Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

Tuesday, November 17, 2015

Persatuan dengan saudara kita Kristen Protestan



Saudara Kita, Umat Kristen Protestan
NCR, 16 Nov 2015


Paus berdoa bersama pendeta Protestan

Bolehkah saudara Protestan kita terima komuni di gereja Katolik? Paus menjawab: dahulu Santo Paulus berkata, kita "satu iman, satu baptisan, satu Tuhan … Dari sana, ambil konsekuensinya."
 
“Kita sama2 dibaptis, kita harus berjalan bersama,” kata Paus.

Tapi … "saya tidak akan pernah berani memberikan izin untuk ini (mengajak komuni bersama) karena itu bukan kompetensi saya," katanya. Tapi kita "satu Baptisan, satu Tuhan, satu iman. Berbicaralah dengan Tuhan dan majulah.”

Doa

“Tuhan Yesus, kami mengasihi saudara2 Protestan kita; satukan kembali gerejamu, sehingga kita menjadi satu kawanan dengan satu gembala.”

Friday, November 13, 2015

Mahkota untuk Orang Miskin



Mahkota Kepausan, Dijual untuk Orang Miskin

Mahkota kebesaran pada gambar atas itu digunakan untuk penobatan paus Paus Paulus VI pada tahun 1963. Ini merupakan mahkota paus terakhir sampai saat ini. 


Dijual untuk Orang Miskin

Paus Paulus mengenakan tiaranya beberapa kali
. Lalu dalam tindakan dramatis pada bulan November 1963, dia meletakkannya di atas altar Basilika Santo Petrus sebagai tanda kerendahan hati, melambangkan bahwa paus tidak lagi punya klaim apapun atas kekuasaan duniawi. Dia (dan paus sesudahnya) tidak pernah memakainya lagi. 

Lalu diumumkan bahwa tiara itu akan dijual dan hasil penjualan diberikan untuk amal. Namun, Kardinal Uskup Agung New York cepat turun tangan. Mahkota bersejarah itu dibeli oleh Gereja Katolik di Amerika Serikat. Sekarang mahkota itu dipajang secara permanen di Basilika Katolik di Washington, DC.

Pujian dan Kutukan

Keputusan Paus Paulus membuang mahkota itu menuai pujian dan kecaman. Kelompok progresif dalam gereja memuji tindakan itu sebagai langkah yang sesuai dengan "tanda zaman" dan menandai lahirnya kembali kepausan yang lebih informal. Sebaliknya, kaum konservatif mengritik tindakan itu sebagai pengkhianatan pada nilai2 tradisi mulia, dan bilang bahwa hanya anti-paus yang melakukan itu; bahkan ada yang berkata bahwa itu bukti Paus Paulus bukan paus sejati.

Paus Johanes XXIII

Sebelum itu, waktu Paus Johanes XXIII terpilih tahun 1958, belum tersedia mahkota khusus untuk dia. Perancang mahkota berkonsultasi dengan Paus mengenai desainnya. Paus meminta agar mahkota ringan saja, dan batu permata yang ada di situ dibuang separo, hasilnya disumbangkan pada orang miskin. (Paus ini terkenal suka jalan2 keluyuran sendiri ke pasar2).

Diskusi

  • Gerakan  “pilih orang miskin” telah muncul lama sebelum Paus Fransiskus terpilih. Tapi Paus sekaranglah yang paling getol dan gencar meneriakkannya. 
  • Seperti biasa, gerakan kemiskinan tidak mengenakkan banyak orang, maka orang Katolik konservatif  mengecam tindakan tadi.
  • Semoga dengan pendekatan Paus kita sekarang ini, umat makin dekat dengan visi gereja mengenai orang miskin.

Thursday, November 12, 2015

Pembangunan Gereja Baru: Voting...


Pilih mana? Nomor 1, atau 2 ?

  • Tidak perlu cari ayat di Kitab Suci.   Ada ayat2 yang mendukung nomor 1, ada ayat yang mendukung nomor 2.
  • Semua cuma selera... Pilih 1 Anda benar... Pilih 2 Anda benar....
  • Eh, bukankah  kita SUDAH bantu orang miskin?
  • SUDAH cukupkah? Kalau jatah bisa dikurangi untuk mereka yang menderita, bukankah lebih baik?
  • Tapi saya ingin kemegahan untuk Tuhan
  • Tapi "Tuhan telah memakai wajah mereka (Red. orang miskin). Dan wajah itu memandang pada kita.... Jika kita tidak merendahkan diri kita, kita tidak akan melihat wajahNya," kata Paus.
  • Bukankah gereja yang megah demi kemuliaan Tuhan? Sudahlah. Saya senang dengan itu...

****************



Orang yang Komuni tidak boleh Tidak Peduli



Pesan Paus pada Kongres Ekaristi India

Manusia di seluruh dunia hari ini butuh makanan. Dan makanan ini tidak hanya untuk memuaskan rasa lapar badani. Ada rasa lapar lain – lapar cinta, keabadian, lapar kasih sayang, rawatan, pengampunan, belas kasih. Lapar ini dapat dipenuhi hanya oleh Roti yang datang dari atas ....

Tapi Ekaristi tidak berakhir dengan ambil bagian dari Tubuh dan Darah Tuhan.
Ekaristi membawa kita pada solidaritas dengan orang lain. Persekutuan (Red. komuni) dengan Tuhan selalu juga persekutuan dengan sesama saudara kita. Dan, oleh karena itu, orang yang diberi makan dan dipelihara oleh Tubuh dan Darah Kristus tidak boleh tetap tidak peduli ketika ia melihat saudara-saudaranya menderita karena kekurangan dan lapar…

(Radio Vatican)

**************
Paus Fransiskus, semoga doamu menyertai kita semua…

**************

Wednesday, November 11, 2015

Katolik harus berubah



Katolik dapat dan harus berubah, kata Paus Fransiskus
NCR, 10 November 2015


Paus Fransiskus dengan tajam menguraikan pandangan lengkapnya bagi masa depan gereja Katolik, dan dengan tegas mengatakan bahwa zaman ini butuh katolikisme yang sangat pemurah dan tidak takut perubahan. Umat Katolik harus sadar: "Kita tidak hidup dalam zaman perubahan namun perubahan zaman." 

"Doktrin Kristen bukanlah sistem tertutup yang tidak mampu menghasilkan pertanyaan, keraguan, interogatif - tapi masih hidup, tahu sedang gelisah, dihidupkan," kata Paus. "Dia memiliki wajah yang tidak kaku, ia memiliki tubuh yang bergerak dan tumbuh, memiliki daging yang lembut: itu disebut Yesus Kristus." ...

Pernyataan2  Paus ini luar biasa dalam hal luasnya, penekanannya, dan cara pembawaannya yang tegas. Sementara Paus berbicara di katedral artistik yang terkenal di Florence itu, pidatonya terputus berkali-kali oleh tepuk tangan meriah. 

Dia mulai sambutannya dengan meditasi pada wajah Yesus, yang diwakili oleh sebuah lukisan masa renaisans. "Kalau melihat wajahnya, apa yang kita lihat?" Paus bertanya. "Terutama, wajah Allah yang kosong, Allah yang telah mengambil peran hamba, rendah hati dan taat sampai mati."
"Wajah Yesus mirip dengan wajah begitu banyak saudara kita yang dihina, diperbudak, kosong," katanya. "Tuhan telah memakai wajah mereka. Dan wajah itu memandang pada kita." 

"Jika kita tidak merendahkan diri kita, kita tidak akan melihat wajahnya," kata Paus. "Kita tidak akan melihat kepenuhan-Nya jika kita tidak menerima bahwa Tuhan telah mengosongkan diri-Nya."
Mengutip dua kali dari Injil Matius, Paus mengatakan Anda bisa membayangkan Yesus berkata: "Aku haus dan Kau beri Aku minum," atau "Aku haus dan Kau tidak memberi Aku apapun untuk minum." 

… Paus juga berkata terus terang: "Untuk para uskup, saya meminta Anda untuk menjadi pastor." … "Sebagai pastor Anda jangan berkotbah tentang doktrin yang rumit, tapi pembawa berita Kristus, yang mati dan bangkit untuk kita," katanya. "Tujukan pada hal yang pokok, kerygma."
 
Paus Fransiskus juga berbicara tentang ajaran gereja, "pilih orang miskin" - yang menyatakan bahwa umat Katolik harus mempertimbangkan dampak semua pilihan pada mereka yang termiskin; dengan tegas Paus menyatakan: "Tuhan mencurahkan darahnya tidak untuk beberapa orang, tidak untuk banyak orang, tetapi untuk semua!"

 ... "Oleh karena itu, pergilah ke jalan-jalan dan ke persimpangan jalan: semua yang Anda temukan, panggil mereka, tidak ada yang dikecualikan," dia mendesak. "Di manapun Anda berada, jangan bangun dinding atau batas, tapi tempat pertemuan dan rumah sakit lapangan." 

"Saya ingin gereja Italia yang resah, selalu dekat dengan mereka yang ditinggalkan, yang terlupakan, yang tidak sempurna," kata Fransiskus. "Saya menginginkan gereja bahagia dengan wajah seorang ibu, yang penuh pengertian, menyertai, memberi belaian.""Mimpikan gereja yang seperti ini, percayalah padanya, berinovasilah dengan bebas," desak Paus.


Diskusi 
Jarang Paus bicara seperti di atas. Sedikit sulit dimengerti, tapi ada butir2 yang dengan mudah kita cerna... Beberapa di antaranya:
  • Jangankan tradisi atau kebiasaan; Ajaran Katolik, doktrin, itu bisa berubah. Sebelum ini, seorang kardinal juga bilang, "Doktrin Katolik itu bukan seperti toko yang sudah tutup." Bisa berubah...
  • Wajah Yesus itu mirip dengan wajah begitu banyak saudara kita. Carilah orang kecil, orang yang menderita, terkena bencana, termasuk pasangan yang menderita karena cerai, itulah wajah Kristus. Jangan hina mereka, jangan pandang dengan sebelah mata. Itulah Kristus yang menderita.
  • Untuk para imam, mohon jangan kotbahkan teologi yang rumit2. Tapi yang mudah saja. Kehidupan sehari2. Ini sejalan dengan ucapan Paus di sini.
  • "Pilih orang miskin". Option for the poor. Jangan sampai kegiatan gereja (kita) meninggalkan mereka yang miskin karena tidak punya uang untuk ikut serta. Bikin seminar di hotel? OK saja. Tapi pikirkan bagaimana yang miskin bisa ikut, tanpa terpaksa merendahkan dirinya dengan mengaku miskin.
  •  Akhirnya, mari kita semua (sebagai gereja) menjadi ibu bagi semua saudara kita. Ibu yang penuh kasih, pengertian, dan siap melipur lara mereka yang susah....