Friday, May 9, 2025


Lewati ke kontenLewati ke indeks situs

Siapakah Paus Leo XIV?

Ini yang perlu diketahui tentang paus Amerika pertama, termasuk sejarah pribadinya dan pendiriannya tentang masalah-masalah besar.

Dengarkan artikel ini · 8:11 min Pelajari lebih lanjut
Video
-0:00

transkrip

Paus Baru Menyatakan Gereja Harus Menerima Semua Orang Dengan ‘Open Arms’

Pada hari kedua konklaf, Kardinal Robert Francis Prevost kelahiran Chicago terpilih menjadi pemimpin Gereja Katolik Roma.

“Saya tidak pernah berpikir seumur hidup saya kita akan melihat seorang Paus Amerika. Ini sangat menarik bagi anak-anak saya — menurut saya, bagi semua orang Amerika. Maksud saya, bayangkan memiliki seorang paus yang berbicara dalam bahasa kita.” “Saya berharap untuk kelanjutan karya Paus Fransiskus, yang, saya pikir banyak orang mulai merasa lebih terlibat, orang-orang muda dengan Paus Fransiskus.”

Paus Baru Menyatakan Gereja Harus Menerima Semua Orang Dengan ‘Open Arms’
1:47
Pada hari kedua konklaf, Kardinal Robert Francis Prevost kelahiran Chicago terpilih menjadi pemimpin Gereja Katolik Roma.KreditKredit...Gianni Cipriano untuk The New York Times

Robert Francis Prevost terpilih pada hari Kamis untuk memimpin 1,4 miliar umat Katolik Roma di dunia, menjadikannya paus pertama dari Amerika Serikat. Ia memilih nama Leo XIV.

Pada hari Jumat, ia memimpin Misa pertamanya sebagai paus, menyerukan “penjangkauan misionaris” untuk membantu menyembuhkan “luka yang menimpa masyarakat kita.”

Inilah yang perlu diketahui tentang paus baru, bagaimana dia dipilih dari sekian banyak pesaing, dan masalah yang akan dihadapinya sebagai penerus Paus Fransiskus, yang meninggal bulan lalu di 88.

Robert Francis Prevost, 69, lahir di Chicago.

Terlepas dari asal usulnya di Amerika, hidupny melampaui batas-batas. Ia menjabat selama dua dekade di Peru, di mana ia menjadi uskup dan warga negara naturalisasi, kemudian bangkit untuk memimpin ordo religius internasionalnya.

Menjelang kematian pendahulunya, Kardinal Prevost memegang salah satu jabatan Vatikan paling berpengaruh, menjalankan jabatan yang memilih dan mengelola uskup secara global.

Sebagai anggota Ordo St. Agustinus, ia mirip dengan Fransiskus dalam komitmennya terhadap masyarakat miskin dan migran, serta bertemu orang-orang di mana pun mereka berada. Dia mengatakan kepada situs berita resmi Vatikan tahun lalu bahwa “uskup tidak seharusnya menjadi pangeran kecil yang duduk di kerajaannya.

GambarA cheering crowd, holding a banner and photo celebrating the new pope.
Warga Peru di kota Chiclayo merayakan terpilihnya Robert Prevost sebagai paus pada hari Kamis.Kredit...Marco Garro untuk The New York Times

Dia telah menghabiskan sebagian besar hidupnya di luar Amerika Serikat. Ditahbiskan pada tahun 1982 pada usia 27 tahun, ia menerima gelar doktor dalam hukum kanon di Universitas Kepausan St. Thomas Aquinas di Roma. Di Peru, dia adalah seorang misionaris, pastor paroki, guru dan uskup. Sebagai pemimpin Augustinian’, dia mengunjungi pesanan di seluruh dunia.

Apalah arti sebuah nama? Banyak, ternyata.

Seorang juru bicara Vatikan mengatakan pilihan Kardinal Robert Francis Prevost untuk disebut Paus Leo XIV adalah petunjuk yang jelas dan disengaja untuk Leo terakhir, Leo XIII, yang memimpin selama masa sulit bagi Gereja Katolik Roma dan membantu berjalan ke dunia modern.

Leo XIII — yang menjadi kepala gereja dari tahun 1878 hingga 1903, salah satu masa pemerintahan terlama dalam sejarah kepausan — terkenal dengan ensikliknya pada tahun 1891 “Rerum Novarum,” yang sangat membela hak pekerja atas upah layak dan menentukan doktrin sosial modern gereja. Ia dikenal sebagai paus “para pekerja.”

Leo XIII “meminta gereja untuk menjangkau kelas pekerja,” kata David I. Kertzer, seorang profesor di Brown University, dan “untuk menjalin hubungan baik antara modal dan tenaga kerja”

Paus fasih berbahasa Inggris, Spanyol dan Italia.

Video
-0:00

transkrip

Paus Multibahasa Lain Pimpin Gereja Katolik

Paus kelahiran AS pertama memiliki kewarganegaraan ganda dengan Peru dan berbicara setidaknya tiga bahasa.

Dan saya tahu saya dapat mengandalkan Anda masing-masing untuk berjalan bersama saya seiring kita melanjutkan sebagai sebuah gereja.

Paus Multibahasa Lain Pimpin Gereja Katolik
1:20
Paus kelahiran AS pertama memiliki kewarganegaraan ganda dengan Peru dan bisa berbicara setidaknya tiga bahasa.KreditKredit...Connie France/Agence France-Presse — Gambar Getty

Paus Leo XIII keturunan orang Kreol kulit berwarna dari New Orleans.

Kakek-nenek dari pihak ibu Paus, keduanya digambarkan sebagai orang kulit hitam atau ras campuran dalam berbagai catatan sejarah, tinggal di Lingkungan Ketujuh kota itu, sebuah daerah yang secara tradisional Katolik dan tempat peleburan orang-orang dengan akar Afrika, Karibia dan Eropa.

Kakek-neneknya, Joseph Martinez dan Louise Baquié, akhirnya pindah ke Chicago pada awal abad ke-20 dan memiliki seorang putri — Mildred Martinez, ibu paus.

Penemuan ini berarti bahwa Leo XIV, demikian sebutan Paus, tidak hanya menjadi terobosan sebagai Paus pertama kelahiran AS. Dia juga berasal dari keluarga yang mencerminkan banyak benang yang membentuk kain rumit dan kaya cerita Amerika.

Gambar
A young man operating a lawn mower in the yard of a small red-brick house.
Seorang tetangga yang memotong rumput rumah di Dalton, IIll., yang merupakan rumah masa kecil Paus Leo XIV yang baru terpilih, pada hari Kamis. Kredit...Jamie Kelter Davis untuk The New York Times

Ketika Paus Leo XIV memberikan sambutan pertama sebagai Paus pada Kamis malam dari balkon Basilika Santo Petrus, ia menyimpulkan dengan merujuk pada sebuah konsep yang merupakan salah satu warisan khas Paus Fransiskus: “sebuah gereja sinode.”

Banyak orang Katolik tidak tahu arti kata itu, yang mengacu pada sebuah proses konsultatif di mana para uskup membahas ajaran dan kebijakan gereja. Di bawah kepemimpinan Paus Fransiskus, yang berupaya mendemokratisasi gereja, pertemuan-pertemuan tersebut dibuka untuk umat awam, termasuk perempuan, yang pada tahun 2023 menjadi anggota gereja diizinkan untuk memilih untuk pertama kalinya mengenai masalah yang harus diatasi gereja.

Fransiskus tidak ingin kebijakan gereja diputuskan hanya oleh para uskup di ruangan tertutup. Dia ingin membuka pintu bagi semua umat Katolik.

Gambar
A group of joyous people holding an American flag.
Umat Amerika bersorak di Basilika Santo Petrus pada hari Kamis, setelah Paus Leo XIV muncul di balkon pusat. Kredit...Gianni Cipriano untuk The New York Times

Namun tidak jelas apakah Paus Leo akan terbuka terhadap umat Katolik gay, lesbian, biseksual dan transgender seperti halnya Paus Fransiskus. Meskipun ia belum banyak bicara baru-baru ini, dalam pidatonya pada tahun 2012 kepada para uskup, ia menyesalkan bahwa media berita Barat dan budaya populer memupuk simpati terhadap keyakinan dan praktik yang bertentangan dengan Injil.“ Dia mengutip “gaya hidup homoseksual” dan “keluarga alternatif yang terdiri dari pasangan sesama jenis dan anak angkat mereka.”

Sebagai orang Amerika, dia diposisikan secara unik untuk berdiri berbeda dengan kelompok Katolik konservatif fanatik di negara asalnya. Dia dorong balik visi militan kekuatan Kristen yang diangkat oleh pemerintahan Trump.

Sebelum ia menjadi paus, sebuah akun media sosial atas namanya mengritik administrasi Trump tentang imigrasi.

Seperti banyak pemimpin Gereja Katolik lainnya, ia menuai kritik berkaitan dengan para pastor yang dituduh melakukan pelecehan seksual.

Banyak umat Katolik kagum dengan pengumuman paus Amerika pertama, sesuatu yang sudah lama tampak mustahil. Tetapi di Chicago, mereka mendengar sesuatu yang lain: Paus adalah salah satu dari mereka sendiri.

Robert Francis Prevost berasal dari daerah Chicago, di mana ia dibesarkan di pinggiran kota tepat di selatan kota dan menghadiri gereja Katolik dan sekolah di South Side Chicago.

Gambar
A black-and-white photo of a classroom, with the girls seated at desks and many of the boys standing against a wall.
Calon Paus Leo XIV, Robert Prevost, di kelas dua. Dia berdiri keempat dari kiri di foto kelas ini dari tahun 1962.Kredit...St. Maria dari Sekolah Asumsi


Tuesday, May 6, 2025

Bikin Tanda Salib yang Benar?


Di medsos bertebaran  video tentang tanda salib. Yang satu menyalin yang lain, lalu diubah2. Demi mendapat follower, dan untuk sebagian, mungkin demi tambah duit... Tapi ada pedoman nomor 1 dalam dunia medsos, yakni: Jangan gampang percaya... Cari sumber resmi. Karena di geraja Katolik, hampir semua tata gerak upacara ditulis dalam dokumen resmi. Beberapa dokumen resmi yang bisa dijadikan rujukan adalah: 

  1. Pedoman Umum Misale Romawi (General Instruction of the Roman Missal [GIRM])
  2. Katekismus Gereja Katolik

Dalam hal tata gerak tanda salib yang sangat rinci, ini tidak disebut dalam kedua dokumen itu.

Pedoman Umum Misa Katolik cuma menyebut kapan tanda salib dilakukan, misalnya:

  • Pembukaan Misa (GIRM no. 124): “Ketika semua telah siap, imam dan umat menandai diri mereka dengan tanda salib…”
  • Sebelum Injil dibacakan (GIRM no. 134): “Kemudian, diakon atau imam membuat tanda salib kecil di dahi, bibir, dan dada…”

Namun, GIRM tidak menjelaskan secara rinci gerakan tangan (kiri ke kanan, urutan tubuh, dll.). Penjelasan ini lebih merupakan bagian dari tradisi hidup Gereja dan penjelasan katekese.

Katekismus Gereja Katolik (KGK) juga tidak menjelaskan teknis tanda salib, tetapi menyebut maknanya:

  • KGK 2157: “Tanda salib… adalah pengakuan iman, sarana penguatan, dan perlindungan dalam pencobaan.”

Sebagian besar bentuk tanda salib diwariskan dari tradisi Latin Barat (untuk membedakan dari, misalnya, tradisi Bizantin dimana jari tangan bergerak menyilang dari kanan ke kiri). Ini diteruskan melalui katekese, praktik imam, dan buku-buku doa resmi.

Jadi, sekali lagi, tidak ada satu dokumen resmi yang menetapkan "cara membuat tanda salib secara teknis" secara rinci. Tradisi Gereja menetapkan:

Urutan Gerakan: Dahi → Dada → Bahu kiri → Bahu kanan. Ada yang menambahkan, sesudah itu kedua tangan menyatu di dada atau di bawah dada. Boleh-boleh saja. Ada yang bilang, sesudah tangan menyatu baru bilang "Amin"... Boleh saja. Terlambat 1 detik atau lebih cepat 1 detik tidak membuat Tuhan marah. 

Tanda salib biasanya dilakukan dengan gerakan tangan sebagai berikut:

  • Pakai tangan kanan
  • Sentuhan dilakukan di:
    • Dahi (dengan kata: Dalam nama Bapa)
    • Dada (dan Putra)
    • Bahu kiri (dan Roh Kudus)
    • Bahu kanan (Amin)

Catholic Encyclopedia

Ada satu sumber otoritatif lagi yang sudah berumur lebih dari 100 tahun, yakni Catholic Encyclopedia. Meski bukan dokumen resmi gereja, buku ini (sekarang dalam bentuk situs web) merangkum berbagai hal mengenai Gereja Katolik dan dianggap cukup tepat.  Dituliskan:

"Istilah 'tanda salib' paling umum dan tepat digunakan untuk salib besar yang dilacak dari dahi ke dada dan dari bahu ke bahu, seperti yang diajarkan kepada umat Katolik untuk dilakukan saat memulai doa mereka, dan seperti yang dilakukan imam di kaki altar ketika memulai Misa dengan kata-kata: 'Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.'"

Penjelasan ini menegaskan bahwa praktik membuat tanda salib dengan tangan kanan, menyentuh dahi, dada, bahu kiri, lalu bahu kanan, telah menjadi bagian dari tradisi liturgi dan devosi umat Katolik.  Tapi dalam sejarahnya sejak 2000  tahun ini, umat Katolik pernah membuat tanda salib dengan 1 jari, 2 jari, atau 3 jari, masing-masing dengan simbolisme nya sendiri-sendiri. Tanda salib dengan 2 atau 3 jari masih dipakai di gereja2 Ortodoks. Umat Katolik sekarang biasa memakai ke 5 jari yang terbuka untuk membuat tanda salib.

Selain itu, Catholic Encyclopedia juga menyebutkan bahwa tanda salib, atau yang menyerupai itu, merupakan praktik yang sangat kuno, yang sudah ada sebelum kekristenan ada, dan telah digunakan secara luas dalam berbagai budaya sebagai simbol yang memiliki makna spiritual.

Kesimpulan

Tanda salib dilakukan dengan menyentuh dahi, dada, bahu kiri, bahu kanan, dengan lima jari terbuka. Ini adalah tradisi yang tidak tertulis. Bahwa kemudian orang memberi makna sendiri-sendiri, itu kejadian yang umum dalam sejarah. 

Ada orang yang mengatakan bahwa yang disentuh bukan dada, tapi perut atas, dsb. Terserah saja. Karena tidak disebutkan definisi anatomi dada dalam teks resmi. 

Yang lebih penting dari itu adalah apa yang ada di dalam batin kita, bukan yang di luar. Tidak perlu meniru orang Farisi yang mementingkan aturan dengan amat cermat.

Perhatikan video ini

Paus Fransiskus membuat tanda salib. Apakah jarinya menyentuh bahu? Menyentuh dada atau perut? Apakah tangannya tertutup atau terbuka? Tonton 10 detik saja. 


Terpenting: Jangan dipikir terlalu ruwet...


Saturday, May 3, 2025

Sepatu hitam itu terus dipakainya

 https://www.facebook.com/share/p/1BubyA6VUE/

Sepatu hitam usang itu tetap dipakai Paus dalam peti matinya... Semoga semakin banyak orang mengikuti jejaknya. 🙏


Dulu selalu diberi sepatu merah, baru yang mahal

Aku sudah lama pesan seperti ini... Kalau mati, jangan sekali2 beli sepatu baru. Aku bisa bangun dan  marah2 😊. Kalau tahu dibelikan yang baru, mending aku pakai dulu ... Hahaha .

Itu komentar ku di wa. 

+ Sepatu ku sekarang sudah berumur 20 tahun kira2. Dulu waktu kuliah, aku jarang pakai sepatu, kecuali sesudah masih RS, pegang pasien.

Lalu ada teman menyahut:

- Kalau pakai teklek saja gimana 😊 (sandal beralas kayu. Banyak dipakai sampai 60 -70 tahun lalu)

+ Paling tepat, tidak pakai sepatu. Tidak pakai sandal atau teklek. Tutup selimut lurik. Beres...


Pengampuan: Pesan Paus Fransiskus



Ini bukan soal agama, ini wejangan Paus Fransiskus untuk semua keluarga ...

©️ Tidak ada keluarga yang sempurna.

©️ Kita tidak memiliki orang tua yang sempurna, dan kamu pun tidak sempurna. Kita tidak menikahi orang yang sempurna, dan kita tidak memiliki anak yang sempurna.

©️ Kita tidak bisa hidup bersama tanpa menyinggung satu sama lain.

©️ Kita terus-menerus kecewa. Ya, kita mengecewakan satu sama lain pada waktu yang berbeda karena berbagai alasan.

©️ Tanpa pengampunan, tidak akan ada pernikahan yang sehat atau keluarga yang sehat. 

Pengampunan adalah obat untuk kebahagiaan dan kebahagiaan keluarga.

©️ Pengampunan sangat penting untuk kesehatan emosional dan kelangsungan hidup rohani kita. Tidak peduli seberapa besar pelanggarannya, tidak peduli siapa yang melakukannya. Tanpa pengampunan, keluarga menjadi medan konflik dan benteng kejahatan.

©️ Tanpa pengampunan, keluarga menjadi sakit dan tidak sehat.

©️ Pengampunan adalah sterilisasi jiwa, pemurnian roh, dan pembebasan pikiran. Tidak ada dosa yang tidak terampuni. Mereka yang menolak untuk mengampuni tidak dapat memiliki kedamaian dalam hati mereka dan tidak dapat bersatu dengan Tuhan.

©️ Ketidakmampuan memaafkan merupakan kejahatan dan racun yang akan meracuni dan membunuh orang-orang yang menolak memaafkan.

©️ Menyimpan rasa sakit karena tidak mau memaafkan di dalam hati adalah tindakan penghancuran diri sendiri. Inilah yang disebut "autofagi" jiwa.

©️ Mereka yang menolak memaafkan menjadi sakit secara fisik, emosional, dan spiritual. Mereka akan menderita dua kali lipat.

©️ Oleh karena itu, keluarga seharusnya menjadi tempat kehidupan, bukan kematian; tempat pengampunan... surga, bukan neraka; tempat penyembuhan, bukan sumber penyakit; tempat untuk belajar memaafkan, bukan tempat merasa bersalah.

©️ Pengampunan mendatangkan kebahagiaan; kesedihan mendatangkan kesengsaraan; pengampunan mendatangkan kesembuhan; kesedihan mendatangkan penyakit.        

©️ Rumah seharusnya menjadi tempat untuk saling mendukung, bukan tempat bergosip dan memfitnah. Rumah seharusnya menjadi tempat penerimaan, bukan penolakan. Sungguh memalukan jika seseorang menyebarkan perbuatan jahat terhadap orang lain. 

©️ Kita adalah keluarga, bukan musuh.  Ketika orang menghadapi tantangan, yang mereka butuhkan adalah dukungan.

 Kirimkan pesan ini ke setiap keluarga yang Anda kenal.  Mungkin ini dapat menyembuhkan  trauma dan menyelesaikan beberapa konflik keluarga 🙏 🙏

Friday, May 2, 2025

Perkembangan aturan kremasi

 Berikut ringkasan perkembangan aturan kremasi dalam Gereja Katolik dari tahun ke tahun:


- 1886 – Paus Leo XIII secara resmi melarang kremasi, karena dianggap bertentangan dengan iman akan kebangkitan tubuh.  

- 1917 – Kode Hukum Kanonik pertama menegaskan larangan kremasi dan melarang ritus pemakaman Katolik bagi mereka yang memilih kremasi.  

- 1963Piam et Constantem (oleh Kongregasi Ajaran Iman) memperbolehkan kremasi dengan syarat tidak dimaksudkan untuk menyangkal kebangkitan.  

- 1983 – Kode Hukum Kanonik baru (kanon 1176 §3) secara resmi memasukkan izin kremasi, selama tidak bertentangan dengan ajaran iman.  

- 2016Ad resurgendum cum Christo memperjelas aturan: abu harus disimpan di tempat suci, tidak boleh disebar, dibagi, atau disimpan di rumah tanpa izin khusus.