Monday, June 13, 2011

13 Juni - Santo Antonius dari Padua (1195-1231)

Pelindung Gereja Antonius Otista, Jakarta. Antonius dikenal banyak membuat mukjizat, meski dia hanya mencapai umur 36 tahun. Dia juga "santo tercepat"; dinyatakan sebagai santo belum 1 tahun setelah kematiannya, suatu proses yg biasanya puluhan atau ratusan tahun.

Antonius lahir di Portugal, dalam keluarga kaya raya. Ayahnya tidak mengharapkannya jadi pastor, tapi dia bersikeras dan tetap menjadi pastor dalam Ordo Augustinian. Tapi suatu peristiwa membuatnya pindah ordo. Dia berkenalan dan terkesan dengan lima pastor Ordo Fransiskan yg akan pergi ke Maroko utk menyebarkan Injil pada orang Muslim di sana. Tetapi, mereka tidak diterima di sana, dibunuh semua. Badan2 yg sudah tidak berkepala itu dibawa pulang dan mampir di biara Antonius. Antonius sangat terkesan. Dia pun minta izin untuk pindah ke Ordo Fransiskan; dia siap untuk menjadi martir seperti teman2 pendahulunya. Tapi Tuhan berkehendak lain. Atasannya mengirimnya ke Italia.

Dia kadang mengajar di universitas Montpellier dan Toulouse di selatan Perancis. Tapi dia paling dikenal sebagai ahli pidato ulung, dengan suara yg mantap, bahasa yg sederhana, dan bahasa tubuhnya yg mengesankan.

Kisah-kisah

Bertobatnya Ezzelino. Di Verona, Italia, ada penguasa yg sangat ganas, Ezzelino. Dia membunuh banyak orang yg tidak disukainya. Antonius ingin mengubah keadaan. Seorang diri dia menghadap penguasa tiran tersebut, dan langsung mengutuk: "O musuh Allah, tiran yg tak punya hati, anjing gila, berapa lama lagi kau akan menumpahkan darah orang2 Kristen yg tak bersalah? Lihat, hukuman Tuhan akan segera turun padamu; dan itu akan menakutkan dan hebat!"
Para pengawalnya sudah siap2 untuk menangkap dan membunuhnya. Tapi mukjizat terjadi. Ezzelino berubah; singa ganas ini bagai jadi seekor domba. Dia bersujud di depan Antonius, dengan rendah hati dia mengakui kesalahannya, dan berjanji akan menebus semuanya. Belakangan, pada pasukannya dia mengaku dia "melihat cahaya ilahi memancar dari wajah pastor ini...." Ini membuatnya sangat takut, seperti akan langsung masuk neraka saja.

Mukjizat keledai. Di wilayah Tolosa, Antonius lama berdebat dengan orang yg mengajarkan ajaran sesat tentang sakramen Ekaristi. Dia akhirnya berkata pada Antonius, kurang lebih begini, "... kalau kamu dapat membuktikan dengan mukjizat bahwa dalam hosti terdapat tubuh Kristus yang sebenarnya, ... aku akan menganut iman Katolik". Keledai si sesat akan tidak diberi makan 3 hari; lalu disuruh memilih hosti atau rumput. Antonius setuju.
Pada hari ketiga, Antonius mempersembahkan misa, lalu dengan khidmat membawa hosti di tangannya. Rumput disiapkan, lalu keledai dituntun keluar. Antonius meminta hadirin diam, lalu menyuruh keledai dilepas untuk mendekatinya. Keledai lapar itu bukan menuju ke arah rumput untuk makan, tapi mendekati Antonius dan berlutut di depan Sakramen Maha Kudus. Si sesat pun bertobat.

Antonius membuat banyak mukjizat lain, seperti menyambung kaki yang putus, menyuruh bayi bercakap untuk mengatakan siapa orang tuanya, membangkitkan orang mati, dan lain-lain.
Tapi yang paling sering dikenang adalah kisah ini. Antonius pergi ke suatu kota dan menginap di rumah warga. Dia diberi kamar tersendiri agar dapat tinggal dengan tenang. Di kamar itu Antonius berdoa dengan kusyuk. Pemilik rumah melakukan kegiatannya seperti biasa. Konon dia melihat cahaya dari kamar itu, dan dia melihat lewat jendela. Terlihat seorang bayi yang cakep dan riang di pelukan Antonius. Dia menciumi bayi tadi. Setelah cukup lama, penglihatan itu hilang, Antonius yg tahu bahwa ada orang melihatnya, keluar kamar, dan meminta pemilik rumah itu tidak menceritakan kejadian itu, kecuali kalau Antonius sudah mati. Setelah Antonius meninggal, barulah orang tadi cerita; dia menangis dan bersumpah dengan Injil bahwa itu benar terjadi. Maka kini Santo Antonius sering digambarkan menggendong bayi Yesus, seperti pada lukisan di bagian atas tulisan ini.

Doa:
"Santo Antonius, kau banyak membuat mukjizat; doakanlah saudara-saudara kami yang sedang sakit sehingga mereka dapat sehat kembali, badan, jiwa, dan kehidupan sosialnya. Beri kami keberanianmu untuk menegakkan hal yang benar meski itu membebani kami..."

No comments:

Post a Comment