Showing posts with label bapa suci. Show all posts
Showing posts with label bapa suci. Show all posts

Monday, November 16, 2015

Paus: Tidak Perlu Horoskop, Lihat Yesus saja...



Minggu ini gereja bicara tentang akhir zaman…
 

Ini pesan Paus: “Tujuan akhir dari hidup kita di bumi, adalah pertemuan kita dengan Kristus yang Bangkit. Berapa banyak dari Anda berpikir tentang itu?" Ia bertanya…

Masalahnya bukan pada kapan tanda-tanda akhir dunia itu terjadi, katanya, tapi apakah kita siap untuk bertemu Yesus Kristus.

Tapi ingat, Yesus bukan hanya tujuan akhir dari ziarah kita di bumi ini, Dia juga hadir dalam kehidupan kita sekarang ini, untuk menemani dan menyelamatkan kita dari nabi-nabi palsu. 


Lalu Paus tanya, berapa banyak dari kita baca horoskop di majalah2. Paus bilang, jauh lebih baik melihat pada Yesus, yang sabdaNya akan membimbing kita dan tetap menyertai kita.






***********
Doa hari ini


"Ya Yesus... Kuatkan kami, bimbing kami, sehingga kami siap menemuiMu kapan saja... Amin"





Sunday, November 15, 2015

Kaul untuk Miskin

Mereka Pilih Miskin



Berbicara tentang gereja miskin, mau tak mau kita harus melihat orang2 yang pilih hidup miskin untuk gereja: para biarawan, romo, bruder dan suster.

Terima kasih kami sampaikan padamu semua karena telah mengabdikan diri untuk kita semua... Amiiiin.

*******************

Adakah romo, bruder, atau suster yang mengubah hidupmu? Yang memberimu pencerahan? Yang tak kan kau lupakan?  Ceritakan di sini....

******************
# Maaf, karena keterbatasan tempat, hanya 24 romo yang saya tampilkan...

Friday, November 13, 2015

Mahkota untuk Orang Miskin



Mahkota Kepausan, Dijual untuk Orang Miskin

Mahkota kebesaran pada gambar atas itu digunakan untuk penobatan paus Paus Paulus VI pada tahun 1963. Ini merupakan mahkota paus terakhir sampai saat ini. 


Dijual untuk Orang Miskin

Paus Paulus mengenakan tiaranya beberapa kali
. Lalu dalam tindakan dramatis pada bulan November 1963, dia meletakkannya di atas altar Basilika Santo Petrus sebagai tanda kerendahan hati, melambangkan bahwa paus tidak lagi punya klaim apapun atas kekuasaan duniawi. Dia (dan paus sesudahnya) tidak pernah memakainya lagi. 

Lalu diumumkan bahwa tiara itu akan dijual dan hasil penjualan diberikan untuk amal. Namun, Kardinal Uskup Agung New York cepat turun tangan. Mahkota bersejarah itu dibeli oleh Gereja Katolik di Amerika Serikat. Sekarang mahkota itu dipajang secara permanen di Basilika Katolik di Washington, DC.

Pujian dan Kutukan

Keputusan Paus Paulus membuang mahkota itu menuai pujian dan kecaman. Kelompok progresif dalam gereja memuji tindakan itu sebagai langkah yang sesuai dengan "tanda zaman" dan menandai lahirnya kembali kepausan yang lebih informal. Sebaliknya, kaum konservatif mengritik tindakan itu sebagai pengkhianatan pada nilai2 tradisi mulia, dan bilang bahwa hanya anti-paus yang melakukan itu; bahkan ada yang berkata bahwa itu bukti Paus Paulus bukan paus sejati.

Paus Johanes XXIII

Sebelum itu, waktu Paus Johanes XXIII terpilih tahun 1958, belum tersedia mahkota khusus untuk dia. Perancang mahkota berkonsultasi dengan Paus mengenai desainnya. Paus meminta agar mahkota ringan saja, dan batu permata yang ada di situ dibuang separo, hasilnya disumbangkan pada orang miskin. (Paus ini terkenal suka jalan2 keluyuran sendiri ke pasar2).

Diskusi

  • Gerakan  “pilih orang miskin” telah muncul lama sebelum Paus Fransiskus terpilih. Tapi Paus sekaranglah yang paling getol dan gencar meneriakkannya. 
  • Seperti biasa, gerakan kemiskinan tidak mengenakkan banyak orang, maka orang Katolik konservatif  mengecam tindakan tadi.
  • Semoga dengan pendekatan Paus kita sekarang ini, umat makin dekat dengan visi gereja mengenai orang miskin.

Thursday, November 12, 2015

Pembangunan Gereja Baru: Voting...


Pilih mana? Nomor 1, atau 2 ?

  • Tidak perlu cari ayat di Kitab Suci.   Ada ayat2 yang mendukung nomor 1, ada ayat yang mendukung nomor 2.
  • Semua cuma selera... Pilih 1 Anda benar... Pilih 2 Anda benar....
  • Eh, bukankah  kita SUDAH bantu orang miskin?
  • SUDAH cukupkah? Kalau jatah bisa dikurangi untuk mereka yang menderita, bukankah lebih baik?
  • Tapi saya ingin kemegahan untuk Tuhan
  • Tapi "Tuhan telah memakai wajah mereka (Red. orang miskin). Dan wajah itu memandang pada kita.... Jika kita tidak merendahkan diri kita, kita tidak akan melihat wajahNya," kata Paus.
  • Bukankah gereja yang megah demi kemuliaan Tuhan? Sudahlah. Saya senang dengan itu...

****************



Orang yang Komuni tidak boleh Tidak Peduli



Pesan Paus pada Kongres Ekaristi India

Manusia di seluruh dunia hari ini butuh makanan. Dan makanan ini tidak hanya untuk memuaskan rasa lapar badani. Ada rasa lapar lain – lapar cinta, keabadian, lapar kasih sayang, rawatan, pengampunan, belas kasih. Lapar ini dapat dipenuhi hanya oleh Roti yang datang dari atas ....

Tapi Ekaristi tidak berakhir dengan ambil bagian dari Tubuh dan Darah Tuhan.
Ekaristi membawa kita pada solidaritas dengan orang lain. Persekutuan (Red. komuni) dengan Tuhan selalu juga persekutuan dengan sesama saudara kita. Dan, oleh karena itu, orang yang diberi makan dan dipelihara oleh Tubuh dan Darah Kristus tidak boleh tetap tidak peduli ketika ia melihat saudara-saudaranya menderita karena kekurangan dan lapar…

(Radio Vatican)

**************
Paus Fransiskus, semoga doamu menyertai kita semua…

**************

Wednesday, November 11, 2015

Paus menemani orang miskin




Paus makan siang bersama orang2 miskin di Dapur Umum

2015-11-10 Vatican Radio

Di sela pertemuannya dengan Kongres Nasional Gereja Italia dan sebelum merayakan Misa di stadion sepak bola di kota itu, Paus duduk untuk makan siang dengan 60 warga termiskin kota itu.

Banyak
dari mereka kehilangan pekerjaan serta rumah mereka, tapi berkat kerja badan amal Gereja Katolik, Caritas, yang menjalankan dapur umum di mana makan siang berlangsung, mereka tidak kehilangan martabat mereka.

Paus Fran
siskus juga diberi voucher utk makan, dan makan dari piring plastik, sama seperti mereka yang duduk bersamanya, menekankan ajarannya bahwa Gereja harus menyertai dan menemani mereka yang terpinggirkan dan orang-orang di pinggiran masyarakat.

888888888888888888888888

** Mari kita ikuti teladan beliau... 

888888888888888888888888