Saturday, May 3, 2025

Pengampuan: Pesan Paus Fransiskus



Ini bukan soal agama, ini wejangan Paus Fransiskus untuk semua keluarga ...

©️ Tidak ada keluarga yang sempurna.

©️ Kita tidak memiliki orang tua yang sempurna, dan kamu pun tidak sempurna. Kita tidak menikahi orang yang sempurna, dan kita tidak memiliki anak yang sempurna.

©️ Kita tidak bisa hidup bersama tanpa menyinggung satu sama lain.

©️ Kita terus-menerus kecewa. Ya, kita mengecewakan satu sama lain pada waktu yang berbeda karena berbagai alasan.

©️ Tanpa pengampunan, tidak akan ada pernikahan yang sehat atau keluarga yang sehat. 

Pengampunan adalah obat untuk kebahagiaan dan kebahagiaan keluarga.

©️ Pengampunan sangat penting untuk kesehatan emosional dan kelangsungan hidup rohani kita. Tidak peduli seberapa besar pelanggarannya, tidak peduli siapa yang melakukannya. Tanpa pengampunan, keluarga menjadi medan konflik dan benteng kejahatan.

©️ Tanpa pengampunan, keluarga menjadi sakit dan tidak sehat.

©️ Pengampunan adalah sterilisasi jiwa, pemurnian roh, dan pembebasan pikiran. Tidak ada dosa yang tidak terampuni. Mereka yang menolak untuk mengampuni tidak dapat memiliki kedamaian dalam hati mereka dan tidak dapat bersatu dengan Tuhan.

©️ Ketidakmampuan memaafkan merupakan kejahatan dan racun yang akan meracuni dan membunuh orang-orang yang menolak memaafkan.

©️ Menyimpan rasa sakit karena tidak mau memaafkan di dalam hati adalah tindakan penghancuran diri sendiri. Inilah yang disebut "autofagi" jiwa.

©️ Mereka yang menolak memaafkan menjadi sakit secara fisik, emosional, dan spiritual. Mereka akan menderita dua kali lipat.

©️ Oleh karena itu, keluarga seharusnya menjadi tempat kehidupan, bukan kematian; tempat pengampunan... surga, bukan neraka; tempat penyembuhan, bukan sumber penyakit; tempat untuk belajar memaafkan, bukan tempat merasa bersalah.

©️ Pengampunan mendatangkan kebahagiaan; kesedihan mendatangkan kesengsaraan; pengampunan mendatangkan kesembuhan; kesedihan mendatangkan penyakit.        

©️ Rumah seharusnya menjadi tempat untuk saling mendukung, bukan tempat bergosip dan memfitnah. Rumah seharusnya menjadi tempat penerimaan, bukan penolakan. Sungguh memalukan jika seseorang menyebarkan perbuatan jahat terhadap orang lain. 

©️ Kita adalah keluarga, bukan musuh.  Ketika orang menghadapi tantangan, yang mereka butuhkan adalah dukungan.

 Kirimkan pesan ini ke setiap keluarga yang Anda kenal.  Mungkin ini dapat menyembuhkan  trauma dan menyelesaikan beberapa konflik keluarga 🙏 🙏

Friday, May 2, 2025

Perkembangan aturan kremasi

 Berikut ringkasan perkembangan aturan kremasi dalam Gereja Katolik dari tahun ke tahun:


- 1886 – Paus Leo XIII secara resmi melarang kremasi, karena dianggap bertentangan dengan iman akan kebangkitan tubuh.  

- 1917 – Kode Hukum Kanonik pertama menegaskan larangan kremasi dan melarang ritus pemakaman Katolik bagi mereka yang memilih kremasi.  

- 1963 – Piam et Constantem (oleh Kongregasi Ajaran Iman) memperbolehkan kremasi dengan syarat tidak dimaksudkan untuk menyangkal kebangkitan.  

- 1983 – Kode Hukum Kanonik baru (kanon 1176 §3) secara resmi memasukkan izin kremasi, selama tidak bertentangan dengan ajaran iman.  

- 2016 – Ad resurgendum cum Christo memperjelas aturan: abu harus disimpan di tempat suci, tidak boleh disebar, dibagi, atau disimpan di rumah tanpa izin khusus.


Thursday, April 24, 2025

Satu foto, dengan banyak cerita

 


Satu foto, dengan banyak cerita

Pengawal prosesi, Garda Swis, sudah berusia 420 tahun. Pemanggul peti; dulu selama beratus tahun, adalah petugas yang biasa memanggul tandu Paus semasa hidup... Tradisi ini dibuang oleh Paus Yohanes Paulus II.

Peti mati . Ini yang menyimpang dari tradisi ratusan atau seribu tahun. Biasanya berhias indah. Berlapis 3. Sekarang cuma peti kayu sederhana. Tanpa hiasan. Peti kayu kaum duafa... Orang miskin, yang jadi simbol Yesus bagi Paus Fransiskus. 

Tulisan, inskripsi, di kuburannya nanti: satu kata saja; Francesco.  Tanpa kata Yang Mulia Paus, uskup, atau apapun... Seorang hamba sejati tidak perlu mencantumkan gelar di kuburnya. Berbeda dengan hamba yang biasa naik Alphard atau limousine, hamba yang ini tidak pernah naik itu. Tidak mau.


Tapi dia kan tinggal di Istana Vatikan!?

No... Tidak. Dia tinggal di Wisma Tamu, bersama tamu2 yang datang.  Juga makan bersama di meja makan. Paus2 pendahulu makan di ruang makan sendiri. Di istana sendiri. Makan sendiri. (Kecuali Paus Yohanes XXIII yang seperti Paus Fransiskus gemar berkumpul dengan orang. Dia sering panggil orang2 untuk makan bersama,)

Tentang pandangannya terhadap Vatikan sendiri, 3 hari lalu New York Times menulis begini (bukan saya, ya):

"(Dulu...) Kardinal Bergoglio juga memiliki hubungan yang kurang hangat dengan Vatikan. Vatikan bagi dirinya merupakan "inti dari segala sesuatu yang menurutnya (Bergoglio) tidak seharusnya ada dalam Gereja: kemewahan, kesombongan, kemunafikan, birokrasi,” ujar mantan petugas persnya di Buenos Aires, Federico Wals, kepada Austen Ivereigh, salah satu penulis biografi Paus. "Ia sangat enggan pergi ke sana (Vatikan)." 

Bergoglio (Paus Fransiskus) sangat malas kalau dipanggil ke Vatikan. Dan  dia sudah beli tiket pulang ke Argentina segera sesudah konklav. Tapi tiket tidak pernah dipakai, karena dia terpilih... dan dia tidak pernah pulang Argentina. 

EN.

Monday, March 10, 2025

Definisi "Rumah Sakit" menurut Paus Fransiskus

Paus Fransiskus kini sedang sakit berat. Di ICU. Karena radang paru. Dalam keadaan inilah dia menyempatkan diri menulis pesan indah ini...


"Dinding rumah sakit telah mendengar lebih banyak doa yang tulus dibandingkan dinding gereja (atau mesjid) ...

Dinding ini telah menyaksikan lebih banyak ciuman yang jujur dibandingkan bandara...

Di rumah sakit, kita melihat seorang pembenci LGBT diselamatkan oleh dokter gay.
Seorang dokter yang berada menyelamatkan nyawa seorang pengemis...

Di unit perawatan intensif, seorang Yahudi merawat seorang rasis yang membencinya...
Seorang polisi dan seorang tahanan berbaring di ruangan yang sama, menerima perawatan yang sama...

Seorang pasien kaya menunggu transplantasi hati, bersiap menerima organ dari seorang donor miskin...

Di saat-saat seperti inilah, ketika rumah sakit menyentuh luka manusia, dunia yang berbeda bertemu dalam rancangan ilahi.
Dan dalam pertemuan takdir ini, kita menyadari bahwa kalau sendirian, kita bukanlah apa-apa.

Kebenaran sejati manusia, sering kali, hanya terungkap di saat rasa sakit atau ancaman kehilangan seseorang yang tak terhindarkan

Rumah sakit adalah tempat di mana manusia menanggalkan topengnya, menampakkan dirinya apa adanya, dalam esensi paling murninya.

Hidup ini akan berlalu dengan cepat, jadi jangan sia-siakan dengan bertengkar dengan orang lain.
Jangan terlalu banyak mengritik tubuhmu sendiri.

Jangan terlalu sering mengeluh.
Jangan kurang tidur hanya karena tagihan.
Pastikan untuk memeluk orang-orang yang kau cintai.

Jangan terlalu khawatir agar rumah tetap bersih sempurna.
Harta benda harus diperoleh oleh setiap individu—jangan habiskan hidup hanya untuk mengumpulkan warisan.

Kamu menunggu terlalu lama: Natal (juga Lebaran nanti), hari Jumat depan, tahun depan, saat uang cukup, saat cinta tiba, saat segalanya sempurna...

Dengar, kesempurnaan itu tidak ada.
Manusia tidak diciptakan untuk mencapainya, karena kita memang tidak dibuat untuk merasa sepenuhnya utuh di sini.
Di dunia ini, kita hanya diberi kesempatan untuk belajar.

Jadi, manfaatkanlah ujian hidup ini—dan lakukanlah sekarang.

Hormati dirimu, hormati orang lain. Jalani jalanmu sendiri, dan lepaskan jalan yang dipilih orang lain untukmu.

Hormati: jangan berkomentar, jangan menghakimi, jangan mencampuri.

Cintailah lebih banyak, maafkan lebih banyak, peluk lebih banyak, hiduplah lebih dalam!

Dan serahkan sisanya pada Sang Pencipta."

Thursday, February 13, 2025

The Borgias - Video saja

 Dari Facebook

https://www.facebook.com/share/v/15naDad53K/







The Borgias: Kisah Paus Zaman Dulu.

Paus Alexander VI (adegan)

Entah bagaimana... Mungkin wangsit dari atas? Kemarin baca2 FB yang sekarang relatif jarang dibuka. Muncul adegan paus dengan busana serba merah ini. Lihat sekejap... Wah, menarik ini... 

10 tahun lalu, ada teman yang khusus beli buku bergambar tentang paus-paus zaman dulu. Baca ini, katanya (RIP, Eng...). Ogah... Buat apa? Di situ pasti ada juga cerita ini. Tapi saya tidak tertarik... Tapi petikan ini beda sekali... 

The Borgias

The Borgias adalah serial drama sejarah yang tayang dari 2011 hingga 2013 di Showtime. Serial ini mengisahkan kehidupan keluarga Borgia,  keluarga bangsawan Spanyol yang berkuasa di Italia pada akhir abad ke-15. Dipimpin oleh Rodrigo Borgia (diperankan oleh Jeremy Irons), keluarga ini dikenal karena ambisi politik, intrik, dan skandalnya.

Ceritanya...

Serial ini dimulai dengan Rodrigo Borgia yang berhasil menjadi Paus Aleksander VI pada tahun 1492 melalui suap dan manipulasi. Sebagai Paus, ia menggunakan kekuasaannya untuk mengamankan posisi keluarganya dalam politik Italia, sering kali dengan cara yang tidak etis, termasuk pembunuhan dan persekongkolan.

Dua anaknya yang paling terkenal adalah:

  • Cesare Borgia (François Arnaud), seorang kardinal yang akhirnya menjadi panglima perang brutal. Ia terjebak antara panggilannya sebagai rohaniwan dan keinginannya untuk menjadi pemimpin militer.
  • Lucrezia Borgia (Holliday Grainger), putri Rodrigo yang sering dipolitisasi dalam pernikahan demi kepentingan keluarga. Awalnya ia digambarkan sebagai gadis polos, tetapi kemudian menjadi lebih licik seiring waktu.

Tokoh lainnya termasuk Juan Borgia (adik Cesare yang lemah dan arogan), Vannozza dei Cattanei (ibu dari anak-anak Rodrigo), serta Giulia Farnese (selir Rodrigo yang berpengaruh).

Tema dan Gaya

Serial ini penuh dengan politik Vatikan, peperangan, pengkhianatan, dan kisah cinta terlarang. The Borgias juga menampilkan atmosfer renaisans yang kaya dengan kostum dan set yang detail. Dibandingkan dengan Game of Thrones, serial ini lebih berbasis sejarah tetapi tetap menawarkan konflik yang serupa dalam perebutan kekuasaan.

Akhir Serial

Serial ini berakhir pada musim ketiga, meskipun awalnya direncanakan untuk memiliki satu musim terakhir. Kisahnya ditutup dengan kejatuhan Paus Aleksander VI, tetapi tidak sempat menggambarkan akhir dari dinasti Borgia secara keseluruhan.

Meskipun tidak selalu akurat secara sejarah, The Borgias tetap menjadi tontonan menarik bagi penggemar drama politik dan sejarah.

========================

Bagaimana kebenaran sejarah dari kisah itu?

Paus Aleksander VI (Rodrigo Borgia) memang naik takhta kepausan pada tahun 1492 melalui cara yang sangat kontroversial, termasuk dugaan suap dan manipulasi dalam pemilihan konklaf (pemilihan paus oleh kardinal). Sumber sejarah mencatat bahwa Rodrigo Borgia menggunakan kekayaannya yang besar untuk menyuap banyak kardinal agar memilihnya sebagai paus.

Salah satu bukti utama berasal dari laporan sejarawan dan diplomat sezaman, seperti Johann Burchard (seorang pejabat Vatikan), yang mencatat bahwa Borgia memberikan hadiah dan jabatan kepada kardinal yang mendukungnya. Selain itu, ada catatan bahwa beberapa kardinal yang memilihnya menerima tanah, uang, atau jabatan gerejawi yang menguntungkan setelah ia menjadi paus.

Namun, meskipun metode pemilihannya dipertanyakan, Rodrigo Borgia adalah seorang administrator ulung dan strategis yang sangat cerdas. Ia berhasil mempertahankan kekuasaan selama 11 tahun (1492–1503) dan memainkan peran besar dalam politik Italia.

=======================

Potongan video...

Dalam serial The Borgias, ada adegan di mana Girolamo Savonarola, seorang pastor dan reformis radikal dari Firenze (Florence), dibakar hidup-hidup di hadapan Paus Aleksander VI. Adegan ini memang didasarkan pada peristiwa sejarah yang nyata, meskipun ada beberapa dramatisasi.


Siapa Girolamo Savonarola?

Savonarola adalah seorang biarawan Dominikan yang mengkritik keras korupsi dalam Gereja Katolik, termasuk kepausan Rodrigo Borgia. Ia terkenal karena khotbah-khotbahnya yang mengutuk keserakahan, penyimpangan moral, dan penyalahgunaan kekuasaan oleh para pemimpin gereja serta kaum bangsawan. Ia juga mengorganisir Bonfire of the Vanities (1497), di mana barang-barang yang dianggap tidak bermoral—termasuk buku, lukisan, dan pakaian mewah—dibakar di alun-alun Firenze.

Eksekusi Savonarola (1498)

Pada tahun 1498, pengaruh Savonarola mulai melemah, dan Paus Aleksander VI akhirnya mengekskomunikasinya serta menganggapnya sebagai bidah. Setelah ditangkap oleh pihak berwenang Firenze, ia disiksa dan akhirnya dijatuhi hukuman mati. Pada 23 Mei 1498, Savonarola dan dua pengikutnya dieksekusi dengan cara digantung dan kemudian dibakar di Piazza della Signoria, Firenze.

Apakah Paus Aleksander VI Hadir Saat Eksekusi?

Tidak, dalam kenyataan sejarah, Paus Aleksander VI tidak menyaksikan eksekusi Savonarola secara langsung. Ia hanya mengirimkan perintah dari Roma. Namun, dalam serial The Borgias, adegan ini dimasukkan untuk memberikan dampak dramatis dan menunjukkan kekuasaan sang paus.

Jadi, meskipun eksekusi Savonarola memang terjadi, detail kehadiran langsung Paus Aleksander VI dalam film adalah fiksi.

Catatan lain

Paus ini terang2an mengaku punya banyak gundik dan  banyak anak (lebih dr tujuh?). Konon dia mengaku dosa menjelang kematiannya. 

Dia juga mengeluarkan surat bermeterai (bula) yang menyetujui perbudakan di Amerika. Seperti biasa, sebagian orang yang percaya Paus tidak pernah salah, mengatakan itu tidak benar. Terjadi kontroversi. 

Pada tahun 1993, Institut Hukum Orang Indian AS meminta Paus Yohanes Paulus II untuk mencabut Inter caetera (bula tadi) dan meluruskan "peristiwa historis yang menyedihkan yang tidak masuk akal ini". Hal ini diikuti oleh seruan serupa pada tahun 1994 oleh Parlemen Agama-Agama Dunia. (Baca Wikipedia bahasa Inggris). 

Catatan saya

*** Beginilah sejarah riel dari gereja kita. Pada zaman nya, pernah begini brutal dan  menyedihkan. Jangan ingkari... Cukup direnungkan... Karena terlalu banyak pihak yang mau menutupi hal buruk di gereja. Dan  dibuka oleh Paus Fransiskus... yang mengingatkan.. Inilah gereja kita... 

Gereja yang ilahi sekaligus "institusi manusia, dengan segala keutamaan dan  dosa2nya..."

 Paus ingin mengingatkan bagian "institusi manusia" tadi yang ingin dilupakan oleh banyak orang... Gereja bisa berdosa. Pemimpin2nya bisa salah dan  berdosa. Paus Fransiskus sendiri selalu bilang, saya orang berdosa. ... Apalagi saya (kalau di zaman itu mungkin sekali ditangkap dan  dibakar hidup2)... Amin


Tambahan

Saat Paus yang diceritakan di atas meninggal, Martin Luther sudah mahasiswa. Keadaan Gereja mirip2 itulah yang dilawan oleh Martin Luther pada tahun 1517, ketika ia memaku 95 Tesis di pintu Gereja Kastil Wittenberg, Jerman. 

Paus Fransiskus sendiri memuji Martin Luther sebagai reformis yang hebat karena Luther memprotes korupsi, keduniawian, keserakahan, dan nafsu berkuasa di dalam Gereja Katolik. 

Oleh Paus Fransiskus, dibuatkan patung Martin Luther untuk disimpan di Vatikan sebagai penghormatan. Juga dikeluarkan perangko Martin Luther untuk Vatikan. 

Semoga "mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau,..." Yohanes 17:21



Saturday, January 11, 2025

Istilah kristiani

 


Di Indonesia, istilah "Kristiani" mulai digunakan oleh kalangan Katolik sekitar tahun 1980-an sebagai alternatif dari istilah "Kristen". Perubahan ini dimaksudkan untuk membedakan antara umat Katolik dan Protestan.

Menurut Ensiklopedia Indonesia, istilah "Kristiani" mulai populer digunakan pada tahun 1985, ketika Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) merekomendasikan penggunaan istilah tersebut.


Sumber:

  1. Ensiklopedia Indonesia.
  2. Kamus Besar Bahasa Indonesia.
  3. Situs resmi Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).