Showing posts with label Asisi. Show all posts
Showing posts with label Asisi. Show all posts

Saturday, November 7, 2015

Paus minta maaf kepada Kelompok Gereja Miskin



Paus Fransiskus meminta maaf kepada Kelompok Gereja Miskin, Waldensia

http://www.dw.com/en/pope-Fransiskus-apologizes-to-waldensian-community/a-18531675

Paus di Gereja Waldensia
Atas nama Gereja Katolik Roma, Paus telah meminta maaf atas perlakuan Gereja Katolik di zaman dulu terhadap satu kelompok gereja yang ada di Italia utara.

Paus Fransiskus, paus pertama yang berkunjung ke gereja Waldensia, menyatakan permintaan maaf, dan mengatakan penganiayaan kelompok minoritas oleh Gereja Katolik ini "tidak-Kristiani."
Gereja Waldensia punya sekitar 45.000 anggota - mayoritas di wilayah Piedmont Italia utara, dan sekitar 15.000 di Amerika Latin. Pada hari kedua kunjungannya ke Piedmont, Paus Fransiskus mengatakan dia tidak bisa tidak merasa sedih atas "perselisihan dan kekerasan yang dilakukan atas nama iman." "Atas nama Gereja Katolik, saya minta maaf," katanya. "Saya minta maaf atas sikap dan perilaku tidak-Kristiani, bahkan tak berperikemanusiaan, yang telah kita (Red. Gereja Katolik) lakukan terhadap Anda semua. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus, ampuni kami."


'Menembus Dinding’
Pidato Paus
itu disambut dengan tepuk tangan hangat, dan  pendeta gereja, Eugenio Bernardini, berterima kasih kepada Paus Fransiskus karena telah "menembus dinding yang dibangun delapan abad lalu, ketika gereja kami dituduh sesat dan dikucilkan."

Gerakan Waldensia yang kecil ini dimulai pada abad ke-12 oleh Peter Waldo, pengusaha kaya dari Lyon, Perancis. Waldo membagi2kan hartanya, dengan gigih berkotbah dan menganjurkan hidup sederhana serta mencela kemewahan duniawi yang ditunjukkan oleh Gereja Katolik, yang waktu itu sangat kuat. Gerakan itu makin tumbuh,  dan konflik dengan Vatikan makin meningkat, dan Waldo akhirnya dikucilkan, dikeluarkan dari gereja.

Ide2 Waldo secara resmi dinyatakan sebagai bidah, sesat, oleh Paus Lucius III di 1184, dan diulang lagi oleh Paus Innocentus III di tahun 1215. Pada 1211, lebih dari 80 anggota kelompok Waldensia dibakar karena dianggap sesat di Strasbourg, menandai dimulainya abad2 penganiayaan terhadap kelompok ini.



Paus Fransiskus, pastor Jesuit Argentina yang orang tuanya lahir di Piedmont, Italia, lahir dan dibesarkan di Argentina, di mana cukup banyak kelompok Waldensia.

Deutch Welle, 22/06/2015


Penganiayaan wanita, anak2, orang tua2, pengikut Waldo tahun 1655. Ilustrasi buku "History of the Evangelical Churches of the Valleys of Piemont", London, 1658.

Diskusi
Mencela kemewahan yang ditunjukkan oleh Gereja Katolik. Itu misi utama Peter Waldo di tahun 1170-an itu. Dia konsekuen dengan membagi2kan hartanya dan hidup miskin, karena Yesus berkali2 menekankan kemiskinan, kata yang sering bikin tidak enak telinga banyak orang (sampai saat ini, kata Paus Fransiskus).

Tapi, Waldo berbeda dengan Santo Fransiskus Assisi yang juga membuang hartanya serta pakaian indah dan sepatunya, jadi mirip gelandangan. Fransiskus Assisi tunduk pada hierarki gereja, tunduk pada paus. Waldo tidak mau tunduk, karena (mungkin) menganggap paus pun bersalah dalam pamer kemewahan itu. Sayang Waldo bukan hanya berhenti di situ. Berbagai ajaran gereja kemudian juga diserangnya. Itu membuat pengucilan semakin cepat dilakukan.

Pengucilan kemudian diikuti oleh penganiayaan banyak pengikut Waldo. Banyak yang melarikan diri ke luar Italia, Ketika gerakan Reformasi Kristen dimulai sekitar tahun 1500 an, para pengikut Waldo ini segera masuk ke gereja Protestan untuk melindungi diri. Ini tidak menyurutkan penganiayaan terhadap kelompok ini. Ratusan atau ribuan anggotanya dibunuh dan dianiaya atas perintah raja Perancis.

Demikianlah sedikit latar belakang Gereja Waldensia. Saya bukan ahli sejarah gereja. Mungkin sekali ada kesalahan dalam interpretasi masalah ini. Tapi siapapun pengulasnya, tidak banyak data yang bisa diperoleh, karena buku asli Waldo dan pengikutnya kini tidak ada. Mungkin dibakar pada masa penganiayaan.

Tapi ada satu hal yang menarik saya: pengikut Waldo ini sebagian disebut Sandaliati, kelompok yang memakai sandal. Bukankah sekarang juga sering ada kecaman terhadap pemakai sandal di gereja ? :))



Terima kasih Tuhan, kau beri kami umat Katolik, Paus Fransiskus, yang meluruskan jalan kami.





Sunday, November 1, 2015

Kemiskinan - kata yang tidak nyaman (kata Paus)

Kardinal Jaime Ortega Alamino dari Havana memperkenalkan umatnya pd Paus, dan berkata, "Gereja di Kuba adalah gereja miskin," ... Menanggapi ini, Paus berkata, kardinal "menggunakan kata yang tidak nyaman: kemiskinan. Semangat dunia (skg ini-Red) tidak mengenal kata itu, tidak mencarinya, dan menyembunyikannya."

Kemiskinan, kata dia, bisa menjadi kekayaan terbesar seseorang, tetapi mencari kekayaan dapat juga menghancurkan kehidupan seseorang.

Mengutip pendiri Jesuit, St Ignatius Loyola, Paus mengatakan dia menemukan kebijaksanaan dalam ajaran St Ignatius bahwa kemiskinan "adalah dinding dan ibu" dari hidup suci.

"Cintailah kemiskinan spt kamu mencintai ibumu," katanya.


* Catatan: Selama ini banyak orang Katolik yang bingung dengan kata2 Paus tentang kemiskinan. "Betapa aku merindukan gereja miskin, untuk orang miskin". Banyak sekali yang menerjemahkannya (memelesetkan) menjadi "berjiwa miskin" seperti dalam Kotbah di Bukit. Tentu itu bagus saja; itu kalimat Yesus sendiri. Tapi kalau melihat konteksnya, serta rangkaian kata2 Paus, jelas paus meminta gereja menjadi miskin secara duniawi. Secara fisik... Dan merangkul orang miskin. Paus sadar sekali banyak umat yang tidak merasa "nyaman" dengan kata miskin. Maka dia ulangi dan ulangi lagi.


Diskusi
IMA: Sorry mau tanya, apa bnr Pope Francis tdk menghendaki / tdk memperbolehkan kita utk menjd kaya secara jasmani..? Kl memang bnr bgtu, aku kok krg setuju ya, krn apa jdnya dunia ini kl semua org di dunia ini miskin smuanya?? Bgmn mungkin kita bs membantu sesama kita yang membutuhkan bantuan secara materi, kl kitanya sdiri jg miskin n perlu bantuan..? :) :).„dan bgmn mungkin kehidupan di dunia ini akan menjd maju n berkembang, kota2 bs menjd bgs n indah gemerlapan kl smua penduduknya miskin adanya? Dan bgmn mungkin jg dunia kedokteran n kesehatan akan menjd lbh maju dgn kemiskinan? Apakah manusia bs menjd lbh pintar dgn kemiskinan? Dan apakah Tuhan kita bnr tdk menghendaki umatnya menjd kaya?
Apakah menjd kaya itu adalah suatu dosa? Kl menurutku sih gak ada slhnya org menjd kaya secara jasmani, asalkan dia mendptkan kekayaannya dgn cara yang bnr, n dia bs menggunakan kekayaan yg dimilikinya dgn cara yg bnr n bijaksana, bukan hanya utk kesenangannya sdiri n keluarganya, tp jg utk kebaikan sesama n smua makluk hidup yg ada di dunia ini, n trutama utk kemuliaan Tuhan. Bukankah Tuhan menghendaki umatnya utk saling tolong menolong ? Yg kaya menolong yg miskin? :))
TK : Hebat,,, keren bnget ulasannya n sangat setuju, bahkan Tuhan Yesus sendiri pun tdk miskin, bukti  nya pny kasir yaitu Yudas, kalau sama rata miskin itu paham komunis, sdng kn kenyataannya yg memakai paham komunis itupun para pemimpinnya tetap kaya malah berfoya2, yg miskin hny rakyatnya aja
IMA: Kita smua tahu bhw miskin itu tdk jauh dr penderitaan, lalu apakah bnr bhw Tuhan itu menginginkan manusia utk menderita trs seumur hdpnya? Bukankah Tuhan menginginkan kita smua utk hdp bahagia sejahtera jasmani n rohani, slmt dunia n akhirat ? Dgn catatan asalkan kita mau sll ingat kpd Tuhan n mau menjlnkan perintahNya. Jd aku rasa gak ada yg slh dgn menjd 'kaya', yg penting semangatnya/ jiwanya yg sederhana / bersahaja, artinya walaupun kaya tp ttp sederhana hdpnya, tdk trlalu ber foya2, n mau sll ingat pd sesamanya yg kekurangan n membutuhkan bantuan. Krn utk itulah kita hidup, saling mengasihi n saling berbagi / saling memberi.
IMA: "Kemiskinan, kata dia, bisa menjadi kekayaan terbesar seseorang, tetapi mencari kekayaan dapat juga menghancurkan kehidupan seseorang.". Kl menurutku mungkin itu artinya walaupun kita miskin, tp berjiwa 'kaya', n tetap bs menjlni hidup dgn cara yg baik n bermartabat, n sll ingat kpd Tuhan n menjlnkan sgala perintaahNya, mk hidupnya akan diberkati Tuhan n akan mendptkan kebahagiaan surgawi/ keselamatan yg kekal. Sdgkan org yg mencari kekayaan dgn cara yg tidak bnr (korupsi, serakah dll), n menggunakan kekayaannya dg se-mena2 n tidak brtg jwb, mk dia akan hancur oleh kekayaannya / ketamakannya. Sorry kl slh...
EN: "Apa bener Paus Fransiskus tdk menghendaki /tdk memperbolehkan kita utk menjadi kaya secara jasmani..?" Tinggal baca aja, tertulis begitu atau tdk..  Paus tidak pernah berkata begitu.
Paus melihatnya dari sudut pandang keadaan kota tempat tinggalnya, ibukota Argentina, yang seperti Jakarta, penuh dengan kemewahan tapi terbalut oleh kemiskinan. Sebagian (kecil) kaya raya, sisanya, mayoritas, miskin. Kalau Paus hidup di pedalaman Papua atau Kalimantan, atau di ujung Gunung Semeru, di tengah gereja yang semua miskin, mungkin perkataannya akan berbeda. Paus ingin gereja miskin sebagai solidaritas, ikut bela rasa pada orang miskin. Supaya mereka tidak tersingkir dari gereja...

=====================
** Semoga semangat Paus Fransiskus hidup di hati kita. Apakah kita telah mencari mereka? Atau menyembunyikannya, seolah2 tidak ada, seperti kata Paus?

=====================

Tuesday, September 1, 2015

Paus Fransiskus: Pastor dapat mengampuni wanita yang pernah melakukan aborsi

Ringkasan dari tulisan 
Daniel Burke, CNN, Editor Agama
 
September 1, 2015

  • Izin dari uskup tidak lagi diperlukan untuk menghindari ekskomunikasi (pengucilan, dikeluarkan dr gereja)
  •  Perubahan kebijakan ini hanya berlaku di tahun “Kerahiman/Belas Kasihan” kalendar Gereja Katolik, dari 8 Desember tahun ini sampai 20 November 2016
  • Paus tidak mengubah pandangan gereja bahwa aborsi adalah "kejahatan moral"


(CNN) Lagi-lagi Paus Fransiskus mengguncang dunia Katolik pada hari Selasa dengan mengumumkan bahwa wanita yg menyesal krn melakukan aborsi dapat meminta pengampunan dari pastor selama "Tahun Kerahiman" mendatang.

Secara tradisional, orang yang terlibat dalam aborsi, yang dikutuk sebagai dosa besar oleh gereja, dianggap otomatis di-ekskomunikasikan (dikeluarkan dari gereja), dan hanya seorang uskup bisa mengangkat larangan tersebut. Pengumuman Paus ini datang hanya beberapa minggu sebelum ia dijadwalkan untuk mengunjungi Amerika Serikat, di tengah perdebatan sengit tentang aborsi di AS.


Menurut jajak pendapat baru yang dilakukan oleh Public Religion Research Institute, 51% dari Amerika Katolik percaya aborsi harus diperbolehkan secara hukum dalam semua kasus, sementara 45% mengatakan itu harus tidak boleh dalam semua kasus. Pada jam-jam setelah pengumuman Francis ini, umat Katolik di kedua kubu perdebatan itu mencari celah untuk memelintir pernyataan Paus yg populer ini.

Kebijakan baru Paus ini tidak mengubah doktrin gereja, dan secara teknis hanya berlaku untuk Tahun Kerahiman ini.


"Saya prihatin akan semua wanita yang pernah menjalani  aborsi," Paus melanjutkan. "Saya menyadari adanya tekanan yang menyebabkan mereka untuk mengambil keputusan ini."

Tahun khusus gereja ini dimulai pada tanggal 8 Desember ini sampai 20 November 2016. Seorang pejabat Vatikan mengatakan ada kemungkinan Paus akan memungkinkan kebijakan ini berlaku selamanya.

Mendorong rahmat

Dengan kebijakan aborsi baru, Fransiskus tampaknya menunjukkan adanya "jalan ketiga" untuk memerintah gereja. Dia bergerak ke luar dari retorika saja, tetapi tidak cukup mengubah praktek gereja lama.

Pemimpin gereja di Amerika Serikat mengatakan, banyak uskup Amerika (tambahan, juga di Indonesia) sudah mengizinkan imam mengampuni dosa aborsi dalam Sakramen Pengakuan Dosa. "Hal yang baru adalah bahwa Paus Fransiskus ... membuat izin itu universal," kata Pastor James Martin, pastor Yesuit dan editor American Magazine di New York.


Selama bertahun-tahun, Fransiskus, Paus pertama dari Amerika Latin, adalah uskup agung Buenos Aires, kota dengan banyak umat Katolik miskin. Dalam pernyataannya Selasa ini, Paus mengatakan bahwa ia pernah bertemu "begitu banyak wanita" yang terluka oleh keputusan yang "menyiksa dan menyakitkan" untuk melakukan aborsi itu.

"Pengampunan Tuhan tidak boleh ditolak untuk orang yang telah bertobat," kata Paus.
…
Bagaimanapun, keputusan Paus Fransiskus ini 'tidak mengubah ajaran-ajaran Gereja Katolik tentang beratnya dosa aborsi, yang dalam hukum Gereja sebut sebagai "kejahatan moral."


Tuesday, August 13, 2013

Pakailah sepatu kalau ke gereja

Tahun lalu saya membaca poster besar di gereja. Kalau tidak salah dari Seksi Lingkungan. Isinya: pakailah sepatu kalau ke gereja. Jangan pakai sandal. Masak kamu tidak menghormati Tuhan. Gereja adalah rumah Tuhan... Begitu kira2...

Ini bukan pertama kali saya mendengar kritik soal tata cara berbusana ini. Saya selalu menentang. Tidak pada tempatnya gereja, suatu institusi rohani (dulu saya berpendapat begitu), mengatur soal tata cara duniawi ini. Masalahnya, saya sendiri suka memakai sandal :) ...

Lalu, terjadilah pembicaraan berikut:

+ : Masak kamu tidak menghargai rumah Tuhan, memakai sandal ke gereja.
- : Tuhan Yesus sendiri kemana2 selalu memakai sandal. Saya cuma meniru Yesus. Apakah dia tidak boleh masuk ke gereja ini ?

+ : Bedalah. Itu kan zaman dulu. Kalau sekarang, Yesus tentu memakai sepatu.
- :  Kok tahu? Bagaimana bisa yakin bahwa Yesus akan menjelma sebagai orang Jakarta, dan bukan orang di hutan Mentawai yang tidak bersepatu dan hanya memakai cawat?


+ : Pokoknya anggap saja Yesus menjadi orang Jakarta.
- : Bagaimana kalau Yesus tidak punya uang untuk beli sepatu? Masih banyak orang Jakarta yang susah untuk beli sepatu, lho.

+ : Intinya begini. Kalau ke gereja, orang Kristen harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Kalau kamu ke Jakarta, sesuaikan diri; pakailah pakaian Jakarta. Sesuaikan diri dengan mayoritas.
- : Kamu serius dengan pendapat itu?
+ : Tentu saja serius.
- : Kalau demikian, kalau kita diajak ke Papua yg umatnya masih pakai koteka, kita harus menyesuaikan diri dengan mereka ?

+ :  Ah, ada2 saja. Mereka kan masih terbelakang.
- : Mungkin ada baiknya kita tidak menyombongkan diri?

+ : Pokoknya menurut saya, pakai sepatu itu pantas untuk Tuhan.
- : Pantas itu relatif. Santo Fransiskus Asisi membuang pakaian mewah dan sepatunya 800 tahun lalu, dan memakai pakaian rombeng dan sandal (mula2 telanjang kaki); juga waktu dia bertemu dengan paus. Gandhi juga membuang jas dan pakaian ala baratnya, memakai sehelai kain tenun India plus sandal. Presiden Vietnam, Ho Chi Min, hanya memakai sandal jepit ketika 54 tahun lalu, tahun 1959, datang ke Istana Merdeka bertemu Soekarno. Mereka tidak dianggap menghina, malah dipuji2 karena berani mewakili rakyat miskin.

+ : Susahlah, kalau berdebat begini. Yang jelas SAYA SUKA PAKAI SEPATU.
- : Tepat... Itulah jawabnya. "Saya suka". Cuma mungkin kita perlu membiarkan orang lain dengan kesukaannya.
- :  Ada tambahan: di Singapura (mungkin juga di tempat lain? ), banyak pria memakai sepatu, tapi bercelana pendek kalau ke gereja. Mana yang lebih pantas ya, bercelana pendek, atau memakai sandal?

Buat saya pribadi, semakin sedikit gereja mengurus tata cara duniawi, akan semakin sedikit kesalahan yg dilakukannya. Dan kalau kita ingin berpihak pada orang miskin seperti diminta Bapa Suci, akan lebih baik kalau kita menyesuaikan diri dengan mereka... Semoga ada kesesuaian pendapat di antara kita.

----------------


Saturday, August 10, 2013

Paus Fransiskus (5) : Gereja miskin

20 tahun lalu. Diskusi suatu milis Katolik sedang membahas gereja yg kaya dan miskin. Saya berkata, gereja sekarang sudah cukup baik; tapi sebenarnya dapat lebih baik lagi dengan lebih berpihak pada kaum miskin. Misalnya, kalau membangun gereja, buat gereja yg lebih sederhana. Tidak usah megah2. Misalnya terkumpul 20 milyar. Gunakan yang 18 milyar. Ada sisa uang?  Bagikan pada kaum miskin. Segera tentangan dan cemoohan terlontar.

cormac70

http://www.peduligerejakatolik.org
Diskusi yg sama saya ulangi pada kelompok keluarga beberapa bulan lalu. Segera muncul juga bantahan dari saudara. 

Megah bagi Tuhan

"Soal megah itu harus ada kriterianya. Allah tidak membenci kekayaan.. Allah mengizinkan org pilihannya menjadi kaya. Abraham dan Lot itu orang kaya, ternaknya banyak, Yakup juga kaya; Yusuf wakil raja atau firaun. Daud raja kaya, Salomo mendirikan bait Allah yang megah sekali, peralatannya dilapis emas semua. Pada dasarnya semua itu dilakukan karena sangat menghormati kehadiran Allah. Itu dalam Perjanjian Lama. Dalam Perjanjian Baru, waktu Yesus diurapi oleh perempuan yang membawa buli2 penuh minyak wangi yg amat mahal. Dan Yudas protes, karena minyak yg mahal itu kan bisa dijual dan uangnya utk org miskin. Dan Yudas ditegur Yesus.. Kisah lengkapnya baca Kitab Suci :).  "

Saya merenung. Inilah indahnya Katolik. Umat bebas menafsirkan. Ucapanku dapat disejajarkan dengan  pendapat Yudas, tapi juga dapat dianggap sesuai dengan perintah Yesus sendiri (Matius 25:35-36). Membingungkan banyak orang.

Lalu muncullah Paus Fransiskus yang suka kesederhanaan. Dan inilah komentarnya: 
"Saya sakit hati bila melihat pastor atau suster mengendarai mobil model terbaru... Mobil memang dibutuhkan untuk melakukan banyak hal, tetapi tolong pakai yang sederhana saja. Jika Anda menyukai mobil mewah, coba bayangkan berapa banyak anak yang mati kelaparan di dunia ini.” kata paus. (search Google "It hurts me when I see a priest or a nun", "Pope Francis")
Pesan yg tersirat sudah jelas. Kita diharapkan untuk memilih barang yang lebih sederhana. Bila ada kelebihan dana, gunakan untuk membantu orang miskin. Hanya saja paus tidak menyebutkannya secara telak. Tapi ada yang terang2an. Waktu paus terpilih, dia bilang pada orang Argentina; jangan berbondong2 ke Roma, berikan uangnya pada orang miskin.

Bukan cuma Paus Fransiskus yg memberi contoh. Paus Johanes XXIII juga. Sewaktu akan dinobatkan sbg paus, dia diberi hadiah mahkota oleh umat kota kelahirannya, Bergamo. Waktu mahkota akan dibuat, dia meminta jumlah permatanya dikurangi setengahnya, dan diberikan pd org miskin. Mestinya pesan kedua paus ini sudah cukup jelas.

Tapi ya itu... Yang sederhana itu sering menyusahkan. Dari segi estetis, sering bikin sepet mata. Kalau gedung panas, bikin gerah orang yang berdoa di dalamnya. Belum lagi gengsinya kurang :).  Saya sendiri juga merasa nikmat kok, kalau berdoa di gedung gereja yg baru, besar, berinterior mewah, desain elegan, dengan kursi jati yg halus dan licin, dihembus udara sejuk dr AC yg besar. Ini akan membuat saya asyik berdoa, berdoa, dan berdoa, dan berdoa terus, untuk mereka yg miskin dan sengsara di luar sana. 


---------------------------
Catatan : konon dulu 20 tahun lalu, saya dengar di Jakarta ada suster yang punya Mercedes mewah. Entah benar atau tidak. Semoga saja ucapan paus yg sekarang ini didengar.






Paus Fransiskus (4) : Pentungan di kepala kita

Beberapa perkataan Paus Fransiskus menyerupai pentungan yg jatuh ke kepala kita saat sedang bermimpi indah.
"The church is a human institution."
Gereja adalah badan atau organisasi manusia, katanya ! Jadi, bukan organisasi superhuman atau di atas manusia. Ini serupa dengan pentungan bagi kita yg biasa mengartikan hakikat gereja dari satu sisi saja.

Pengadilan Galileo

Kalimat di atas tadi masih ditambah lagi... Ini diambil dari BBC News. "He urged journalists to get to know the Church with its "virtues and sins" and to share its focus on "truth, goodness and beauty"
The Church with its "virtues and sins".
Terjemahan bebasnya, gereja punya banyak keutamaan atau kebaikan tapi jg ada dosa2nya !  Gereja sebagai institusi bisa bikin dosa. dan dia bilang "sins". Artinya bukan cuma satu saja. Jadi bukan hanya paus, atau uskup, atau pastor, atau umat, yg bisa bikin dosa, tapi juga gereja.

Dan memang gereja telah meminta maaf, mengakui kesalahannya pada beberapa kasus. Misalkan saja tentang hukuman gereja untuk Galileo Galilei. Meski kejadiannya telah berlalu lebih dari 350 tahun, pengakuan bahwa gereja bersalah telah menghukum Galileo melegakan hati banyak orang.

Namun, seperti dikatakan juga, marilah kita lebih memusatkan perhatian kita pada "kebenaran, kebaikan, dan keindahan" gereja daripada kesalahannya. Dan juga, seperti kata Bapa Suci, ikutilah para uskupmu. Bantulah mereka.

Thursday, August 8, 2013

Paus Fransiskus (2) : Gereja orang kaya

Tahun lalu saya menerima SMS ini.

"Undangan free misa kebangkitan rohani, penyembuhan oleh Romo xxx tgl. 18 Juli di Balai Samudra, Kelapa Gading, pk 17.30... Please forward ke teman atau sanak saudara yang mungkin membutuhkan. Thx"
Sesawi.net


Saya sungguh berterima kasih atas niat baik dari saudara atau kenalan saya yg kala itu mengirim SMS tsb. Tapi "Free misa", gratis? Artinya selama ini ada misa yg bayar kalau ingin ikut? Tidak ada? Kalau tidak ada, mengapa ditulis "free", gratis? Kita tidak pernah dengar "silakan datang ke pertemuan XXX, gratis hirup udara," karena udara memang selalu gratis pada kehidupan yg normal.

Tampaknya, memang banyak kegiatan gereja yg harus memakai bayaran kalau umat ingin mengikuti. Yg bisa bayar, silakan ikut, yg tidak mampu, yg miskin, berdoa saja sendiri di gereja. Gratis. Tuhan juga dengar, kok.

Apakah ini telah sesuai dengan dambaan Paus Fransiskus untuk gereja miskin? Entahlah. Saya tidak tahu. Bisa diperdebatkan dari pagi sampai malam.

 ****************
Tapi menyambung SMS di atas, saya bilang sama kenalan saya tadi: "Aku menantikan undangan misa yg bayar.... Biar bener doanya. Kalo ndak bayar, nanti dibilang: sudah ndak bayar, minta sembuh. Hahaha :) "

Paus Fransiskus (1) : "Betapa aku mendambakan gereja miskin..."

"Betapa aku mendambakan gereja yang miskin, bagi orang miskin ! (How much I would like a poor church, for the poor!)" begitu kata Paus Fransiskus, Maret 2013 lalu, ketika dia dipilih menjadi paus. (* Lihat catatan bawah). Banyak orang, termasuk saya, tertegun, bagai membentur pintu kaca, mendengar kalimat itu.

Inilah dia paus kita yg baru. Paus yg sangat revolusioner dalam kata dan perbuatan. Paus pertama yg memilih nama Fransiskus, dari nama Santo Fransiskus Asisi, yg meninggalkan semua kehidupan mewah di masa mudanya utk hidup miskin. Menunjukkan bagaimana obsesinya akan kemiskinan.




Banyak ayat di dalam Injil tentang perlunya hidup miskin dan membantu orang miskin. Tapi dari ucapan Paus tadi, tersirat keinginan kuat, luapan hasrat, juga sekilas rasa prihatinnya selama ini, utk menjadikan gereja kita gereja orang miskin.

Gereja Orang Kaya

"Betapa aku mendambakan"... dapat diartikan telah lama diinginkan tapi belum juga terwujud. Jadi sekarang ini gereja Katolik di dunia, termasuk di Indonesia, sebagian besar, khususnya di kota besar (tidak semuanya) BELUM dapat disebut gereja orang miskin; masih gereja orang kaya.


Apakah itu berarti kita mesti miskin untuk menjadi pengikut Kristus? Semiskin Santo Fransiskus Asisi yg membuang pakaian mewahnya utk berbaju rombeng? Membuang sepatu? Boleh saja kalau kita ingin menjadi pengikut Fransiskus Asisi sejati. Tapi itu bukan keharusan utk dapat menjadi orang Kristen sejati. Orang kaya boleh dan bagus kalau menjadi pengikut Kristus, tapi rasa persaudaraan dengan kaum miskin, menganggap kaum miskin sebagai saudara, harus ada padanya.  

Gereja miskin, dalam pikiran saya, pertama, adalah gereja yg semua kegiatannya dapat diikuti oleh orang miskin di paroki tsb. Gereja yg pastor dan umatnya (termasuk pengurus Dewan Paroki) memakai orang miskin sebagai acuan. Utk mudahnya, apa saja contoh kegiatan yg tidak memakai orang miskin sebagai acuan? 
  • Menjual kitab misa. Ketika mengikuti misa Paskah 2013 lalu, saya melihat, seperti tahun2 lalu, gereja menjual buku misa khusus misa Paskah 2013. Harga 5000 rupiah saja. Tujuannya baik: menggalang dana. Dari iklan yg dimuat plus hasil penjualan, gereja akan dapat dana yg tidak sedikit.
    Tapi saya teringat kata2 Bapak Paus tadi. Apakah ini terjangkau oleh orang miskin? Ah, bukankah cuma 5000 rupiah? Nah, inilah semangat orang kaya. Saya yakin, di paroki itu banyak umat yg cukup miskin yg tidak bisa meluangkan 5000 rupiah pada saat itu. Mgkn terbersit pikiran, ya sudah, kalau tidak punya uang, ya tidak usah membeli. Pakai saja buku sehari2. Nah, inilah contoh cara pikir yg dengan sengaja menyingkirkan orang miskin dari gereja. 
  • Banyak contoh lain yg akan saya tulis pada tulisan berikut.
Di media-media masa dunia disebutkan, revolusi yg dilakukan oleh paus memdobrak banyak hati beku, pada orang Katolik maupun non-Katolik, membawa kekaguman di seluruh dunia, tapi juga membawa kebingungan bagi orang2 Katolik yg selama ini mungkin salah mengartikan injil. Atau saya sendiri yg salah mengartikan ucapan Bapa Suci?

Bagaimanapun juga, semoga paus kita dapat melaksanakan suara dari Tuhan yg didengar Santo Fransiskus Asisi pada awal perubahan hidupnya, "Fransiskus, perbaikilah gereja Ku."

Mungkin Tuhan saat ini mendambakan gereja yang miskin, dan meminta Paus kita utk memperbaikinya,

Tambahan komentar (9 Agustus 2013): 

Seorang romo kenalan memberi komentar ini:
"Satu pertanyaan saja, mengapa gereja katolik di daerah tdk terpikirkan ya? Padahal mereka juga gereja katolik. Saya melayani di daerah pedalaman lebih dari lima tahun dg kolekte total satu paroki selama sebulan sekitar 750.000 rupiah, sementara pengeluaran utk pelaynan di atas 6 jt per bulan. Tapi kami senang krn dg demikian pelayanan semakin berarti. Tentu saya tdk mau dibilang gereja (hierarki?) utk org kaya.
Ada kecenderungn generalisasi. Bhw ada sejumlah orang yg begitu, itu kita semua tahu, dan saya yakin Bpk Uskup pun sdh berbuat sesuatu.
Semoga kita semakin bijak dan obyektif dlm analisa dan kritik."
Jadi kelihatannya kritik saya di atas (juga kritik Paus?) lebih cocok kalau ditujukan pada umat Katolik di kota besar, bukan di daerah miskin, yg memang sudah "gereja miskin".