Showing posts with label ekaristi. Show all posts
Showing posts with label ekaristi. Show all posts

Thursday, November 12, 2015

Orang yang Komuni tidak boleh Tidak Peduli



Pesan Paus pada Kongres Ekaristi India

Manusia di seluruh dunia hari ini butuh makanan. Dan makanan ini tidak hanya untuk memuaskan rasa lapar badani. Ada rasa lapar lain – lapar cinta, keabadian, lapar kasih sayang, rawatan, pengampunan, belas kasih. Lapar ini dapat dipenuhi hanya oleh Roti yang datang dari atas ....

Tapi Ekaristi tidak berakhir dengan ambil bagian dari Tubuh dan Darah Tuhan.
Ekaristi membawa kita pada solidaritas dengan orang lain. Persekutuan (Red. komuni) dengan Tuhan selalu juga persekutuan dengan sesama saudara kita. Dan, oleh karena itu, orang yang diberi makan dan dipelihara oleh Tubuh dan Darah Kristus tidak boleh tetap tidak peduli ketika ia melihat saudara-saudaranya menderita karena kekurangan dan lapar…

(Radio Vatican)

**************
Paus Fransiskus, semoga doamu menyertai kita semua…

**************

Sunday, November 1, 2015

Seminar dan KKR. Tiket Rp 25 000,-



Beberapa minggu lalu saya dapat selebaran ini lewat group WA. Ada sesuatu yang bikin saya sedih. 



Seminar dan Kebangkitan Rohani Katolik:
Catholic Family is Beautiful
Kerjasama antara BPK PKK KAJ, Pertemuan Mitra Kategorial KAJ, dan Lumen Indonesia
Sabtu, 24 Oktober 2015 di Istora Senayan, Jakarta
Waktu:
Seminar untuk Orang Muda Katolik bersama Fr Cantalamessa "Beautiful Youth in the Catholic Faily"
Ruang Kenanga, Istora Senayan dari jam 10.00 - 12.00
Seminar - Seminar dari Pemikat KAJ (Pertemuan Mitra Kategorial KAJ) - Semua dimulai dari jam 13.00 - 15.00 di ruang Kenanga 1-5
1. Merciful in Catholic Family oleh RD Julius Salettia, Komunitas John Paul II for Youth Indonesia
2. Jangan Takut Berlayar di Lautan Digital oleh Bpk Stefanus Tay dan Ibu Inggrid Tay dari Katolisitas.org, Komunitas The Indonesian Pilgrims
3. Work Life Balance oleh Haryo Ardito, Komunitas KKMK (Kelompok Karyawan Muda Katolik)
4. Catholic Parenting oleh Anne Gracia dan Pasutri CHOICE, Komunitas CHOICE
5. Pernikahan Katolik oleh Komunitas Tritunggal Mahakudus
Kebangkitan Rohani Katolik bersama Fr Cantalamessa "Catholic Family is Beautiful"
Di Main Hall, Istora Senayan dimulai jam 16.00 - Selesai
Tiket Available @Rp 25.000 dan berlaku untuk seluruh kegiatan tersebut (Seminar dan KRK). Hubungi xxxx (Whatsapp/SMS di 0812 1181 xxx)


Diskusi
Semuanya indah. Dilakukan dengan tujuan mulia: Memuliakan Tuhan.  Tapi.... tiket @Rp. 25.000.  Artinya  orang yang tidak punya uang sebanyak itu tidak bisa ikut dalam kegiatan gereja ini.
Dengan cepat terjadi diskusi ini:
+ Sebenarnya aku tidak mau bilang, tapi aku beli banyak tiket untuk orang2 yang tidak mampu. 
-  Masalahnya, bukankah orang harus mengaku miskin, tidak punya uang, baru diberi tiket? Menyuruh orang mengaku miskin itu tidak bagus .Itu sama saja dengan menyuruh mengemis. Dan aku tahu betul rasa hati orang yang terpaksa mengemis, karena dulu aku pernah sekali mengemis pada orang yang tidak aku kenal.
 

+ Tidak juga. Kan kita tahu siapa2 yang tidak mampu
-  Mungkin tidak semua orang miskin giat di lingkungan atau gereja. Mungkin juga ada pendatang dari luar kota. Lalu mungkin tidak semua lingkungan menyediakan tiket gratis untuk umat yang tidak punya uang tadi. Alangkah indahnya kalau kita punya pedoman seperti di bawah ini:

Mungkin inilah yang dimaksud Paus Fransiskus dengan Gereja Miskin. Gereja yang dalam kegiatannya tidak pernah menyingkirkan orang yang tidak punya uang.

Coba mari kita pikirkan bersama di lain kesempatan.
Entah bagaimana, tapi kita bisa kalau mau...

  • Mungkin lebih baik kalau selebaran undangan kegiatan gereja, apalagi memakai upacara ekaristi, tidak mencantumkan istilah FREE, Gratis... Karena ini berarti ada kegiatan ekaristi yang dengan sadar menyingkirkan umat miskin.
 Baca : Gereja Miskin

*** Maaf kalau ada kata2 yang menyinggung.
*** Pesan Paus Fransiskus : "Lord, help us always to be more generous and closer to poor families." (Agustus 2015)





Monday, October 19, 2015

Ekaristi, tata cara dan diskusi (1)

Lewat group WA saya menerima pesan di bawah ini. Konon dari webpage Gereja Katolik facebook, tapi saya tidak berhasil menemukan tautan asalnya. Maka saya mohon izin mengutip di sini:

Mari ber-Ekaristi dengan baik dan benar
Agar diperhatikan:


1. Masuk ke Gereja membuat tanda salib. Jgn buru2, tetapi hayatilah dan syukurilah bahwa karena rahmat Baptis anda bisa bergabung ke dlm persekutuan Gereja. Jgn membiasakan memberi air suci pada orang lain dgn mengulurkan jari anda. Ketika anda dibaptis anda dipanggil dgn nama pribadi anda, berarti sgt personal, maka tanda salib jgn dibuat dgn asal2an

2. Perayaan Ekaristi/ Misa Kudus adalah rangkaian doa. Maka tanda salib hanya dilakukan pada AWAL dan AKHIR MISA KUDUS saja yaitu ketika imam memulai dan mengakhiri misa. Jangan buat tanda salib banyak2. Tanda Salib disini menunjuk pada tanda salib biasa dan bukan penandaan dahi, bibir, dan dada dengan salib yg tetap harus dilakukan saan bacaan injil.

3. Ketika doa pembuka, sampaikanlah ujud pribadi anda dalam hati, singkat saja sambil mengaminkan doa yg dibawakan imam. Tuhan sudah tahu masalah anda jadi tidak perlu bertele-tele. Pada zaman dahulu, kesempatan ini diisi dgn doa spontan oleh umat yg hadir, yg akhirnya ditutup oleh imam.(Kesempatan lain yg bisa dilakukan untuk menyampaikan ujud pribadi adalah ketika doa umat, pada waktu yg disediakan).

4. Tanda salib yg dibuat sebaiknya tanda salib besar, yaitu dgn menyentuh pusar (sebagai lambang inkarnasi Kristus). Tidak membuat tanda salib ketika imam memberi absolusi umum ("...semoga Alah mengasihani kita...dst.."), karena yg kita ikuti adalah Misa Kudus bukan Sakramen Tobat. Tidak salah membuat tanda salib dengan menyentuh dada ketika berkata "Putra".

5. Berlutut sebelum duduk, jgn asal2an, jgn hanya membungkuk, kecuali terpaksa. Yang ada di depan anda adalah Kristus sebenar2nya dalam rupa Hosti di Tabernakel. Ingatlah sejenak juga akan inkarnasi Kristus. Hosti dalam Tabernakel, bisa diasosiasikan dgn Kristus dalam rahim Maria. TENTANG PAKAIAN YANG PANTAS untuk menghadap Pencipta anda sendiri yg ada secara fisik di hadapan anda, anda pasti bisa memilihnya bukan?  SEBERAPA SOPAN ANDA BERPAKAIAN MENCERMINKAN SEBERAPA TINGGI PENGHORMATAN ANDA AKAN KRISTUS DALAM TABERNAKEL

6. Nyanyikanlah Tuhan Kasihanilah kami dan Kemuliaan dengan penuh hormat. Harap diingat bahwa Kemuliaan adalah kidung malaikat di padang Efrata ketika kelahiran Kristus. Jadi, mohon dinyanyikan dengan penuh sukacita dan hormat

7. Bacaan kitab suci yg dibacakan dr ambo (mimbar) adalah waktu Allah berbicara dan kita mendengarkan, yaitu menyimak dengan penuh perhatian. Jika paroki anda menyediakan teks misa, anda lebih baik membaca kutipan bacaan sebelum misa dimulai. TATAP lektor/imamnya karena Allah sedang berbicara pada anda.Komunikasi yg baik dalam percakapan adalah SALING MENATAP bukan? PEMBACAAN INJIL -dan bukannya homili - adalah PUNCAK LITURGI SABDA. Harap diingat, suara yg anda dengar adalah Suara Kristus sendiri karena imam bertindak IN PERSONA CHRISTI (mewakili Kristus sepenuh-penuhnya)

8. Mohon menyanyikan KUDUS dengan sepenuh hati, dengan keagungan, jangan asal2an. Dikarenakan bahwa ketika menyanyikan/mengucapkan KUDUS kita bergabung dengan seluruh penghuni surga yang memuji Allah tak henti.

9. Ketika konsekrasi (Inilah TubuhKU, Inilah DarahKu atau ketika Hosti diangkat dan Piala diangkat) anda boleh mengangkat kedua tangan yg terkatup seperti ritus ibadat di pura Hindu, NAMUN SEBENARNYA berlutut sudah merupakan ungkapan PENYEMBAHAN. Yang terpenting ketika konsekrasi adalah anda harus menatapNya. Harap diingat, Suara yg anda dengar (Inilah TubuhKU, Inilah darahKU, adalah Suara Kristus sendiri. Lagi, hal ini dikarenakan Imam bertindak IN PERSONA CHRISTI. Jadi? Tataplah Hosti dan Piala itu dgn penuh hormat, yakinkan pada diri anda kalau itu adalah Kristus sendiri, bukannya sibuk dengan permohonan dalam hati.

10. Ketika imam mengucapkan/menyanyikan : "Dengan perantaraan Kristus, bersama dia, dan dalam Dia...dst..." IKUTILAH DALAM HATI. TATAPLAH HOSTI DAN PIALA YG DIANGKAT. Ketika "AMIN" dinyanyikan (dlm bahasa inggris disebut THE GREAT AMEN"). Mohon dinyanyikan dengan sepenuh hati, dengan suara terindah yg anda miliki. Dikarenakan bahwa THE GREAT AMEN ini adalah PUNCAK LITURGI EKARISTI.

11. Jangan menadahkan tangan seperti imam, pada waktu berdoa atau menyanyikan Bapa Kami. Dikarenakan imam sedang berdoa atas nama Gereja atau IN PERSONA ECCLESIA. Sikap yg benar adalah mengatupkan tangan, tanda berdoa. Hayatilah doa Bapa Kami. Sadarilah bahwa "rezeki" yg anda minta itu terutama adalah "Roti Hidup" dalam Ekaristi. (dlm bahasa aslinya (Aram), doa Bapa Kami menggunakan kata "roti" bukan rezeki. Pun,dalam bahasa latin digunakan kata "PANEM" yg berarti roti.)

12. TIDAK MENGUCAPKAN DOA PRESIDENSIAL (yg boleh diucapkan oleh imam saja) doa: "..jgn perhitungkan dosa kami tetapi perhatikanlah iman GerejaMu" Jika Imam mengucapkan "marilah kita mohon damai Tuhan" dsb sebelum doa ini, bukan berarti kita harus ikut mengucapkan doa ini. Ucapkan dalam hati saja KEMUDIAN DIAMINKAN DENGAN IMAN.

13. Ketika menerima komuni, TATAPLAH terlebih dahulu hosti yg diangkat sebelum ditaruh di tangan anda. AMIN HARUS DIUCAPKAN DENGAN PENUH IMAN.

14. Tidak perlu ikut menghormat ketika imam menghormati Tabernakel dan altar(juga pada waktu awal misa). Tidak masalah jika anda tetap melakukannya karena merupakan kebiasaaan yg saleh. Namun kalau anda menghadiri misa di luar negeri, jangan kaget kalau di negara tertentu praktik ini tidak dilakukan.

15. Tanda salib pada saat keluar Gereja, sebenarnya tidak perlu dilakukan. Tanda salib sebelum anda masuk sebenarnya kurang lebih berfungsi seperti wudhu, yaitu untuk menyucikan (dan mengingatkan akan Baptis). Ketika anda selesai misa, Kristus yang Maha Suci sudah masuk dalam tubuh anda, tidak diperlukan lagi sarana penyucian lain. Namun demikian, tidak ada salahnya kalau dilakukan, asal jgn karena latah, namun harus disertai kesadaran iman, bahwa anda kini diutus untuk mewartakan karya salib Kristus lewat perkataan dan perbuatan.

Anda harus menjadi contoh bagi orang lain. Jangan takut untuk mensosialisasikan hal2 di atas pada siapa saja yg menghadiri misa bersama anda.

Tambahan :
Info ini BUKAN TPE BARU. TPE yg berlaku tetap TPE 2005. Info ini hanya merupakan hasil olahan setelah penulis mengikuti rekoleksi liturgi di salah satu paroki di KAJ oleh komisi liturgi KWI yg pastinya juga berdasarkan TPE 2005. Coba perhatikan dengan seksama bahwa sama sekali tidak ada yg berubah. Yang ditulis di atas lebih ke arah praktikal, terutama bagaimana sebenarnya menghayati apa yg kita lakukan atau katakan atau nyanyikan setiap kali kita menghadiri Misa.

Sampaikan dengan sopan pada saudara dari persekutuan gerejawi lain (Protestan) agar mereka tidak ikut mengambil komuni, namun boleh menerima berkat seperti katekumen yaitu dengan menyilangkan tangan di depan dada, sehingga yang memberikan komuni tahu bahwa dia bukanlah seorang katolik. Walaupun mereka tergabung dalam semacam persekutuan dengan Gereja Katolik berkat Sakramen Baptis, namun komuni hanya diperuntukkan bagi mereka yg berada dalam persekutuan penuh dengan Uskup Roma (Paus sebagai penerus Petrus), dengan kata lain komuni hanya eksklusif untuk umat Katolik.

Tambahan bagi perempuan katolik: Jangan merasa terhalang menerima komuni jika anda sedang mengalami datang bulan. Tuhan Yesus tidak mempermasalahkan sesuatu yg manusiawi. Konsep terhalang karena datang bulan hanya ada di tetangga seberang.

Salam damai selalu