah, Paus mengatakan ia tidak akan berhenti. “Saya harus terus bicara tentang kebenaran dan menjelaskan hal-hal itu ... itu tugas saya..."

Maka Facebook Gereja Miskin ini juga akan terus menyuarakan suara Paus…

********